Beranda

Futsal

Sepak Bola

Kompetisi

Galeri

Ragam




10 Pemain Yang Gagal Penuhi Ekspektasi Wonderkid


  •   Robert
  •   30/09/20 - 07:00
  •   6644 kali

Setiap tahun gim Football Manager memberilis sekumpulan pemain muda berbakat atau wonderkid untuk unjuk gigi di panggung sepak bola.

Sayangnya, untuk setiap Neymar ada satu Kerlon; untuk setiap Marco Verratti ada Freddy Adu. Tidak selalu titik tumpu kami yang masih muda menerjemahkan kesuksesan virtual mereka dengan kenyataan.






Beberapa telah mencapai prestasi yang luar biasa dan menyadari potensi mereka, sementara yang lain telah gagal memenuhi harapan dan sekarang terbatas hanya pada mitos di FM.

Memang wonderkids telah merebut hati dan pikiran selama bertahun-tahun, dan beberapa masih punya waktu untuk membalikkan tren dan mencapai puncaknya. Tapi, untuk saat ini mari kita menelusuri jalan kenangan dan mengingat beberapa kasus dimana sang wonderkid gagal memenuhi ekspektasi:

1. Freddy Adu



Saat berusia 17 tahun, Freddy Adu sudah menjadi perbincangan dunia bahkan ia mendapat julukan sebagai “The Next Pele”. Ia memulai debut profesional di usia 14 tahun pada April 2004 di DC United.

Benfica tertarik untuk mengkontrak Adu pada tahun 2007. Ya, meski sempat jalani trial bersama Manchester United, justru Benfica yang mencicip bakat Adu.

Sayang penampilan Adu justru melempem yang akhirnya memaksa dirinya menjadi pemain pinjaman di beberapa klub Eropa seperti Monaco, Belenenses, Aris, dan Caykur Rizespor. Selama satu musim bermain di Portugal, dia hanya mendapatkan 11 kali kesempatan tampil dan hanya mencetak 2 gol.

Karirnya terbilang cukup lumayan saat tampil tiga musim di Philadelphia Union, namun setelah itu ia hanya bermain di klub kecil dan tak lagi aktif bermain pada tahun 2018 lalu.

2. Bojan Krkic



Krkic melakoni debut bersama Barcelona di usia 17 tahun pada 2007 silam dan ia memecahkan rekor milik Lionel Messi di ajang LaLiga. Dalam empat musim di Nou Camp, Krkic tampil cukup sering, ia digadang-gadang menjadi lulusan terbaik La Masia bersama dengan Messi.

Krkic pindah dari Barcelona pada 2011. Ketika itu, dia bermain untuk AS Roma. Karir Bojan Krkic tidak juga membaik dan terus berganti klub. Dia pernah bermain di AC Milan, Ajax Amsterdam, Stoke City, Mainz, Deportivo Alavez. Pada usia 29 tahun, Bojan Krkic kini di Montreal Impact.

3. Robinho



Awal karir Robinho di Brasil ia langsung dibandingkan dengan Pele. Setelah 81 gol dalam 180 penampilan antara 2002 dan 2005, Robinho pindah ke Real Madrid dengan bayaran € 24 juta. Namun, pada awalnya ia kesulitan untuk masuk starting line-up dan meski tampil mengesankan, pemain Brasil itu sering tersanjung untuk menipu. Terkadang brilian, seringkali membuat frustrasi, dia berhasil mencapai puncak. Itu tidak cukup.

Pergi dari Bernabeu, Robinho pergi ke Manchester City dimana ia kesulitan dalam beradaptasi dan juga mendapat cedera. Ia menuju AC Milan pada musim panas 2010 seharga € 18 juta.

Pemain Brasil itu adalah pemain penting selama waktunya di Italia, membantu Rossoneri meraih gelar Serie A di musim pertamanya dan tempat runner-up di musim keduanya. Total, ia mencetak 32 gol dalam 144 penampilan. Itu adalah perbaikan karir yang cukup baik dan dia akan dikenang sebagai pemain bagus, meski bukan legenda Milan. Ia sempat menjalani masa pinjaman di Santos, sebelum bertugas di Guangzhou Evergrande di China dan Atletico Mineiro di Brasil.

Ia memiliki skandal pemerkosaan di Italia dan hukuman sembilan tahun berikutnya pada awal tahun ini, pemain Brasil itu kembali ke Eropa. Musim lalu ia membawa İstanbul Başakşehir juara Liga Turki.
4. Emre Mor

Pemain yang memiliki julukan Messi Turki ini dikenal dengan sikapnya yang tempramen. Mor pernah kesal dengan pelatihnya Thomas Tuchel saat sesi latihan Borussia Dortmund. Lalu saat bermain di Galatasaray, ia pernah berkelahi dengan Falcao. Saat ini Mor bermain untuk Celta Vigo.

5. Stephan El Shaarawy

Didatangkan Milan pada tahun 2011 lalu, sejak musim terobosannya, El Shaarawy dianggap sebagai pemain kelas dunia yang sedang naik daun, dan salah satu pemain muda Italia yang paling menjanjikan dan berbakat. Namun saat ini ia hanya bermain di China, bersama Shanghai Shenhua.

6. Jack Wilshere

Digadang-gadang meniadi gelandang terbaik Inggris dan Arsenal. Cedera kambuhan membuat Wilshere tak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Bahkan pada musim 2011–12 dirinya sama sekali tak bermain karena cedera. Setelah dua musim di West Ham, Wilshere belum mendapatkan klub peminat hingga saat ini.

7. Kerlon

Mantan pemain tim sepak bola Cruzeiro ini mempunyai kemampuan menggiring bola yang terus memantul dengan dahinya layaknya seekor Anjing Laut. Kerlon memutuskan gantung sepatu di usianya yang masih terbilang usia emas sebagai pesepak bola, yaitu 29 tahun. Kehebatan skill yang ia miliki tersebut membawa dirinya berkarier ke Italia dan Belanda.

Dia sempat memperkuat Inter Milan, Chievo Verona, hingga Ajax Amsterdam. Sayang, cedera lutut yang kerap kambuh membuat Kerlon lebih banyak menghabiskan waktunya di meja perawatan.
8. Hachim Mastour

Kesulitan mendapat menit bermain di Milan dengan keberadaan pemain seperti Kaka, Mario Balotelli dan Stephan El Shaarawy. Ia pun menjalani masa pinjaman di Málaga dan PEC Zwolle sebelum bergabung dengan klub Yunani, Lamia. Pemain yang kini berusia 22 tahun tersebut akhirnya kembali ke Italia musim ini, menjalin kerja sama dengan klub Serie C, Reggina, dengan kontrak berdurasi tiga tahun

9. Alen Halilovic

Mendapat julukan Messi Kroasia setelah penampilan apiknya bersama Dinamo Zagreb. Barcelona merekrutnya di tahun 2014 namun ia tak pernah mendapat kesempatan di tim utama. Sejak saat itu dirinya hanya bermain di klub seperti Sporting Gijon, Hamburg, Las Palmas dan Milan.

Pada Juli 2018, Hallilovic resmi bergabung dengan AC Milan dengan status bebas transfer dan menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun. Di Milan, Hallilovic gagal menunjukkan kualitasnya. Dia sering mengisi bangku cadangan. Bersama Rossoneri, Hallilovic hanya tampil dalam 3 pertandingan.

Kemudian pada awal tahun 2019, AC Milan meminjamkan Hallilovic ke Standard Liege, dimana karirnya semakin membaik karena tampil dalam 14 pertandingan di semua kompetisi dalam lima bulan. Namun alih-alih kembali memperkuat AC Milan, Hallilovic justru kembali dipinjamkan ke Klub Belanda, Hereenven untuk musim 2019/20.

Sempat menjadi bintang di masa remajanya dan dipanggil Messi dari Kroasia, kini Alen Hallilovic harus menerima kenyataan pahit tersebut. Karirnya tidak seindah yang dia impikan. Di usianya yang ke-23, Hallilovic masih bisa memamerkannya seolah ini bukan akhir hidupnya.

10. Ryan Gauld

Pemain jebolan Dundee United ini digadang-gadang menjadi Messi Skotlandia. Namun ia berujung di klub Portugal, Sporting Lisbon dan menjalani beberapa masa pinjaman di klub kecil seperti Vitória de Setúbal, Aves, Farense dan Hibernian.

 Terakhir diubah:  29/09/20 - 15:26