Garuda Terbang Tinggi!

Berat! Indonesia Ternyata Bersaing dengan 4 Negara untuk Dapatkan Sandy Walsh

Keinginan Sandy Walsh untuk membela Timnas Indonesia memang begitu besar. Namun, selain Indonesia, ada beberapa negara lagi yang bisa saja dibela oleh Walsh.Walsh yang lahir di Brussel, Belgia memiliki ayah kelahiran Inggris dan punya garis keturunan Irlandia-Swiss. Sedangkan sang ibu punya darah Indonesia dan juga punya garis turunan Belanda.Maka dari itu Walsh pun bisa memilih di antara Belgia, Belanda, Indonesia, Irlandia, atau Swiss sebagai status negaranya. Namun, akhir-akhir ini Walsh mulai menunjukkan ke arah mana negara yang dituju.[suggestedarticle]Walsh selalu memosting hal-hal yang berbau Indonesia di akun media sosialnya. Mulai dari sepatu, pelindung kaki, hingga bendera merah-putih. Hal tersebut tentu saja menjadi kode keras Walsh untuk bisa berseragam timnas.Berdasarkan catatan, Walsh masih bisa bermain untuk Timnas Indonesia. Pasalnya, ia belum sekalipun membela timnas senior negara manapun. Walsh hanya baru membela Belanda dalam tim U-15 dan U-20. Tak bisa dipungkiri, bakat Walsh sebagai seorang bek memang menarik perhatian. Walsh memulai karier sepak bola dari akademi klub elit Belgia, Anderlecht. [suggestedarticle]Kini Walsh menjadi bagian dari klub Zulte-Waregem di Divisi Utama Belgia. Ia menjadi pemain yang bisa diandalkan karena karakter permainannya yang ngotot. Dengan kemampuan dan pengalaman Walsh di kompetisi Eropa, sudah barang tentu jadi senjata utama Skuat Garuda jika dirinya memilih Indonesia. Ia dan mungkin Ezra Walian, bakal jadi kampanye hebat timnas di Asian Games 2018.Tapi, Indonesia tak sendiri menginginkan bakat Walsh. Masih ada Belanda, Belgia, Irlandia, dan Swiss yang juga bisa menjadi tempat berlabuhnya Walsh.Jadi, kita tunggu saja apakah Walsh bakal terus berada di Eropa, atau memilih Indonesia sebagai pilihannya di sebuah timnas senior.

Choirul Huda Sempat Bela Timnas Indonesia

Sepakbola Indonesia baru ditinggal seorang kiper legendaris asal Persela Lamongan, Choirul Huda.Penjaga gawang kawakan ini menghembuskan napas terakhirnya usai mendapat benturan di laga kontra Semen Padang, Minggu 15 Oktober 2017 di Stadion Surajaya, Lamongan.Banyak sudah dedikasi yang diberikan pria kelahiran 2 Juni 1979 untuk Laskar Joko Tingkir. Bahkan, sepanjang karier profesionalnya di lapangan hijau, ia praktis hanya menghabiskannya bersama Persela sejak tahun 1999.[suggestedarticle]Huda pernah memperkuat skuat Garuda sejak 2013 hingga 2015. Dia sudah tujuh kali dipanggul dalan laga internasional, salah satunya di bawah kepelatihan Alfred Riedl."Tragedi yang mengejutkan. kasihan istri dan anak keluarga Choirul Huda. Huda itu orangnya lucu, dan sangat profesional," ungkap mantan ih asisten pelatih timnas Wolfgang Pikal, seperti dikutip dari Jawa Pos."Di timnas, dia selalu latihan full 100% dan selalu hibur kawan-kawannya. Di Persela selama beberapa tahun jadi kapten dan pilar. Kami akan rindu Huda!" tandas dia.Huda sendiri pertama kali kenakan seragam Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Asia 15 Oktober 2013. Kala itu Indonesia ditahan imbang 1-1 oleh Tiongkok.Berikut angka statistik penampilan Choirul Huda sepanjang putaran pertama Liga 1 musim 2017:Choirul HudaKelahiran: Lamongan, 2 Juni 1979Tinggi badan: 180 cmKlub: Persela LamonganNomor punggung: 1Laga: 17Menit bermain: 1.461Kebobolan: 22 (9 kandang, 13 tandang)Penyelamatan: 53Akurasi operan: 59%Sukses tekel: 50%Kontribusi kemenangan: 41%Kontribusi kekalahan: 41%Kontribusi hasil imbang: 18%Kartu kuning: 1
1508068802123 false