8 Pelatih Asing Warnai Liga 1 2018

Sebanyak 8 pelatih asing akan mewarnai persaingan Liga 1 Indonesia 2018 dari 18 klub yang ambil bagian. Direncanakan Liga 1 musim baru bakal bergulir pada 24 Februari 2018.Penggunaan pelatih asing sebenarnya sangat baik bagi perkembangan sepak bola tanai air. Diharapkan kehadiran mereka bisa memberikan tambahan ilmu baik bagi pemain maupun pelatih lokal.Kualitas mereka terbukti cukup baik dan itu sudah diperlihatkan oleh Simon McMenemy yang sukses membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 2018. Sementara dari jumlah 8 pelatih tersebut, enam diantaranya adalah pelatih musim lalu.[suggestedarticle=3]Mereka itu adalah Simon McMenemy, Robert Rene Alberts, Stefano Cugurra Teco, Gomez de Oliveira, Jacksen F Tiago, dan Angel Alfredo Vera.Sedangkan, dua lainnya merupakan muka baru, yakni Peter Butler yang menangani Persipura Jayapura dan Mario Gomez yang memegang Persib Bandung. Khusus Butler, dia pernah tangan Persiba Balikpapan sebelumnya.Kualitas para pelatih asing memang cukup mumpuni. Selain Simon yang bawa Bhayangkara FC juara, tercatat pada lima besar Liga 1 2017, hanya Bali United yang dikomandoi juru taktik lokal, yakni Widodo C Putro.Angel Alfredo Vera pelatih asal Argentina juga dinilai sudah sukses membawa Persebaya Surabaya menembus Liga 1 2018, setelah mereka menjadi juara Liga 2. Alfredo Vera juga pernah sukses juara ISC A 2016 bersama Persipura.Untuk musim depan yang sangat dinantikan adalah racikan dari Mario Gomez, karena ia memang baru menangani klub di Indonesia.Berikut Daftar Pelatih Liga 1 2018:Pelatih AsingBhayangkara FC: Simon McMenemyPSM Makassar: Robert Rene AlbertsPersija Jakarta: Stefano Cugurra TecoMadura United: Gomez de OliveiraPersib Bandung: Roberto Carlos Mario GomezPersebaya Surabaya: Angel Alfredo VeraPersipura Jayapura: Peter ButlerBarito Putera: Jacksen F TiagoPelatih LokalBali United: Widodo C PutroBorneo FC: Iwan SetiawanArema FC: Joko SusiloMitra Kukar: (rencana Nilmaizar)Sriwijaya FC: Rahmad DarmawanPS TNI: Rudy Eka PriyambadaPersela Lamongan: Aji SantosoPerseru Serui: Agus YuwonoPSMS Medan: Djadjang NurdjamanPSIS Semarang: Subangkit

Ini Sikap Terpuji Polisi Bali, Tangani Suporter yang Kehabisan Bekal

Kehadiran Polisi di lapangan memberi rasa aman. Apalagi Polisi Unit Lalu Lintas Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, mereka dengan suka rela membantu suporter yang terpaksa luntang-lantung karena kehabisan uang. Petugas Polisi Unit Lalu Lintas Polsek Kawasan Laut Gilimanuk akhirnya membina sembilan remaja diduga suporter sepak bola, karena masuk ke Bali tanpa membawa bekal yang cukup.Informasi yang dihimpun Senin (11/12) menyebutkan, polisi mendapatkan laporan ada sembilan remaja yang mengenakan kaos dan membawa atribut salah satu klub sepak bola, berusaha mencegat truk dan bus arah Denpasar, Minggu (10/12) sore."Penampilan mereka seperti anak punk. Kami langsung meluncur ke lokasi dan membawa mereka ke kantor untuk dibina," kata Kepala Unit I Lalu Lintas Polsek Kawasan Laut Gilimanuk Inspektur Dua Putu Budi Santika.[suggestedarticle=3]Kepada polisi, sembilan remaja yang terdiri dari tujuh laki-laki dan dua perempuan ini mengaku dari Jawa Timur dan hendak menuju ke Kabupaten Tabanan."Mereka juga masih berstatus pelajar SMP. Makanya kami nasehati mereka, kalau memang bepergian jauh harus membawa bekal yang cukup, sehingga tidak mengganggu pengguna jalan raya dengan mencegat bus atau truk," kata Putu Budi seperti dikutip antaranews.com.Setelah dinasehati, menurutnya, polisi akan menghubungi keluarga sembilan remaja tersebut untuk menjemputnya, serta menjaga anak-anak itu tidak nekat bepergian dengan bekal seadanya.Beberapa kali, Polsek Kawasan Laut Gilimanuk membina anak-anak remaja yang rata-rata berpenampilan punk, karena masuk ke Bali dengan bekal seadanya.Rata-rata mereka terpergok petugas atau warga, saat berusaha mencari tumpangan gratis baik bus maupun truk arah Denpasar.
1513058401725 false