Beranda

Futsal

Sepak Bola

Kompetisi

Galeri

Ragam




Diduga Beri Keterangan Palsu, Malaysia Gagal Naturalisasi Pemain Asal Kongo


  •   Rissalah Maulana
  •   08/07/20 - 11:00
  •   32451 kali

Jelang Piala AFF 2020, Malaysia sibuk mempersiapkan tim. Selain itu, mereka juga memproses berkas-berkas calon pemain naturalisasi.

Salah satu yang telah selesai diproses adalah pemain asal Kongo, Marcel Kasongo Kalonda. Beberapa waktu lalu, Marcel Kalonda ramai diberitakan media Malaysia karena mengaku punya keturunan Malaysia.

Kala itu, media Malaysia memberitakan Kalonda yang merupakan pemain berusia 22 tahun lahir di Kolwezi, Kongo, dan memperkuat tim asal Zambia, Zesco United.

Dalam laporan media-media tersebut Kalonda mengaku punya darah Malaysia dari sang kakek dan Ayah yang berasal dari Sabah, negara bagian Malaysia yang berada di pulau Kalimantan. Menanggapi hal ini, Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) langsung bergerak cepat menghubungi si pemain.

FAM langsung menghubungi si pemain pada awal Juni lalu agar mau memberikan dokumen-dokumen yang diperlukan untu proses naturalisasi.



“Dia semangat ingin membela Timnas Malaysia. Walau dokumen belum lengkap, kami beri dia waktu. Kalau dia tidak memberikan itu, mungkin kami sudah tutup peluang," kata Ketua Komite Program Naturalisasi FAM, Datuk Mohd Yusoff Mahadi, kapada Arena Metro dilansir Vocket FC 2 Juni lalu.

Setelah sebulan, akhirnya FAM memberikan laporan terkait proses verifikasi administrasi. Verifikasi dilakukan di bawah regulasi FIFA dan berkomunikasi dengan persatuan sepakbola Kongo (FECOFOOT).

"Setelah menerima dokumen yang diperlukan dari Kalonda, FAM mengambil langkah selanjutnya dengan menghubungi pihak terkait untuk validasi dokumen yang diterima, termasuk mengirim surat ke Federasi Sepak Bola Kongo (FECOFOOT) dan perwakilan dari Konsulat Kongo. di Malaysia serta menghubungi JPN (Disdukcapil-nya Malaysia) untuk peninjauan dan konfirmasi dokumen terkait," kata Sekjen FAM, Stuart Ramalingam, dalam rilisnya.

Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) Malaysia merupakan departemen yang mirip Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Dalam hal ini, JPN melakukan verifikasi garis keturunan Kalonda di Malaysia, khususnya di Sabah.





"Selanjutnya, kemarin (Senin, 6 Juli 2020), FAM menerima surat dari JPN yang menginformasikan bahwa setelah ditinjau dan diselidiki, salah satu dokumen ditemukan mengandung informasi yang tidak valid," lanjut Ramalingam.

Diduga Kalonda memberikan pernyataan palsu terkait garis keturunan ayah dan kakeknya yang berasal dari Malaysia. Ini karena dalam rilisnya, FAM mengingatkan agar warganet Malaysia tak bergembira mendengar kabar ada pemain sepakbola keturunan yang ingin membela Malaysia sebelum mencari tahu kebenarannya.

Selain itu banyak pula warganet Malaysia yang meragukan kebenaran cerita Kalonda tersebut.

Selain Kalonda, ada beberapa pemain lagi yang kabarnya masuk radar Naturalisasi Malaysia setelah sukses menggaet Liridon Krasniqi, pemain berdarah Kosovo.

Salah satunya adalah pemain blasteran Selandia Baru, Harry Edge. Sayang sampai saat ini Edge belum mau mengurus dokumen naturalisasi.





Ayo ikuti kursus pelatihan futsal online bersama pelatih-pelatih terbaik di Indonesia mulai Juni ini. Kalian bisa lakukan pendaftaran disini. bit.ly/PendaftaranLevelUpSesi1

Untuk mengetahui apa itu Level Up coaching online bisa cek disini.

Untuk melihat info singkat para pelatih Level Up Coaching Online bisa cek disini.

Untuk melihat jadwal sesi Level Up coaching online bisa cek disini.

Untuk mendaftar Level Up coaching online Bolalob bisa cek disini.


 Terakhir diubah:  08/07/20 - 07:31