20 Feb 2017

Menpora Imam Nahrawi Pilih Program Usia Dini Daripada Naturalisasi Pemain

Menteri pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, menyebut, tak terlalu menyukai jalan pintas untuk memperkuat timnas Sepakbola Indonesia dengan cara Menaturalisasi pemain.Menurut Imam, proses naturalisasi pemain ini merupakan cara Instan yang tidak terlalu berdampak baik dengan perkembangan sepakbola secara keseluruhan. "Banyak negara memakai cara instan dengan naturalisasi tapi juga gagal melihat masa depan sepakbolanya sendiri. Hari ini mungkin kita ada Naturalisasi untuk persiapan percepatan prestasi, tapi untuk masa depan dan jangka panjang kompetisi usia dini adalah hal yang wajib," ujar Imam dalam pembukaan ajang MILO Football Championship 2017 di Stadion Sumantri Brodjonegoro, kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (18/2/2017).[suggestedarticle]"Jepang sudah punya kompetisi wajib di usia dini atau yang biasa kita sebut festival. Kita juga harusnya bisa. 2017 ini adalah bagaimana kompetisi usia dini betul-betul berjalan dan dikawal dengan baik oleh federasi dan pemerintah. Kita tidak akan kehilangan potensi. Selain itu kita juga tidak bisa mengandalkan lagi naturalisasi karena itu cara instan," ungkap Imam.Pemerintah melalui Menpora sendiri sudah punya beberapa agenda dan program untuk mendukung pembinaan sepakbola usia dini ini. "Kita akan wajibkan kompetisi-kompetisi di jenjang SD SMP dan nasional," lanjutnya."Kita akan terus kawal beberapa kompetisi yang akan digelar seperti ada liga menpora yang disiapkan PSSI. kita harus siapkan para pemain ini agar kelak nantinya jadi kebanggaan merah putih," pungkasnya
1487566062776 false