Pemain Naturalisasi

21 May 2017

Stefano Lilipaly Disewakan Mobil Mewah dan Driver Cekatan demi Mimpi Lolos ke Eredivisie

Promosi ke Divisi Utama Liga Belanda sedang menjadi agenda prioritas Cambuur. Tak heran jika semua pikiran, tenaga dan fokus klub Stefano Lilipaly ini betul-betul diarahkan kepada dua partai hidup-mati melawan MVV Maastricht di babak play-off.Laga pertama boleh dikatakan cukup berhasil dilakoni Cambuur. Hasil imbang 1-1 di kandang MVV Maastricht, Jumat (19/5/17), memberi keuntungan gol kandang - modal bagus untuk menjalani second leg di kandang sendiri. Artinya, mereka hanya membutuhkan hasil imbang 0-0 untuk meraih mimpi tampil di kasta tertinggi Liga Belanda musim depan.Demi mendapatkan hasil maksimal di pertandingan kedua, manajemen Cambuur membuat keputusan tak biasa soal moda transportasi. Semua pemain inti disewakan mobil mewah untuk memangkas waktu pulang ke markas tim di Kota Leeuwarden. Sederet mobil mewah terlihat beriringan membawa pemain-pemain Cambuur - tak terkecuali Stefano Lilipaly.[suggestedarticle]"Semua pemain utama akan pulang naik mobil mewah. Ofisial tim akan menyusul kemudian menggunakan bus. Kami bisa menghemat waktu satu jam lebih," kata manajer tim, Sipke Hulshoff, seperti dikutip media lokal.Sepertinya keputusan ini sepele. Tetapi, memastikan pemain mendapatkan istirahat cukup menjadi sangat penting jelang laga kedua yang akan digelar Minggu, 21 Mei 2017. Jika menggunakan bus, Maastricht ke Leeuwarden memakan waktu 5-6 jam tergantung kepadatan lalu lintas. Sedangkan jika memakai mobil, jarak 300 km lebih bisa ditempuh dalam 2-3 jam perjalanan. Dengan kondisi mobil prima, mungkin waktu itu bisa dipangkas. Sopir yang ditugaskan pun dipilih dengan keterampilan khusus. Serius sekali Cambuur mengejar mimpinya... De auto's die de @SCCambuurLwd spelers na de wedstrijd thuis brengen zijn gearriveerd bij de Geusselt. @HenkAlbers1970 pic.twitter.com/J2jsLwmmhk — Jan Faber (@trainerjanfaber) May 18, 2017
24 Mar 2017

Ezra Walian Diminta Jangan Manja

Bagi pemain yang sudah terbiasa menikmati level kemajuan sepakbola di Eropa, mungkin apa yang didapatkan di Indonesia tidak sebagus dan sebaik di tempat mereka berasal. Bagaimanapun sepakbola Indonesia masih dalam taraf berkembang, termasuk dalam hal fasilitas dan infrastrukturnya.Sebagai orang asli Indonesia, Glenn Arthur Walian tahu persis hal itu. Maka ketika anaknya, Ezra Walian, memutuskan menerima pinangan Timnas Indonesia untuk menjadi bagian penting dari mereka, dia memberikan nasehat yang cukup keras."Ya saya katakan kepadanya tentang fasilitas yang kurang baik di sini, tapi saya katakan agar hal itu tidak menjadi masalah untuknya. Saat saya masih kecil, fasilitas sepakbola juga tidak seperti ini. Saya bermain sepak bola di jalanan, di antara mobil-mobil," kata Glenn kepada CNN Indonesia. [suggestedarticle]Glenn memang mendidik Ezra dengan cukup keras. Pria asal Manado ini menginginkan anaknya menjadi pemain yang lengkap, dari sisi teknis maupun karakternya."Dan saya pikir Ezra bukan yang terbaik di Belanda. Tapi di sana ia menunjukkan bahwa kerja keras membuahkan hasil yang manis, berlaku baik, dan selalu melakukan yang terbaik. Saya pikir itu adalah nilai-nilai baik yang ia dapat dari budaya Indonesia juga," kata Glenn yang setia mendampingi anaknya.Glenn sangat bangga pada Ezra yang memilih secara sadar Indonesia sebagai negaranya. Tidak ada sama sekali bujukan atau intervensi dari pihak lain sampai anaknya resmi dinaturalisasi beberapa hari lalu.[suggestedarticle]"Dia mengenal Indonesia seperti saya yang lahir di Jakarta. Sejak pertama kali ia datang ke Indonesia, ia merasa seperti ada di kampung halaman. Saya tidak dapat menggambarkan tapi begitulah perasaannya, motivasinya bermain sepak bola itu datang dari dalam dirinya sendiri," tutur Glenn. Kecintaan luar biasa yang semoga berbuah prestasi gemilang bagi Timnas Indonesia.
23 Mar 2017

Jangan Biarkan Ezra Walian Sendiri...

Keputusan Ezra Walian memilih Indonesia sebagai 'negara barunya' tentu sebuah keuntungan besar bagi Timnas Indonesia. Tanpa mengecilkan kualitas pemain asli Indonesia, sosok pemain naturalisasi yang satu ini diyakini bakal menambah kualitas tim.Meski debutnya berakhir pahit dengan kekalahan 1-3 dari Myanmar, Selasa (21/2), banyak pihak meyakini Ezra Walian punya prospek bagus di dalam tim. Jika aliran bola lebih lancar menghampirinya, bukan tidak mungkin banyak peluang bisa berubah menjadi gol berkat pergerakan dan skill-nya.Namun, tentu tidak mudah bagi seorang Ezra Walian langsung menyatu dengan tim yang baru dikenalnya beberapa hari. Menjejakkan kaki di Indonesia hari Minggu dan langsung merapat ke Bogor tempat Timnas U-22 latihan, Ezra hanya punya waktu sehari sebelum turun ke lapangan.[suggestedarticle]Mungkin terlalu dipaksakan, tetapi Luis Milla mengatakan ingin melihat langsung sang bintang bermain. Jadilah Ezra menjalani debut meski dengan keterbatasan wakktu adaptasi.Di luar lapangan, bukan hal yang mudah juga bagi striker berumur 19 tahun ini berbaur. Kendala bahasa menjadi salah satu alasan. Maklum, Ezra belum lancar bahasa Indonesia. Di sisi lain, tidak semua rekan-rekan setimnya lancar berbahasa Inggris.Toh, menurut pengakuan para pemain, mereka juga berupaya menjalin komunikasi dengan Ezra. "Dalam beberapa kesempatan, kami juga memberanikan diri berkomunikasi dengan Ezra. Kini, dia mulai menyatu," tutur Hanif Abdurrauf Sjahbandi kepada Kompas.Beberapa kali Ezra memang terlihat sendirian seperti diamati oleh beberapa media. Misalnya terlihat tidak ada yang menemani Ezra saat bus tim melaju dari stadion menuju hotel.[suggestedarticle] "Awalnya, Ezra tidak terlalu membaur karena baru bergabung dan faktor bahasa," tambah Hanif.Semoga dalam beberapa hari ini Ezra bisa semakin akrab dengan timnya. Modal penting untuk mencatat hasil maksimal dalam permainan. Apalagi Timnas U-22 masih akan menjalani TC sampai Sabtu (25/3/2017).Ezra baru akan terbang kembali ke Belanda menjelang jadwal pertandingan Jong AJax di eerste Divisie melawan Uthrecht U-21 pada 3 April 2017.
22 Mar 2017

Ezra Walian: "Maaf, Indonesia..."

Debut Ezra Walian bersama Timnas Indonesia U-22 memang berakhir tidak sesuai harapan. Indonesia harus mengakui keunggulan Myanmar, 3-1. Ezra yang diturunkan di babak kedua pun gagal mencetak gol. Suplai bola dan peluang matang yang jarang menghambirinya menjadi salah satu alasan kenapa pemain yang memakai kostum nomor 10 ini gagal bersinar.Ribuan penonton yang datang langsung ke Stadion Pakansari sesungguhnya berharap lebih dari sang bintang baru di Timnas Indonesia U-22. Sambutan meriah bergema ketika dia menjejakkan kakinya di lapangan.[suggestedarticle]Mungkin karena sadar begitu banyak harapan diembankan ke pundaknya, Ezra mengunggah kalimat simpatih di akun Instagramnya. Mengucapkan terima kasih atas dukungan yang didapatkan, sekaligus meminta maaf jika belum mampu memberikan kemenangan sesuai harapan."Terima kasih atas dukungan semuanya. Saya dapat mewujudkan mimpi saya. Namun mohon maaf belum dapat memberikan kemenangan, kami akan berusaha lebih baik kedepannya."   🇮🇩Terimakasih atas dukungan semuanya. Saya dapat mewujudkan mimpi saya. Namun mohon maaf belim dapat meberikan kemenangan, kami akan berusaha lebih baik kedepannya. 🙏🏼🙏🏼🙏🏼 A dream come true! Played my first match for Timnas Indonesia today against Myanmar. We're sorry about the result, but promise we will do our best the next match. Thanks for all the support!! ⚽️🇮🇩❤ #garudadidadaku #indonesia #timnas A post shared by Ezra Walian (@ezrawalian) on Mar 21, 2017 at 8:24am PDT Unggahan itu langsung dibanjiri reaksi. Tercatat sampai pagi ini sudah mendapat 2.573 komentar dan hampir 29 ribu likes. Bisa dipastikan jumlah ini akan terus bertambah seiring meningkatnya popularitas sang bintang.Selamat datang, Ezra.
1490146733919 false