17 Jan 2017

Mampukah Manchester City Bangkit?

Perjuangan Manchester City dalam mengarungi Premier League mulai temui banyak hambatan.Hal tersebut terbukti ketika Manchester City tak dapat berkutik saat dikalahkan oleh Everton dengan skor 4-0 di ajang Premier League pekan ke-21, Sabtu, 14 Januari lalu. Kekalahan telak dari Everton juga bisa dibilang menjadi kado terburuk untuk Pablo Zabaleta yang pada Senin kemarin (16/1), berulang tahun yang ke-32 tahun.Pelatih City, Josep Guardiola nampaknya mulai terlihat kesulitan melatih di Inggris. Jadwal super padat hingga banyaknya pemain yang dibekap cedera menjadi tantangan sendiri bagi seorang pelatih untuk tetap raih hasil positif untuk klub yang dinahkodai.Banyaknya rintangan ini memaksa mantan Pep Guardiola untuk putar otak dalam meramu formula baru, misal; mengganti posisi pemain. Awalnya Zabaleta bermain sebagai bek kanan lalu 'disulap' Guardiola untuk menjadi gelandang, atau Aleksandar Kolarov, yang biasa bermain sebagai bek kiri, tiba-tiba bergeser menjadi seorang midfielder. calciomercato.com Pada Premier League pekan ke-22 nanti, City kembali dihadapkan tantangan besar. Kali ini klub asuhan Guardiola ini akan menjamu Tottenham Spurs di Etihad Stadium. Pada pertemuan sebelumnya, City harus menyerah di White Hart Lane dengan skor 2-0, sayangnya performa City ketika bertemu dengan Spurs jugalah tidak gemilang, dari lima laga terakhir di Premier League, City hanya berhasil petik dua kemenangan, tiga laga sisanya berhasil dicuri oleh Spurs.Laga kontra Spurs di kandang bakal menjadi ujian bagi Kevin de Bruyne dkk. pasalnya sang tuan rumah takkan diperkuat oleh beberapa pemain seperti; Fernandinho yang harus absen karena hukuman larangan bermain sebanyak empat pertandingan. City juga takkan diperkuat oleh sang kapten, Vincent Kompany dan juga Ilkay Gundogan karena cedera.Mari lihat lini belakang City. Dalam beberapa match belakangan Pep memanfaatkan duet Nicolas Otamendi dengan John Stones untuk lini belakang City, namun duet ini masih jauh dari kata sempurna. Dari lima laga terakhir di kompetisi lokal (Premier League dan Piala FA), duet Otamendi-Stones harus menderita tiga kekalahan, dari Chelsea, Liverpool dan juga Everton. breakingnews.ie Selain penampilan pemain belakang yang dinilai belum konsisten, kiper utama City, Claudio Bravo juga belum menunjukkan performa terbaiknya. Eks kiper Barcelona tersebut hanya berhasil meraih satu kali cleansheet dari lima laga terakhir bersama City di Premier League, sedangkan saat membela Barcelona, rasio cleansheet Bravo lebih baik, yaitu berhasil meraih tiga cleansheet dari lima laga terakhir di La Liga.Situs berita asal Inggris, Squawka.com juga memberikan nilai yang cukup rendah untuk lini belakang City. City hanya diberikan nilai sebesar 46 dari perfomance score untuk kategori defence. Nilai yang tak begitu baik ini menempatkan City di peringkat ke-17 di list peringkat tim dari Squawka, jauh dari Chelsea yang tempati peringkat pertama. Untuk produktifitas gol, sejauh ini City berhasil melesatkan 41 gol di Premier League, berada di urutan ke-5 dalam peringkat tim soal produktifitas gol. Dengan statistik di atas, kita tentu sepakat jalan yang harus dilalui Pep Guardiola sungguh terjal. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan, apakah City dapat bangkit dan menang di laga kontra Spurs pekan depan?Tulisan ini dibuat oleh Wannady yang merupakan fans Manchester City dan anggota komunitas MCSCI (@INA_Citizens) yang berasal dari Jakarta, follow Wannady di twitter : @wannady21.
1484630107651 false