Michael Essien

25 May 2017

Ternyata Michael Essien Sudah 2 Kali Melanggar Aturan di Persib

Kebintangan seorang Michael Essien tampaknya cukup menyilaukan, bahkan bagi sesama rekan tim. Tak heran jika bintang asal Ghana ini seperti bebas melakukan apa yang diinginkan di lapangan maupun saat latihan.Teguran keras dilontarkan Manajer Umum Persib, Umuh Muchtar, terkait ketidak-taatan Essien terhadap keputusan pelatih dan kesepakatan tim. Hal ini merujuk pada insiden dalam laga terakhir melawan Pusamania Borneo FC."Semua pemain harus mengikuti aturan tim, tidak ada kecuali, termasuk Essien dan Cole. Ini sudah dua kali Essien melanggar. Dia ambil penalti yang bukan tugas dia. Menurut pelatih, itu (algojo penalti) tugas Vlado (Vladimir Vujovic)," ujar Umuh seperti dikutip dari laman Pikiran Rakyat.Dari informasi yang diperoleh di lapangan, sebenarnya sudah ada pemain yang ditunjuk pelatih untuk melaksanakan beberapa tugas khusus di lapangan. Misalnya dalam hal eksekusi bola mati, baik itu penalti, tendangan sudut, hingga tendangan bebas; sudah ada pemain yang ditugaskan untuk melakukannya.[suggestedarticle]Vladimir Vujovic, melanjutkan peran yang diembannya musim-musim sebelumnya, sudah disepakati sebagai algojo penalti. Namun, Essien justru kerap melakukan hampir semua tugas eksekusi bola mati itu. Mulai dari tendangan bebas, sepak pojok, dan tendangan penalti.Aksi Essien menyerobot peran Vujovic dalam mengeksekusi - yang kebetulan gagal - saat melawan Borneo FC ternyata bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, dalam laga kontra Persipura Jayapura, 7 Mei 2017, Essien juga melakukan hal itu yang kebetulan menjadi gol sehingga tidak muncul polemik. "Sekali lagi, semua pemain harus ikuti aturan tim, tanpa kecuali, tidak bisa seenaknya. Kalau ada yang melanggar, harus ada peringatan atau sanksi. Pelatih juga saya minta harus bisa lebih tegas," tegas Umuh.
22 May 2017

Umuh Muchtar Murka di Radio, Sentil Djanur, Essien dan Maitimo

Kegagalan Persib Bandung meraih poin 3 dari Pusamania Barito FC ternyata berbuntut panjang. Manajer Umum Persib, Umuh Muchtar, menyatakan tidak bisa menerima kegagalan itu. Dia marah dan kecewa sekaligus meminta perbaikan segera.“Sangat menyakitkan, sangat menyebalkan. Jangankan bobotoh, kami juga merasakan hal yang sama. Kejadian ini (hasil seri-Red) sama seperti saat melawan PS TNI,” kata Umuh dalam wawancaranya dengan Radio PRFM.Manajer yang memang suka blak-blakan ini mengaku tidak habis pikir kenapa Michael Essien gagal mengeksekusi tendangan penalti. Dia juga mempertanyakan kenapa bintang asal Ghana itu yang jadi eksekutor.[suggestedarticle]“Masa sekelas Essien tidak bisa mengeksekusi tendangan penalti? Menembak seperti main-main. Gawang menghadap utara, tapi pandangan mengarah ke timur, ini tidak serius,” kritiknya.“Selama latihan penalti," lanjut Umuh, "Essien memang tidak bagus. Djanur sudah menunjuk algojonya Vlado. Tapi dia tiba-tiba memegang bola.”Keluhan sang manajer umum tak berhenti di situ. Dia masih mengungkit perilaku salah satu pemain bintangnya yang dinilainya keterlaluan.“Maitimo malah tertawa di bus. Orang lagi berkabung, masa dia ketetawa-ketawa? Kalau dia mau kabur karena tidak terima saya marahi, tidak masalah. Saya sangat marah, kecewa!”Akibat hasil tidak maksimal di dua pertandingan itu, kini Persib tercecer di papan atas klasemen sementara. Umuh lantas berharap performa Persib bisa membaik kala melawat ke kandang Bali United akhir bulan ini.“Mudah-mudahan di Bali ada perubahan, karena hasil laga nanti juga berisiko untuk pelatih.”
18 May 2017

Media Ghana Sebut Persib Akan Lepas Michael Essien di Putaran Kedua

Di tengah eforia publik Bandung mengelu-elukan Michael Essien, muncul kabar tak terduga dari negeri sang pemain. Sebuah media lokal di Ghana, Ghanasoccernet, menurunkan sebuah artikel yang menyebut Persib Bandung kecewa dengan performa Michael Essien - dan dua pemain asing lain, dan bukan tidak mungkin melepas mereka di putaran kedua. Dengan judul, "Michael Essien could be released by Indonesian side Persib Bandung, club legend Guntara has claimed"; media itu mengutip pernyataan dari Yudi Guntara - legenda Persib Bandung ketika menjuarai Liga Indonesia 1993 dan 1994."Kita bisa melihat bahwa pemain asing yang dimiliki Persib seperti Essien, Cole dan Matsunaga sering menjadi pemain cadangan. Menurut saya hanya Vlado (Vladimir) yang paling efektif bagi tim," kata eks pemain Timnas Indonesia ini."Ada sejumlah alasan kenapa mereka tidak berada dalam kondisi terbaik. Entah itu karena faktor fisik atau bukan, Essien dan Cole tidak berada dalam performa terbaiknya," tambah Yudi."Bandingkan dengan tim-tim lain yang mendapatkan kontribusi maksimal dari pemain asing dan marquee player mereka. Saya pikir mereka (Essien dan Cole) tidak akan di Persib lagi setelah putaran pertama berakhir," tutup Yudi.Ghanasoccernet tampaknya menyadur pernyataan Yudi Guntara dari sebuah media di dalam negeri. Terlepas dari tepat tidaknya mereka mengutip pernyataan sang legenda klub, berita ini terlanjur dilansir oleh media-media online lainnya.Beberapa media massa ternama dunia seperti Marca, The Sun, dan Give Me Sport ikut menyebar-luaskan berita tersebut. 
1494862073757 false