Rapor Pemain Indonesia U-16 Vs Laos U-16: Sutan Zico Main Sempurna

Timnas Indonesia U-16 sukses menembus putaran final Piala Asia U-16 2018. Kepastian tersebut didapat usai mengalahkan Laos dengan skor 3-0 di Stadion Rajamangala, Jumat (23/9/2017).Butuh hasil imbang, timnas U-16 malah bermain gila. Hasilnya, tiga gol Garuda Asia dicetak oleh Sutan Diego Armando Zico (2 gol) dan Rendy Juliansyah.Bolalob memberi rapor kepada para pemain timnas U-16 yang turun bertanding. Berikut rapor pemain timnas U-16:Ernando Ari Sutaryadi (7): Tampil sempurna dengan mematahkan beberapa peluang dari barisan penyerang Laos. Gawang Indonesia pun aman dari kebobolan.Ahmad Rosadi (7): Sebagai bek tengah, Rusadi bermain sangat disipilin. Penyerang Laos pun frustasi menembus kokohnya pertahanan Indonesia.M. Salman (7): Berduet dengah Rosadi, M. Salman bermain taktis dan disiplin. Ia bisa menjaga area 12 pas Indonesia dengan baik.Yudha Febrian (6,5): Sebagai bek kiri, Yudha bermain maksimal. Ia beberapa kali mengirim umpan berbahaya meski tak berbuah gol.Amiruddin Bagas Kaffa (7,5): Bermain bagi sebagai komponen penting barisan pertahanan lawan. Ia beberapa kali membuat pemain Laos mati kutu.Komang Trisnanda (6,5): Komang bermain apik. Ia terlibat gol pertama Zico dengan memulai serangan dari lini tengah.Brylian Aldama (5,5): Pengawal lini tengah ini bermain tak maksimal di babak pertama. Ia pun digantikan Rendy Juliansyah di babak kedua.Andre Oktaviansyah (7): Andre seperti biasa bermain lincah dan kerap menekan pertahanan lawan. Umpan dan tendangannya mengacaukan konsentrasi lini belakang Laos.Miftahul Husein (5,5): Husein tak maksimal, dan ia terlihat kelelahan. Husein diganti oleh Moch Supriadi di babak kedua.Sutan Diego Armando Zico (9): Sempurna. Ia konsisten mencetak gol dan menjadi pahlawan Indonesia. Dua golnya ke gawang Laos memastikan Merah-Putih ke putaran final Piala Asia U-16 2018 di Malaysia.Amanar Abdillah (7): Amanar punya dua peluang yang mengarah ke gawang. Sayang tak berbuah menjadi gol.Cadangan:Rendy Juliansyah (7): Masuk di awal babak kedua, anak Jakarta ini bermain efektif dan statis. Ia pun mampu menutup penampilan manisnya dengan gol jelang pertandingan berakhir.Moch Supriadi (6): Menggantikan Husein, Supriadi cukup bermain statis. Namun ia tak banyak berpengaruh di babak kedua.Hamsa Lestaluhu (6): Hamsa masuk jelang pertandingan berakhir. Ia cukup menjalankan perannya dengan baik di babak kedua.

Debut di PSMS Berakhir Buruk, Ini Dalih Mantan Pelatih Persib

Djadjang Nurdjaman, mantan pelatih Persib Bandung merasakan pahit saat debut pertamanya  menangani PSMS Medan dalam 16 Besar Liga 2 2017, Kamis (21/9) di Stadion Utama Kebondalem, Kendal, Kamis (21/9).Asuhan barunya itu sepat unggul lewat gol Muhammad Dimas Drajat ke gawang PSIS Semarang. Tapi, tuan rumah berhasil membalikkan keadaan melalui gol Melcior Leideker dan Ahmad Agung. Alhasil, PSMS Medan kalah atas PSIS Semarang 1-2.[suggestedarticle]Lantas, apa tanggapan Djadjang Nurdjaman (Djanur)? Dalam pertadingan pertama ini, Djanur lebih banyak mengamati asuhannya dan berdiskusi dengan asisten pelatih Edy Syahputra tentang apa yang terjadi di lapangan. Edy yang sering berdiri memberi instruksi kepada skuat PSMS Medan.BACA JUGA: Hasil 16 Besar Liga 2, Jadwal Jumat-Sabtu dan Klasemen Sementara"Masih ada beberapa posisi yang tidak siap hari ini. Itu jadi bahan catatan saya bersama tim pelatih untuk segera diperbaiki," ungkap Djanur seperti dikutip Bola.com usai pertandingan.Djanur menilai strategi yang diinginkan tim pelatih sudah berjalan dengan baik. Hanya saja, faktor konsentrasi pemain yang kurang baik jadi penyebab dua gol yang dicetak PSIS. Ia juga sudah mengantisipasi akan proses bola mati tim tuan rumah yang mematikan. [suggestedarticle]Gol penentu kemenangan PSIS Semarang memang berawal dari free kick, Muhammad Ridwan yang menimbulkan kemelut di depan gawang Abdul Rohim. "Kami sudah antisipasi, namun luput dari konsentrasi pemain. Juga masih banyak kesalahan elementer yang dilakukan para pemain," terang Djanur.Asisten pelatih PSMS, Edy Syahputra juga menyoroti para pemain yang tidak fokus dalam mengawal pemain lawan. Hal tersebut jadi faktor terjadinya gol PSIS. "Sebenarnya dua gol itu tidak perlu terjadi jika pemain fokus dalam hal bertahan. Apalagi gol kedua dari proses bola mati," tuturnya.

Menang Besar Atas PS Biak, Persebaya Pimpin Grup C 16 Besar Liga 2

Tuan rumah Persebaya Surabaya menang telak atas PSBS Biak 5-0 pada babak 16 Besar Grup C Liga 2 2017 yang berlangsung di Stadion Bung Tomo, Surabaya, Jumat (22/9).Kemenangan ini membawa Persebaya sementara memimpin klasemen Grup C dengan tiga poin, diikuti Persigo Semeru FC yang pada waktu bersamaan menang atas Kalteng Putra 1-0.Lima gol kemenangan tuan rumah dicetak kapten tim Misbakhus Solikin menit ke-22 dan 62, Ricky Kayame menit ke-39, Irfan Jaya menit ke-90+1 serta gol bunuh diri Faizal Samberbori menit ke-31.BACA JUGA: Liga 2 Tagih Hak Siar TV, Ini Jawaban PT LIB"Kemenangan ini sangat kami syukuri dan pemain bermain sangat bagus sekali pada pertandingan perdana 16 besar," ujar pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera kepada wartawan usai pertandingan."Kami memang kesulitan di menit awal, tapi setelah cetak gol pertama, kami bisa terus menambah skor. Pemain juga bisa membaca situasi mana yang menjadi celah dapat mencetak gol," ucap Vera yang merupakan pelatih asal Argentina.Sementara itu, Pelatih PSBS Biak Frengky Rudi Samay mengaku kesulitan mencetak gol di depan gawang Persebaya, karena pengaruh mental bermain di hadapan puluhan ribu Bonek Mania."Pemain terlihat jatuh mentalnya karena belum pernah bermain di hadapan penonton sebanyak ini. Sebenarnya satu poin saja kami cukup puas, tapi justru kalah telak dan tidak menyangkanya," kata Frengky usai pertandingan.Laga Persebaya berikutnya adalah bertandang menghadapi Kalteng Putra di Palangka Raya pada Selasa, 26 September 2017.Klasemen Sementara Grup C 16 Besar Liga 2 2017
1506140402150 false