Pemain Naturalisasi

Ezra Walian Pilih Almere City Hanya Sebagai Batu Loncatan

Masih banyak yang penasaran kenapa akhirnya Ezra Walian menjatuhkan pilihan pada Almere City sebagai klub barunya. Memiliki reputasi mentereng sebagai didikan Jong Ajax yang dikenal sebagai produsen pemain muda berbakat, pemain berdarah Manado ini memilih berlaga di kasta kedua Liga Belanda.Padahal, dari pemberitaan sebelumnya, dia sudah menjalani trial di West Ham United. Bahkan sempat tersiar kabar salah satu klub Premier League Inggris itu sudah menyiapkan kontrak baginya.Mari kita dengar sama-sama penjelasan Ezra Walian yang baru saja tuntas menunaikan tugas mengantarkan Timnas U-22 merebut medali perunggu SEA Games 2017.[suggestedarticle]"Saya memilih Almere City karena mereka adalah klub yang memberi pemain muda banyak kesempatan bermain dalam level yang tinggi," kata Ezra Walian seperti dikutip dari rilis yang diterima.Faktor komitmen terhadap pengembangan pemain muda juga menjadi pertimbangan yang tak kalah penting."Tidak hanya itu, Almere City juga memberi pengembangan yang bagus terhadap kemampuan pemain muda seperti saya," tambah pemilik kostum nomor 10 ini.Apalagi dia masih berharap bisa mengembangkan karirnya di klub yang lebih besar. [suggestedarticle]"Saya akan berusaha bermain bagus di Almere City untuk bisa melanjutkan langkah ke klub yang lebih besar. Terima kasih buat Almere City atas memberikan kesempatan ini. Saya juga mohon doa dari rakyat Indonesia," tutunya.Almere City ternyata menjadi batu lompatan sang bintang muda untuk masa depannya.

RIVAL WATCH: Beda dengan Indonesia, Malaysia Batasi Pemain Naturalisasi

Melakukan naturaslisai adalah salah satu cara untuk menambah kekuatan tim. Indonesia, misalnya, sudah melakukan cara cepat untuk menaikkan prestasi itu dengan menaturalisasi sejumlah pemain. Terakhir adalah Ezra Walian yang berpindah warga negara dari Belanda menjadi Indonesia.Salah satu rival berat Indonesia di lapangan hijau, Malaysia, juga menempuh cara serupa. Bedanya, federasi sepakbola Malaysia (FAM) menerapkan aturan dan kriteria yang lebih ketat dibandingkan Indonesia.[suggestedarticle]FAM secara tegas menolak opsi naturalisasi pemain yang benar-benar asing alias tidak punya unsur darah Malaysia sama sekali. Hanya pemain yang memiliki hubungan darah dengan Malaysia yang akan diproses lebih lanjut.”Kami tidak bisa puas dengan semangat untuk meningkatkan mutu sepak bola dengan memilih pemain naturalisasi. Ini juga seperti melakukan sabotase ke semua perencanaan pembinaan kami berbasis ke masa depan,” bunyi pernyataan yang dibuat oleh FAM.”Kebijakan untuk melakukan naturalisasi yang berlebihan sangat bahaya. Situasi ini berbeda dalam isu pemain berdarah campuran karena mereka memiliki hak kelahiran di sini,” bunyi pernytaan resmi itu seperti dikutip dari kantor berita Malaysia, Bernama.Meski mengakui hak semua orang tanpa kecuali untuk mengajukan permohonan naturalisasi yang merupakan hak setiap orang, FAM menegaskan akan sangat selektif. Terutama dengan kekhawatirkan hal itu hanya dilakukan untuk kepentingan pribadi sang pemain.[suggestedarticle]”Kami tidak perlu menjadi terlalu naif untuk berpikir bahwa pemain dari benua lain yang memohon paspor Malaysia, karena mereka hanya tertarik untuk bermain untuk Malaysia saja,” jelas FAM melalui pernyataan itu.”Tidak mustahil pemain-pemain ini akan menggunakan paspor Malaysia mereka sebagai pemain Asia untuk bermain di liga lain, yang seharunya ini dapat diantisipasi sejak awal.”

Klarifikasi Ayah Ezra Walian Soal Rumor Diminati Semifinalis Liga Champions

Beberapa hari ini media Indonesia gencar memberitakan kemungkinan seorang pemain Indonesia, Ezra Walian, tampil di Liga Champions musim depan. Bolalob juga melansir berita soal kemungkinan striker Jong Ajax ini direkrut oleh AS Monaco.AS Monaco musim ini adalah semifinalis Liga Champions dan musim depan sudah memastikan diri lolos ke babak utama Liga Champions sebagai juara Liga Perancis. Dari fakta itulah maka eforia pemain Indonesia bisa tampil di Liga Champipons membius perhatian publik.Akhirnya klarifikasi soal kebenaran berita itu didapatkan dari Ayah Ezra, Glenn Walian, yang tahu persis situasi anaknya. Dalam keterangan yang dilansir oleh Juara.net, Glenn membantah anaknya dilirik AS Monaco.[suggestedarticle]"Itu tidak benar (tawaran dari Monaco)," tegasnya. "Seperti yang saya katakan dia mendapatkan kesempatan trial dan kami sepakat. Saya berjanji akan memberitahu Anda nama klubnya setelah menerima konfirmasi lebih lanjut." Jaminan bisa tampil rutin dalam satu musim kompetisi adalah kriteria utama yang dicari oleh Ezra Walian dalam menentukan klub baru. "Di Inggris atau Belanda, sebuah klub bertanding selama 35 kali dalam satu musim. Setiap pekannya, mereka melakoni satu atau bahkan dua laga," kata Glenn. "Apabila bisa bermain antara 20 sampai 25 pertandingan, itu bagus bagi dia. Terpenting, klub memainkan dia," tuturnya.Kini Ezra bisa fokus mencari klub baru. Luis Milla memberi keleluasan padanya dan tidak memaksakan untuk memanggilnya dalam skuad Timnas U-22 dalam uji coba melawan Kamboja dan Puerto Rico.
1496276101524 false