Beranda

Futsal

Sepak Bola

Kompetisi

Galeri

Ragam




Akurasinya Lemah, Dokter Persib Tidak Setuju Rapid Test Jadi Tolok Ukur Kesehatan Pemain di Liga 1


  •   Rizqi Ariandi
  •   30/06/20 - 16:30
  •   379 kali

Dokter tim Persib Bandung, Rafi Ghani tidak setuju dengan salah satu poin dalam protokol kesehatan yang disusun PSSI jelang bergulirnya kembali kompetisi Liga 1 2020. Poin yang tidak disetujui Rafi adalah tentang tes cepat atau rapid test sebagai ukuran pemain dan staf tim bebas virus corona (Covid-19).




Menurut Rafi, akurasi rapid test sangat rendah sehingga tidak bisa jadi ukuran. Apalagi jika digunakan sebagai ukuran untuk melaksanakan pertandingan sepak bola yang melibatkan banyak orang.

"Saya sudah melihat sepintas protokol kesehatan untuk dimulainya Liga 1. Di sana ada salah satu poin yang saya tidak setuju karena pemeriksaan dengan rapid test. Jadi artinya setiap orang yang boleh masuk lapangan sudah lolos pemeriksaan rapid test yang non-reaktif," kata Rafi.
Jika aturan itu diberlakukan, Rafi khawatir salah seorang pemain Persib, Wander Luiz tidak dapat lolos tes tersebut karena pernah terpapar virus corona. Karena itu, Rafi mengusulkan supaya aturan rapid test digantikan dengan Swab PCR Swab PCR (Polymerase Chain Reaction) yang akurasinya lebih teruji.




"Mengapa saya tidak setuju, karena ada salah seorang atlet saya yang pada Bulan Maret terpapar Covid-19 dengan pemeriksaan PCR, setelah melakukan isolasi mandiri sembuh dengan sendirinya," papar Rafi.

"Saya berpikir pada atlet saya ini sudah terbentuk antibodi, jadi kalau rapid test yang kita ketahui hanya untuk mengetahui antibodi di dalam badan seseorang artinya sudah bisa dipastikan itu akan reaktif atau positif pada saat pemeriksaan rapid test," katanya memungkasi.

 Terakhir diubah:  30/06/20 - 14:36