Jadi Bancakan Gol, Mexes Dinilai Solusi untuk Benevento

Tim juru kunci di kompetisi tertinggi Italia, Benevento, sejauh ini menjadi bancakan sekaligus lumbung gol bagi lawan-lawannya. Guna memperbaiki hal tersebut, pihak manajemen berencana mendatangkan mantan bek AC Milan Philippe Mexes.Pemain asal Prancis itu sendiri saat ini sedang tak memiliki klub setelah kontraknya dengan AC Milan tak dilanjutkan. Setidaknya, kondisi tersebut bisa mempermudah langkah Benevento untuk mendatangkan seorang bek tangguh yang kaya akan pengalaman di Serie A.Benevento sendiri tampil di Serie A sebagai salah satu tim promosi dari Serie B. Dipercaya bakal banyak membuat kejutan, Benevento malah acap kali menjadi bulan-bulanan tim Serie A lainnya.Dari enam laga yang telah dimainkan, Benevento telah kebobolan 16 kali dan baru sekali menceploskan bola ke jala lawan. Parahnya lagi, jangankan mengecap kemenangan, untuk memperoleh hasil imbang saja Benevento belum merasakannya di enam laga awal Serie A.[suggestedarticle]Terlebih saat mereka dihancurkan Napoli dengan skor telak 6-0. Catatan tersebut pun mengantar Benevento di dasar klasmen sementara Serie A.Maka dari itu, pihak klub berencana mengakhiri parade gol ke gawang sendiri dengan memperkuat sektor pertahanan. Seperti yang dikutip dari Il Mattino, Pelatih Benevento, Marco Baroni, menghendaki didatangkannya pemain belakang baru dan sosok Mexes pun dinilai sebagai solusinya.Mexes, meski sudah tidak lagi muda, berusia 35 tahun, akan jadi rekrutmen yang penting bagi Benevento. Pemain asal Prancis ini punya pengalaman yang panjang di Serie A. Selain pernah membela Milan, ia juga pernah membela AS Roma.

Kemenangan Sulit Inter atas Genoa, Spalletti: Kami Tak Bisa Lebih Baik Lagi

Inter Milan akhirnya tertolong bola mati saat mereka mengidamkan gol kemenangan kala jumpa Genoa di Giussepe Meazza. Sepakan pojok Joao Mario sukses dikonversi menjadi gol oleh Danilo D'Ambrosio pada menit ke 87.Atas kemenangan yang sulit, Pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti mengkritik anak buahnya yang dinilai bermain lamban. Ia pun mengakui bahwa Antonio Candreva dan kawan-kawan amat sulit dalam mengembangkan permainan.Yang menjadi catatan utama Spalletti, Inter Milan gagal menunjukan penampilan terbaiknya di rumah sendiri."Situasi bola mati adalah kekuatan bagi kami dan sebuah pilihan penting yang bisa kami lihat, di mana inilah yang terjadi hari ini, karena ini memungkinkan kami memenangkan pertandingan," ujarnya."Hari ini kami memindahkan bola terlalu lambat, tapi setidaknya kami bergerak sebagai tim. Ini adalah Inter yang terorganisir, mungkin terlalu terorganisir, karena kami perlu kilatan inspirasi untuk menerobos dan untuk tak bisa diprediksi," tambah mantan pelatih AS Roma itu.[suggestedarticle]Ada catatan khusus Spalletti dalam menginstruksikan D'Ambrosio pada laga tersebut. Jika sebelumnya pemain belakang itu acap kali diminta untuk menahan diri tidak terlalu frontal menyerang, memasuki babak kedua, pelatih berkepala plontos itu akhirnya membebaskan gerak sang pemain.Hasilnya, D'Ambrosio menjadi penentu kemenangan Inter melalui golnya di tiga menit seeblum waktu normal berakhir."Di babak pertama, saya meminta D'Ambrosio menahan diri dan memastikan kami tak menderita serangan balik yang berbahaya. Menjelang akhir, kami membiarkannya lepas dan dia mencetak gol," sambungnya.Terhadap Genoa, Spalletti mengacungkan jempol telah memberikan perlawanan yang tak cukup merepotkan.[suggestedarticle]"Genoa bekerja sangat keras dan menurut saya kami tak bisa melakukan lebih baik lagi pada hari ini. Saya selalu berharap lebih, bahkan ketika para pemain saya tampil hebat, tapi kami harus menemukan batasan kami dan melampauinya," tandasnya.Laga itu sendiri diwarnai dengan diusirnya dua pemain GenoaStephane Omeonga dan Adel Taarabt ketika waktu memasuki masa injury time.

Sampdoria Hajar Milan 2-0 di Luigi Ferraris

AC Milan terpaksa pulang dengan kepala tertunduk setelah dibungkam Sampdoria di Luigi Ferraris dengan skor meyakinkan 2-0. Itu artinya, Rossonerri telah menderita dua kali kekalahan di pentas Serie A Italia.Berstatus tim tamu rupanya Milan tak bisa menunjukan superiornya terhadap Sampdoria. Banyak menggelontorkan uang untuk meng-upgrade komposisi tim, nyatanya sepanjang babak pertama tak sekalipun mampu membahayakan jala Il Samp.Sebaliknya, tim tuan rumah malah beberapa kali merepotkan barisan belakang Milan yang dipimpin Leonardo Bonucci. Hanya saja, Il Samp sendiri belum bisa menjebol gawang Gianluigi Donnarumma sepanjang 45 menit pertama.Setidaknya, Duvan Zapata sempat memiliki peluang emas dari sundulannya pada menit ke 13 sebelum bola berhasil dipetik Donnarumma.Gawang Milan kembali diteror Sampdoria pada menit ke 37, beruntung kiper muda Milan tersbeut sukses mengamankan gawangnya dari kebobolan. Skor kaca mata pun menutup paruh pertama.Memasuki babak kedua, permainan Milan masih jauh dari baik setidaknya hingga menit ke 60. Pada momen inilah Milan berhasil membuat pendukung tuan rumah menarik nafas panjang. terlebih setelah Suso sukses melepas tembakan. Sayangnya upaya tersebut masih tak membuat Milan unggul. Pasalnya tendangan Suso masih jauh dari sasaran.Pada menit 67, Milan kembali mendapat peluang. Gol bisa terjadi seandainya Franck Kessie bisa memanfaatkan peluang ini. Sayangnya setelah mendapat umpan terobosan dan lolos dari hadangan lawan, ia tak segera melepas tembakan. Ia keburu jatuh setelah adu fisik dengan bek lawan.Tiga menit menit kemudian, peluang Milan kembali terjadi. Namun setelah Kalinic mendapat umpan datar dari sisi kiri lapangan, tembakannya masih melambung jauh.Petaka bagi Milan pun lahir pada menit ke 72 saat Zapata sukses merobek gawang Donnarumma dari jarak dekat. Untuk sementara Milan tertinggal 1-0.Tak ingin pulang dengan kepala tertunduk, Vicenzo Montella merevisi taktiknya dengan memasukan Hakan Calhanoglu, Fabio Borini dan Patrick Cutrone. Upaya tersebut rupanya tak berbuah hasil signifikan dan hanya meghasilkan sebuah statistik bahwa Milan menjadi dominan pasca gol Zapata.Ketika Milan mencoba untuk menyamakan kedudukan, Ricardo Alvarez malah menambah derita anak asuh Montella saat dirinya sukses mencetak gol di masa injury time.Singkat cerita, skor 2-0 bertahan hingga laga bubaran dan Milan pun tersungkur di Luigi Ferraris. Dengan demikian Milan tertahan di posisi lima klasmen sementara dengan 12 poin. Sementara Sampdoria menguntit Milan di posisi keenam dengan 11 poin plus masih menyisakan satu pertandingan.Susunan Pemain: SAMPDORIA (4-3-1-2): Puggioni (GK); Bereszynski, Silvestre, Regini, Strinic; Barreto, Torreira (Capezzi 90), Praet (Alvarez 90); Ramirez (Verre 84); Quagliarella, ZapataMILAN (3-5-2): Donnarumma (GK); Zapata, Bonucci, Romagnoli; Abate (Borini 82), Kessie, Biglia, Bonaventura (Cutrone 78), Rodriguez; Suso (Calhanoglu 78), Kalinic
1506234002221 false