Menangkan Copa del Rey, Coutinho: Ini Gelar Perdana Saya

Philippe Coutinho mengaku bahagia usai Barcelona menggilas Sevilla lima gol tanpa balas di ajang Copa del Rey. Kemenangan tersebut pun menjadi gelar perdananya di tanah Spanyol.Satu dari lima gol yang tercipta disumbangkan eks playmaker Liverpool tersebut melalui titik penalti. Sedangkan dua gol lain dicetak Luis Suarez dan dua gol lain dicetak Lionel Messi dan Andres Iniesta."Ini adalah impian saya bermain di sini (Barcelona) dan memenangi gelar. Ini adalah gelar perdana saya bersama Barcelona," ujar Coutinho kepada RTVE.[suggestedarticle=3]Dia tidak luput untuk memuji kualitas rekan setimnya, Andres Iniesta yang ikut andil besar memenangi gelar yang diraih di Wanda Metropolinao Stadium tersebut. Menurutnya, gelandang tengah asli La Masia itu merupakan salah satu pemain hebat yang dimiliki Barcelona dan Spanyol. "Sebuah kehormatan bagi saya dapat bersama Iniesta baik di ruang ganti dan di lapangan," ungkapnya.Gelar kedua bagi Coutinho, yakni trofi La Liga akan segera menyusul. Kemungkinan tersbeut sangat besar usai Barcelona unggul 12 poin dari Atletico Madrid di posisi kedua hingga pekan ke-33. Secepat-cepatnya pekan depan Coutinho akan kembali memenangkan trofi bersama Barcelona.Saat menghadapi Sevilla, Barcelona bermain dengan agresivitas serangan yang mengerikan. Tim asal Katalan tersebut menekan pertahanan anak asuh Vincenco Montella sejak laga dimulai. "Pelatih ingin kami tampil menggebrak sejak awal. Kami pun menunjukkan permainan apik di babak pertama dan harus seperti itu di setiap pertandingan," ujarnya.

Ocehan Cesar Munculkan Kembali Permusuhan Mourinho dengan Casillas

Kisah perselisihan antara Jose Mourinho dan Iker Casillas seolah kembali diputar. Eks kiper Inter Milan Julio Cesar mengatakan jika Mourinho sangat tidak menyukai Casillas.Baik Inter Milan dan Real Madrid serta Casillas dan Cesar sama-sama pernah ditangani atau dilatih oleh Mourinho. Namun, saat di Madrid hubungan San Iker dengan The Special One tidaklah harmonis.Dampaknya Mou lebih senang menggunakan jasa Diego Lopez ketimbang Casillas untuk menjaga gawang Madrid. Puncaknya, Casillas tersingkir dari skuat utama Los Galacticos dan memutuskan pindah ke Porto di musim 2015.[suggestedarticle=3]Kisah ketidakharmonisan tersebut baru-baru ini seolah diingatkan kembali oleh Cesar. Kiper asal Brazil itu mengaku Mou sempat mengirim pesan kepadanya yang intinya menjelek-jelekkan Casillas.Kedatangan Mou di klub ibu kota Spanyol itu berlangsung pada 2013. Di saat yang sama sedang digelar pula Piala Konfederasi 2013 yang mana Brazil sukses menjadi juara mengalahkan Spanyol dengan skor mencolok 3-0 di partai final.Pada kompetisi tersebut, Cesar terpilih sebagai kiper terbaik mengalahkan Casillas. Pemicu Mou mengirimkan pesan kepada Cesar tentang Casillas pun terjadi. Saat itu Cesar menggunakan jersey milik Casillas karena keduanya bertukar seragam setelah pertandingan saat pembagian trofi. Tak diduga Cesar, aksinya bertukar jersey itu tak disukai oleh Jose Mourinho."Setelah kembali ke ruang ganti saya mendapatkan pesan Mourinho," kata Cesar dilansir Football5Star.com dari Daily Mail."Dia (Mou) rupanya punya masalah dengan Casillas. Dia berkata, Anda (Cesar) gila, dia (Casillas) yang seharusnya mengenakan jersey Anda, bukan sebaliknya," ucapnya. "Dia (Mou) mengatakan juga, saya bisa menghentikan tembakan lebih banyak dengan satu tangan dari pada Casillas," ucapnya.Diakui Cesar, Mourinho merupakan seorang pelatih yang kerap berbicara blak-blakan terhadap pemainnya. Kebiasaan tersebut berlaku untuk semua pemain, apakah itu bintang atau buka. Mou pun pernah menyeprot Cesar dengan mengatakan kualitasnya seperti halnya kiper dari Serie C.[suggestedarticle=3]"Julio, kau adalah kiper terbaik dunia namun saat ini levelmu seperti kiper Serie C," ucap Mou kepada Cesar usai penampilan buruk mantan kiper nomor satu Inter itu saat menghadapi Fiorentina saat itu. Tidak hanya sekali perlakuan tak enak Mou diterima Cesar. "Mou juga mempermalukan saya dengan memaksa saya mengenakan jersey berwarna kuning yang bukan seragam resmi tapi adalah seragam latihan. Jelas saya menolak. Dia terus mengolok-olok saya dengan mengatakan jika saya takut akan bola. Pada akhirnya saya pun tetap bermain dengan jersey kuning itu," ungkapnya.
1524301801905 false