Beranda

Futsal

Sepak Bola

Kompetisi

Galeri

Ragam




Sudah Dua Klub Menolak untuk Melanjutkan Liga 1 Musim 2020


  •   Robert
  •   02/07/20 - 11:00
  •   2243 kali

Wacana PSSI untuk kembali melanjutkan Liga 1 musim 2020 pada bulan Oktober mendatang mendapat pertentangan dari beberapa klub.

Sudah dua klub menyatakan minatnya untuk tidak ingin melanjutkan kompetisi. Seperti yang dikatakan oleh Persebaya Surabaya dan Barito Putera.




Keputusan Persebaya bahkan didukund salah satu kelompok suporternya, Green Nord 27. Pandemi virus corona yang belum mereda apalagi di Jawa Timur menjadi alasan utama penolakan dari Bajul Ijo.

"Persebaya Surabaya menghormati keputusan PSSI terkait kelanjutan Kompetisi Liga Indonsia Tahun 2020. Ini seperti yang tertuang dalam Surat Keputusan PSSI No. SKEP/53/VI/2020 tanggal 22 Juni 2020," ujar Azrul Ananda, Presiden Persebaya di laman resmi klub.

"Hanya saja, di tengah situasi pandemi Covid-19 sekarang ini, Persebaya mau tidak mau harus menyatakan sikap tidak setuju untuk dilanjutkan," tambahnya.

Azrul mengatakan bahwa selama tiga bulan kompetisi terhenti, PSSI belum memberikan panduan teknis yang jelas dan detail pada klub apabila kompetisi dilanjutkan.

"Keputusan untuk melanjutkan kompetisi di tengah situasi yang serba tidak pasti justru akan menambah risiko dan beban bagi klub," ujarnya.

"Saat ini, energi pemerintah dan seluruh elemen bangsa fokus pada melawan pandemi Covid-19. Belum ada tanda-tanda pandemi ini kapan akan berakhir," ucapnya.
Senada dengan Persebaya, Barito Putera melalui CEO klub Hasnuryadi Sulaiman, merasa terlalu berbahaya melanjutkan kompetisi karena virus corona belum menunjukkan tren penurunan. Setiap harinya selalu ada penambahan kasus COVID -19 yang cukup signifikan di tanah air.

"Kami menghormati putusan PSSI, tetapi kami mempunyai pertimbangan dan pandangan lain dalam mencintai bangsa ini ketika menghadapi pandemi virus corona yang tengah melanda dunia, termasuk di dalamnya mencintai dunia sepakbola nasional," kata Hasnur.




"Kami merasakan betapa sulit dan sakitnya anggota keluarga kami saat harus melawan pandemi ini," ujar pria yang juga menjabat sebagai anggota komite eksekutif (Exco) PSSI tersebut.

"Prinsip kami, mencegah lebih baik daripada harus mengobati. Karena risiko cukup besar, kami memilih untuk bersikap hati-hati demi keselamatan ke depan," politikus partai Golongan Karya (Golkar) tersebut menambahkan.

 Terakhir diubah:  02/07/20 - 09:14