Cara Pemain Masuk Ke Lapangan Futsal Ternyata Berpengaruh Pada Permainan

Jangan sepelekan hal-hal terkecil dalam permainan futsal. Selain teknis, faktor non-teknis ternyata juga berpengaruh sebelum bermain futsal.   "Hal itu ada perngaruh juga. Misal jika kita masuk lapangan untuk pemanasan ataupun sebelum kick-off, sebisa mungkin jangan sampai menunduk," kata Matias Ibo dari Sport Science Pocari Sweat yang mendampingi timnas Indonesia selama di AFF Futsal Championship 2016 lalu.   "Kalau kita nunduk, biasanya lawan akan lebih termotivasi untuk melawan kita karena mereka menganggap menunduk itu tanda kita kurang percaya diri. Sebaliknya jika kita masuk lapangan dengan kepala tegak dan penuh antusiasme dan motivasi, lawan pasti akan sedikit ciut nyalinya dan mewaspadai kita," ungkap Ibo yang juga berperan sebagai fisioterapis timnas futsal Indonesia.   Kebiasaan memasuki lapangan ini ternyata merupakan salah satu program dari Sport Science Pocari Sweat yang masuk dalam penanganan psikologis pemain. "Tapi hal itu tergantung si pemainnya. Psikologi di sini bisa dilakukan oleh tim kepelatihan lainnya. Bisa juga dengan bicara secara personal dengan pemain," ungkap Ibo.   Yang lebih dominan, tim Pocari Sweat Sport Science bekerjasama dengan dokter timnas, Achmad Nizar, menangani dua hal yang krusial yaitu Sport Nutrition dan Sport Medicine di AFF Futsal 2016.Karena Futsal merupakan Olahraga dengan intensitas tinggi, minum Pocari Sweat sangat diperlukan untuk membatu hidrasi agar cepat tergantikan IONnya dan memiliki performa yang kembali maksimal.   Ibo menjelaskan, ada empat program dari sport Science Pocari Sweat yang diterapkan ke dalam skuat timnas futsal. Dua yang utama adalah Sport Medicine dan Sport Nutrition selain Psikologis dan fisiologi.   "Untuk Sport Nutrition, kami mencoba sebisa mungkin mengatur pola makan skuat timnas futsal Indonesia. Jam berapa waktu makan dan apa yang harus dimakan itu berpengaruh untuk kondisi para pemain jelang pertandingan," kata Ibo.   Untuk Sport Medicine, mantan fisioterapis timnas sepakbola Indonesia ini mengatakan, yang utama dari program ini adalah pemulihan kondisi fisik para pemain.   "Program ini lebih ke arah recovery. Tiga hari memainkan tiga pertandingan dengan istirahat kurang dari 24 jam tentunya harus diseimbangi dengan pemulihan yang baik. Beberapa cara saya gunakan untuk recovery pemain, salah satunya adalah memakai recovery pum yang berguna menghilankan zat asam laktat di Kaki yang merupakan sumber penyebab keram," ungkapnya.   Untuk diketahui, sejak seleksi hingga pemusatan latihan Agustus lalu di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Pocari Sweat resmi menjadi salah satu sponsor timnas futsal. Ada beberapa sokongan yang dilakukan Pocari Sweat untuk membantu persiapan timnas futsal Indonesia.   Salah satunya adalah program Sport Science yang digelar pada Oktober lalu di GOR UNESA Surabaya. Matias Ibo bersama tim Pocari Sweat Sport Science melakukan sesi Screening Assesment kepada skuat timnas futsal untuk mengamati dan menilai kondisi tubuh serta anatomi setiap pemain agar si pemain ataupun pelatih mampu memaksimalkan kemampuan tubuh.

Program Sport Science Diterapkan Dalam Persiapan Timnas Futsal

Dalam persiapannya menghadapi ajang AFF Futsal Championship 2016, timnas futsal Indonesia didukung oleh Pocari Sweat yang menggelar beberapa program pendukung.Salah satunya adalah membantu persiapan tim secara teknis lewat program Sport Science yang dipimpin oleh mantan fisioterapis timnas sepakbola Indonesia, Matias Ibo.Ibo menjelaskan, ada beberapa program utama dari sport Science Pocari Sweat yang diterapkan ke dalam skuat timnas futsal. Dua yang utama adalah Sport Medicine dan Sport Nutrition.Karena Futsal merupakan Olahraga dengan intensitas tinggi, minum Pocari Sweat sangat diperlukan untuk membatu hidrasi agar cepat tergantikan IONnya dan memiliki performa yang kembali maksimal."Untuk Sport Nutrition, kami mencoba sebisa mungkin mengatur pola makan skuat timnas futsal Indonesia. Jam berapa waktu makan dan apa yang harus dimakan itu berpengaruh untuk kondisi para pemain jelang pertandingan," kata Ibo.Untuk Sport Medicine, dirinya yang juga ikut bersama rombongan skuat timnas ke Thailand mengatakan, yang utama dari program ini adalah pemulihan kondisi fisik para pemain."Program ini lebih ke arah recovery. Tiga hari memainkan tiga pertandingan dengan istirahat kurang dari 24 jam tentunya harus diseimbangan dengan pemulihan yang baik. Beberapa cara saya gunakan untuk recovery pemain, salah satunya adalah memakai recovery pum yang berguna menghilankan zat asam laktat di Kaki yang merupakan sumber penyebab keram," ungkapnya.Untuk diketahui, sejak seleksi hingga pemusatan latihan Agustus lalu di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Pocari Sweat resmi menjadi salah satu sponsor timnas futsal. Ada beberapa sokongan yang dilakukan Pocari Sweat untuk membantu persiapan timnas futsal Indonesia.Salah satunya adalah program Sport Science yang digelar pada Oktober lalu di GOR UNESA Surabaya. Matias Ibo bersama tim Pocari Sweat Sport Science melakukan sesi Screening Assesment kepada skuat timnas futsal untuk mengamati dan menilai kondisi tubuh serta anatomi setiap pemain agar si pemain ataupun pelatih mampu memaksimalkan kemampuan tubuh."Dengan support Pocari Sweat selama persiapan AFF dari awal sampai sekarang, yang utama adalah untuk membantu mempersiapkan timnas futsal agar sebaik mungkin. Dengan salah satu program yaitu Pocari Sweat Sport Science semoga tim dan pemain mendapatkan performa yang lebih baik dan target juara bisa dicapai," kata Ricky Jefta, perwakilan dari Pocari Sweat.Lihat update Timnas Futsal beraha di AFF Futsal 2016 disini dan di Instagram Timnas Futsal.   Conditioning pagi hari ini 👌 . . . Today kick off #AFFFutsal2016 vs Malaysia pkl 14.00 WIB LIVE MNC TV / iNews TV . . . Update terus tentang sepak terjang Timnas Futsal Indonesia di #AFFFutsal2016 dengan klik link di bio... #futsaljuara 🇮🇩🇮🇩🇮🇩 A photo posted by Timnas Futsal Indonesia (@timnasfutsal) on Jan 22, 2017 at 5:02pm PST

Pocari Sweat Bantu Persiapan Timnas Indonesia Jelang AFF Futsal Championship 2016

Bukan hanya menggelar turnamen SMA, Pocari Sweat juga ternyata peduli dengan kejayaan futsal Indonesia di mata Internasional.Untuk itulah sejak seleksi hingga pemusatan latihan Agustus lalu di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Pocari Sweat resmi menjadi salah satu sponsor timnas futsal. Ada beberapa sokongan yang dilakukan Pocari Sweat untuk membantu persiapan timnas futsal Indonesia.Salah satunya adalah program Sport Science yang digelar pada Oktober lalu di GOR UNESA Surabaya. Eks Fisioterapis Timnas Sepakbola Indonesia, Matias Ibo bersama tim Pocari Sweat Sport Science melakukan sesi Screening Assesment kepada skuat timnas futsal untuk mengamati dan menilai kondisi tubuh serta anatomi setiap pemain agar si pemain ataupun pelatih mampu memaksimalkan kemampuan tubuh.Program tersebut juga dibarengi dengan ujicoba timnas futsal melawan dua tim asal Surabaya, Dyvy FT Jatim dan Bintang Timur Surabaya.Karena Futsal merupakan Olahraga dengan intensitas tinggi, minum Pocari Sweat sangat diperlukan untuk membatu hidrasi agar cepat tergantikan IONnya dan memiliki performa yang kembali maksimal."Dengan support Pocari Sweat selama persiapan AFF dari awal sampai sekarang, yang utama adalah untuk membantu mempersiapkan timnas futsal agar sebaik mungkin. Dengan salah satu program yaitu Pocari Sweat Sport Science semoga tim dan pemain mendapatkan performa yang lebih baik dan target juara bisa dicapai," kata Ricky Jefta, perwakilan dari Pocari Sweat.Sebelum terbang ke Thailand, Pocari Sweat juga menggelar lima laga ujicoba timnas futsal menghadapi tim-tim Liga Profesional di Tifosi Sport Center, Jakarta Timur pada 13-19 Januari lalu dan berharap ajang ujicoba ini mampu mematangkan tim jelang AFF Futsal Championship 2016 mendatang.

Kisah Perjuangan SMAN 13 Medan: Muntah Hingga Kesurupan Di Kuburan Cina

Berlatih bisa di mana saja. Tak bergantung pada fasilitas atau suasana. Asal ada kemauan, berlatih di manapun hasilnya tidak akan sia-sia. Skuat SMAN 13 setuju dengan hal itu.Bukan di tempat mewah seperti gym, skuat SMAN 13 Medan berlatih meningkatkan fisik dan daya tahan tubuh mereka di sebuah lahan kuburan Cina yang berada di Delitua, di utara kota Medan, Sumatera Utara."Kebetulan lingkungan Kuburan Cina itu dekat rumah saya dan suasanya masih sepi. Di Kuburan tersebut ada puluhan anak tangga dan tanjakan. Digodoklah fisik mereka di situ," kata Dedek Dermawan.Hal-hal yang unik, menyenangkan, melelahkan, hingga yang horor sekalipun, dialami skuat SMAN 13 Medan selama berlatih fisik di kuburan Cina ini."Kami berlatih fisik banyak kenangannya di situ. Ada yang sampai muntah-muntah, ketiduran, sampai kesurupan. Tapi itulah prosesnya yang membuat mereka gembira," ujar Dedek.Namun suka dan duka SMAN 13 itu terbayarkan. Fisik dan daya tahan tubuh yang bagus menjadi kunci skuat SMAN 13 merebut gelar juara Grand Champion PSFC 2016. Strategi rotasi yang bagus dari pelatih juga yang membuat mereka tetap segar di setiap laga."Kami punya tim satu dan tim dua dan kami rotasi terus. Itu yang membuat para pemain enggak keram. Pokoknya siapapun lawannya enggak ada cerita, gas terus!," ungkap Dedek.Gelar juara Grand Champion PSFC 2016 yang diraih SMAN 13 juga membuat mereka mencatatkan rekor sebagai tim Sumatera pertama yang mengangkat trofi piala Kemenpora.

Rizky Suhada Lubis, 'Anak Manja' Pemain Terbaik Grand Champion PSFC 2016

Mempunyai dribble cepat dan agresif, biasanya menjadi karakter umum seorang pemain futsal berpostur mungil.Namun itu semua sia-sia jika tidak diimbangi dengan peningkatan di beberapa hal, contohnya passing, shooting, ataupun daya tahan tubuh. Hal itu yang pertama kali dilihat pelatih SMAN 13 Medan, Dedek Darmawan, saat pertama melihat Rizky Suhada Lubis, anak asuhnya."Saya jumpa Rizky kelas 10. Mainnya lincah karena bertubuh kecil. Cuma kurang kokoh sama kemampuan menendangnya kurang. Setelah itu ya saya ajari dia caranya menendang dengan bagus serta kekuatan badan," ujar Dedek.Awalnya menurut Dedek, Rizky adalah pemain yang "hobi" terjatuh saat bermain sepakbola. Hal itu kurang terlalu disukanya karena bukanlah karakter pemain Medan."Dulu disenggol dikit sama lawan jatuh dan merengek. Untuk itu saya ajari dia supaya jangan manja. Kita ini orang medan, harus keras. Justru kalau kita dikerasin harus bilang terima kasih," kata Dedek.Beberapa tahun berselang, Rizky menjadi salah satu senjata ampuh tim Smantilas. Di semifinal Grand Champion PSFC 2016 melawan SMAN 1 Gedangan, golnya lewat aksi meliuk mengecoh lawan serta melakukan sepakan mendatar keras menghindari Smantilas dari kekalahan hingga akhirnya menang dalam drama adu penalti."Saya bangga melihat dia sebagai pemain terbaik. Ini hasil kerja keras dan perkembangannya," tandas Dedek.Pemain kelahiran Medan, 27 November 1999 ini mengaku belum bisa berkata-kata dan tak percaya bisa menyabet gelar pemain terbaik. "Gembira kali aku bang macam mimpi. Enggak nyangka bisa masuk final dan jadi juara, apalagi jadi pemain terbaik," ujar RizkyDirinya ingin bekerja dan berlatih lebih keras karena gelar pemain terbaik ini hanyalah awalan dari perjalanan karirnya di futsal."Saya pengen lari ke futsal saja. Sepakbola tidak ada perkembangannya. Futsal ini dah nampak kayaknya. Saya berharap bisa seperti pemain idola saya, Ardiansyah Runtuboy," pungkas Rizky.
1479735046935 false