Benevento Beri Milan Kekalahan ke-10, Gattuso Minta Maaf

AC Milan kembali menelan kekalahan dan kali ini oleh tim juru kunci Benevento. Total sudah 10 kali Milan kalah di musim 2017/2018. Gennaro Gattuso pun merasa perlu meminta maaf kepada fan atas kekalahan ke-10 tersebut.Gattuso mengatakan, kekalahan 0-1 atas Beneventodi San Siro membuat Rossoneri tidak pernah menang dalam enam laga terakhir. Gol Pietro Iemmelo di menit ke-29 membuat target Milan lolos ke Liga Champions musim depan menjadi suram.[suggestedarticle=3]Berkat kekalahan tersebut Milan kini tertinggal 10 angka atas Lazio di posisi keempat atau batas akhir zona Champions. Margin tersebut berpotensi menjauh andai Lazio mampu mengalahkan Sampdoria."Jelas terlihat tim sedang mengalami penurunan. Jika anda tidak bermain dengan hati, maka akan menuai malu seperti ini," ujar Gattuso kepada Mediaset Premium.Dalam laga tersebut Gattuso memasang dua striker sekaligus, yakni Patrick Cutrone dan Andre Silva. Namun, nyatanya tidak terjadi ujan gol bagi tuan rumah. Gattuso justru menilai keputusannya tersebut tidak berpengaruh signifikan."Tak masalah kami bermain dengan dua, tiga atau empat striker. Kami tak punya kekuatan psikologis untuk melakukan apapun. Bahkan pada dasarnya kami hanya membuat mereka (Benevento) tergelitik tanpa mampu membuat mereka terluka," ungkapnya.Gattuso meminta maaf pada tifosi setia timnya menyusul kekalahan memalukan tersebut. "Kami harus meminta maaf pada pendukung karena kami mengenakan jersey prestisius dan kami harusnya tak boleh mengalami malam memalukan seperti ini," ucapnya.

AS Roma Sukses Permalukan SPAL di Kandang Sendiri

Roma berhasil mencuri tiga poin dari lawannya, SPAL dalam lanjutan Serie A pekan ke-34 di Stadio Paolo Mazza, Sabtu (21/4).Tuan rumah SPAL harus mengakui keunggulan Roma dengan skor 3-0 tanpa balas.Ketiga gol Roma tersebut diciptakan oleh Patrik Schick, Radja Nainggolan, serta satu golnya lagi tercipta lewat gol bunuh diri yang dilakukan oleh Francesco Vicari.Pada awal babak pertama, kedua tim terlihat saling ingin menguasai jalannya pertandingan.Hingga menit ke-12, SPAL merasa diperlakukan secara tidak adil oleh wasit, saat Mirco Antenucci yang lolos dari jebakan offside, terlihat dijatuhkan oleh lawan di kotak penalti. Namun, wasit melihatnya bukan sebuah pelanggaran yang mengharuskannya memberi hadiah penalti.Beberapa menit kemudian, El Shaarawy mendapatkan sebuah peluang. Sayang, tembakannya masih meleset beberapa senti saja dari sisi gawang,Tuan rumah harus gigit jari di menit ke-33, setelah Vicari melakukan gol bunuh diri ke gawang sendiri.Berawal dari umpan yang dilepaskan Kevin Strootman dari sisi kanan, namun salah diantisipasi oleh Francesco Vicari yang malah mencetak gol ke gawangnya sendiri.El Shaarawy kembali mendapatkan peluang di menit-menit injury time babak pertama. Namun, tendangannya dari jarak dekat masih bisa ditepis oleh penjaga gawang Meret.Skor 1-0 pun bertahan hingga wasit meniup peluit berakhirnya babak pertama.[suggestedarticle=3]Awal babak kedua, Roma semakin intens dalam melakukan serangan ke gawang SPAL.Hasilnya, dimenit ke-52, Roma sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0 lewat gol dari pemain keturunan Indonesia, Radja NainggolanSelang delapan menit kemudian, tim tamu memperbesar skor menjadi 3-0, kali ini lewat gol yang dicetak oleh Schick.Berawal dari umpan di depan gawang SPAL, Schick pun langsung menyambarnya dengan sepakan kencang ke gawang SPAL. Laju bola tak mampu dihadang oleh kiper Meret.SPAL sempat mencoba beberapa kali menyerang demi memperkecil keadaan.Namun, hingga wasit meiunp peluit tanda berakhirnya pertandingan, skor 3-0 untuk kemenangan Roma pun usai. Susunan Pemain:SPAL: Meret (Gomis 79); Cionek, Vicari (Grassi 38), Felipe; Lazzari, Kurtic, Everton Luiz, Schiattarella (Simic 46), Mattiello; Paloschi, AntenucciRoma: Alisson; Bruno Peres, Fazio, Manolas, Silva; Strootman (Cengiz Under 67), Gonalons, Pellegrini (Gerson 77); Nainggolan (Perotti 73), El Shaarawy; Schick

Sepuluh Pemain Torino Sukses Tahan Imbang AC Milan

AC Milan harus puas berbagi angka saat melawan Torino dengan skor 1-1 dalam lanjutan Serie A di Olimpico Grand Torino, Kamis (19/4).Tuan rumah sukses menahan imbang AC MIlan meski hanya tampil dengan sepuluh pemain jelang akhir pertandingan, Gol semata wayang Milan dicetak oleh Giacomo Bonaventura, sedangkan gol Torino dicetak oleh Lorenzi De Silvestri.Baru jalan beberapa menit laga babak pertama, wasit memberikan hadiah penalti kepada Torinho usai pemain mereka dilanggar di dalam kotak penalti oleh Franck Kessie.Namun, peluang emas tersebut gagal dimanfaatkan Andrea Belotti yang ditunjuk sebagai eksekutor. Bola yang ditendangnya hanya membentur mistar gawang Milan.Memanfaatkan kegagalan penalti dari Torino, Milan langsung balik menekan ke pertahanan tuan rumah.Di menit ke-9, Milan sukses mengubah skor menjadi 1-0 melalui gol yang dicetak Giacomo Bonaventura.Meski sudah unggul, Milan tak mengendorkan serangannya ke jantung pertahanan dari Torino.Namun, eksekusi yang tidak sempurna dari tim tamu, membuat banyaknya peluang menjadi terbuang percuma.Sko 1-0 pun bertahan usai wasit meniupkan peluit berakhirnya pertandingan babak pertama.[suggestedarticle=3]Pada babak kedua, Milan tidak bisa mengembangkan permainannya.Hal ini menjadi peluang bagi Torino untuk melancarkan serangannya ke kubu tim tamu.Lorenzo De Silvestri sukses menjadikan skor imbang 1-1. Berawal dari sepak pojok yang dilepaskan oleh Granata, Lorenzo kemudian langsung menyambarnya untuk mengubah skor menjadi imbang bagi Torino.Melihat hal tersebut, Gennaro Gattuso langsung bertindak cepat dengan menurunkan Patrick Cutrone yyang menggantikan Nikola Kalinic dan Andre Silva yang menggantikan Suso.Di menit injury time, De Silvestri diusir keluar lapangan usai menerima kartu kuning keduanya. Torino pun harus bermain dengan sepuluh orang pemain.Unggul jumlah pemain tak membuat Milan mampu memperbesar skor. Hingga wasit meniup peluit akhir babak kedua, skor imbang 1-1 menghiasi laga antara Milan melawan Torino.Susunan PemainTorino (3-4-1-2): 39-Salvatore Sirigu; 33-Nicolas Nkoulou, 13-Nicolas Burdisso, 24-Emiliano Moretti; 29-Lorenzo De Silvestri, 88-Thomas Rincon (22-Joel Obi 57'/21-Alejandro Berenguer 85'), 8-Daniele Baselli, 15-Cristian Ansaldi; 10-Adem Ljajic; 14-Iago Falque (20-Simone Edera 64'), 9-Andrea BelottiPelatih: Walter MazzarriAC Milan (4-3-3): 99-Gianluigi Donnarumma; 20-Ignazio Abate, 19-Leonardo Bonucci, 17-Cristian Zapata, 68-Ricardo Rodriguez; 79-Franck Kessie, 21-Lucas Biglia (73-Manuel Locatelli 67'), 5-Giacomo Bonaventura; 8-Suso Fernandez (9-Andre Silva 78'), 7-Nikola Kalinic (63-Patrick Cutrone 74'), 11-Fabio BoriniPelatih: Gennaro Gattuso

Juventus dan Napoli Berebut Bek Kanan Atletico

Napoli sepertinya sudah menjadi musuh bebuyutan sekaligus pesaing utama Juventus di era millennial. Kali ini keduanya disinyalir bersaing untuk mendapatkan bek kanan Atletico Madrid asal Kroasia Sime Vrsaljko.Sang agen Giuseppe Riso kepada Radio Crc mengatakan, kliennya masuk dalam daftar incaran Il Partenopei maupun La Vecchia Signora. Namun, dia tidak yakin Sime bakal mendapat lampu hijau dari manajemen Atletico untuk meninggalkan Wanda Metropolitano Stadium."Napoli dan Juve sedang mencari bek kanan tapi itu adalah kasus yang juga terjadi di Eropa dan itulah kenapa dia tidak pergi di bulan Januari," ujar Riso.[suggestedarticle=3]Riso menegaskan, kliennya snagat mencintai Italia sebagaimana Sime menapaki kariernya sebagai sepak bola mapan seperti hari ini. Tetapi teramat berat bagi Atletico melepasnya kecuali telah mendapatkan pengganti yang setimpal."Sime cinta dengan Italia tapi Premier League memukau untuk semua orang termasuk dirinya. Saya tidak tahu Atletico akan menjualnya atau tidak. Mereka harus menemukan penggantinya dan itu tidak mudah," ungkapnya.Selain menjadi andalan Diego Simeone mengawal sisi kanan pertahanan Los Rojiblancos, Sime juga menjadi salah satu andalan timnas Kroasia. Sejauh ini dia telah tampil untuk negaranya sebanyak 34 pertandingan di pentas internasional. Aksi Sime di Rusia Juni-Juli mendatang pun layak untuk ditunggu.[suggestedarticle=2]Andai kembali ke Italia bersama Juventus atau pun Napoli, Sime sepertinya tidak akan kesulitan untuk beradaptasi dengan sepak bola negeri pizza itu. Jauh sebelum ke Spanyol, Sime lebih dulu membela Genoa pada tahun 2013 silam dan semusim kemudian hengkang ke Sassuolo menjadi anak buah Eusebio Di Francesco selama dua tahun.
1524096601831 false