26 Apr 2017

Teka-Teki Uang Muka dalam Kontrak Raphael Maitimo

Pro dan kontra status Raphael Maitimo memasuki babak baru. Usai penjelasan resmi sang pemain dan pihak klub yang diwakili Manajer Persib, Umuh Muchtar; kini giliran PSM Makassar bereaksi balik.Direktur Umum PSM, Irsal Ohorella mengatakan dia tidak mempermasalahkan sah atau tidaknya Raphael Maitimo sebagai pemain Persib Bandung. Karena sudah menandatangani kontrak dengan Maung Bandung, maka secara hukum Raphael Maitimo sudah sah berkostum Pangeran Biru."Tapi apakah Pak Umuh Muchtar tahu dan punya data, kalau Maitimo terikat kontrak juga sebelumnya dengan PSM Makassar dan sudah menerima DP? Tidak mungkin PSM mempermasalahkan hal ini," tanya Irsal retoris, Selasa (25/4/2017), seperti dilansir dari Tribunnews.Kubu menyebut fakta lain yang mengindikasikan memang Raphael Maitimo masih menyisakan persoalan yang belum tuntas. Itu sebabnya sang bintang meminta maaf.[suggestedarticle]"Ingat kenapa Maitimo mengajukan permohonan maaf itu, karena ada kesalahan fatal yang dilakukannya. Kalau dia (Maitimo) benar tidak teken kontrak dan sudah terima DP untuk apa dia minta maaf, dia bisa bebas kemana saja mencari klub, seperti yang dilakukan pemain lainnya dan PSM tidak punya hak mengatur dia," tegas Irsal.Irsal menegaskan, pihaknya tidak sedang ingin menyerang Persib Bandung. Tetapi, mempermaslahkan etika Raphael Maitimo yang seharusnya menghormati klub lama yang ditinggalkannya. "Ini hal yang tidak patut dilakukan oleh pemain profesional. Karena itu apabila Maitimo tetap bersikeras tidak mengakui adanya kontrak dengan PSM Makassar dan sudah terima DP atau bahkan bermain resmi saat laga Persib selanjutnya, maka kami PSM akan bersurat resmi ke klub Persib dan LIB terkait permasalahan ini untuk segera diproses sesuai regulasi PSSI," tutup Irsal.
26 Apr 2017

Setelah Peter Schaller, Siapa Selanjutnya Korban Ganasnya Liga 1?

Baru saja kompetisi Liga 1 berjalan dua pekan, tapi korban pemecatan pelatih sudah mulai terjadi. Korbannya adalah Hans-Peter Schaller yang dipecat oleh Bali United, Rabu (26/04/17).Menariknya, besar kemungkinan Hans bukanlah korban terakhir di putaran pertama ini. Setidaknya ada empat klub yang berpotensi melakukan PHK kepada pelatih.Siapa saja pelatih yang berpotensi angkat koper lebih cepat dan hanya menyaksikan Liga 1 dari sofa rumah? Berikut Bolalob sajikan secara ringan.1. Timo Scheunemann (Persiba Balikpapan)Beruang Madu awalnya menjadi klub yang diramal jadi kuda hitam di Liga 1. Berbekal pengalaman Timo yang mumpuni jika diberi pemain-pemain muda, manajemen menargetkan papan atas. Tapi apa lacur, kekalahan dua kali dari Persija Jakarta (1-2) dan Perseru Serui (1-2), membuat Timo kini tak banyak bicara dari sebelumnya. Ia pun masuk dalam daftar rawan pecat, jika tak meraih poin melawan Arema FC.2. Hanafi (Persegres Gresik United)Hanafi sebetulnya tak buruk, ia mampu membawa Laskar Joko Samudro mengimbangi Persipura Jayapura 1-1 di Stadion Mandala, Jayapura. Namun, petaka datang di pekan ke-2. Bermain di kandang sendiri, Persegres malah kalah lumayan telak 1-3 dari Semen Padang. Hanafi pun mendadak rawan karena Persegres terbenam di papan bawah.3. Dragan Djukanovic (Borneo FC)Meski kemungkinan Dragan diganti kecil, tapi potensi tersebut tetap ada terlebih jika Borneo FC gagal menang melawan Persegres Gresik di kandang sendiri. Saat ini, Pesut Etam nangkring di peringkat 15 hasil imbang dari PS TNI (2-2) dan kalah dari Sriwijaya FC (0-1). Jika merunut kebiasaan para bos-bos klub Kalimantan, bisa saja Dragan jobless di pekan ke-3.4. Jafri Sastra (Mitra Kukar)Pelatih asal Sumatera Barat ini bisa saja jadi korban pemecatan. Meski musim lalu membawa Mitra lebih baik, tapi di awal pekan 1 dan 2, Uda Jafri belum bisa membawa kemenangan bagi klub Naga Mekes. Parahnya, Mitra kini cukup bertabur bintang dengan masuknya Mohamed Sissoko dengan status marquee player.
26 Apr 2017

Aji Santoso Senang Arema FC Punya 'Drogba'

Arema FC tampaknya tak perlu risau jika harus ditinggal lebih lama oleh Cristian Gonzales. Tim pelatih Singo Edan sudah menemukan pengganti yang cukup pas, yakni Dedik Setiawan.Penyerang berlabel ‘El Loco’ untuk sementara meninggalkan tim untuk melaksanakan ritual ibadah umrah. Hal tersebut tentu menimbulkan satu posisi lowong di lini depan Arema."Kalau Gonzales tak main, kami tentu sudah menyiapkan penggantinya sejak latihan persiapan pertama kemarin, kami punya dua-tiga pilihan pemain," ujar pelatih Arema, Aji Santoso seperti dilansir dari wearemania.Sebetulnya banyak pemain depan yang lebih senior daripada Dedik untuk bisa menggantikan posisi Gonzales. Mulai dari Juan Pablo Pino dan Sunarto, namun pelatih Aji Santoso tampaknya melihat bakat besar yang dimiliki pemain berusia 22 tahun ini."Sebetulnya, kami menyiapkan dua pemain, yakni Sunarto dan Dedik sebagai pengganti Gonzales. Karena Sunarto ada sedikit masalah, jadi kami fokuskan ke Dedik," katanya.Kepercayaan Aji Santoso kepada Dedik pun dibuktikan dengan sebiji gol yang dicetaknya dalam laga pekan ke-2 Liga 1, melawan Bhayangkara. Turun sejak menit pertama, pemain asli Malang itu mampu membobol gawang Wahyu Tri Nugroho di menit 17.Usai mencetak gol debutnya untuk Arema, Dedik pun senang bisa menjawab kepercayaan pelatih. Pemain yang gaya bermain dan lafalan namanya mirip dengan Didier Drogba pun bersiap jadi idola baru Aremania.“Alhamdulillah atas gol tersebut. Ini merupakan gol perdana saya untuk Arema FC dan juga di Liga 1. Semoga saya bisa mencetak gol lagi, dan membawa Arema FC lebih baik lagi,” ujar Dedik yang dikutip dari Surya Malang.Aji Santoso pun memberikan pujiannya atas debut menawan pemainnya itu. Tapi, ia juga ingin Dedik cerdas bermain dan bisa membantu pertahanan saat dibutuhkan.“Meskipun bagus dalam menyerang tetapi, saya selalu beri pemahaman kepada Dedik untuk tetap membantu pertahanan. Performa bagus Dedik itu membuktikan Arema FC tidak hanya bertumpu pada Cristian Gonzales saja,” tandas Aji.
1493199901679 false