Vic Hermans

Ini Keinginan Vic Hermans yang Belum Kesampaian di Indonesia

Komunikasi adalah hal penting untuk memperkuat pembinaan dan perkembangan futsal di Indonesia. Hal ini juga yang dipikirkan Vic Hermans saat pertama kali tiba dan melatih timnas futsal Indonesia.Sejak awal tiba di Indonesia, Vic Hermans punya satu keinginan yang menurutnya belum kesampaian hingga saat ini."Saya ingin bertemu, berbicara, dan berbagi banyak hal dengan pelatih, pemilik klub, serta elemen futsal di Indonesia. Sampai saat ini belum ada yang memfasilitasi saya untuk melakukan hal tersebut. Diperlukan komunikasi untuk membangun futsal Indonesia agar lebih berkembang," ujarnya.[suggestedarticle]Pelatih asal Belanda tersebut mengaku punya banyak hal yang ingin disampaikan serta dibagikan kepada pelatih dan pemilik klub futsal agar nantinya iklim futsal di Indonesia semakin baik. "Kita harus berbicara, duduk bersama dan mencari solusi agar futsal Indonesia mampu berkembang dengan baik," ujarnya."Saya selalu terbuka kepada para pelatih futsal yang mau berkomunikasi dan bertanya apapun. Saat pelatih fisik Belanda ke sini Juli lalu, sebelumnya saya sudah bilang kalau sebisa mungkin pelatih fisik liga pro datang ke Lombok dan kita buat seminar. Tapi ajakan saya tersebut tak digubris dan tak ada tindak lanjut," ungkapnya.Vic Hermans berharap semua elemen futsal di Indonesia mau bersatu dan mencari solusi agar olahraga yang mereka cintai ini mampu berkembang dan memunculkan kembali bibit potensial untuk timnas futsal Indonesia.

Ini Format Liga Futsal Profesional yang Baik Menurut Pelatih Timnas Indonesia

Pelatih timnas futsal Indonesia, Vic Hermans, menganggap liga futsal profesional di Indonesia belum memenuhi syarat sebagai kompetisi yang baik untuk pembinaan pemain dan industri futsal.Berkaca dari pengalamannya melatih timnas futsal Iran dan Thailand, perubahan dilakukan untuk membuat kompetisi profesional di negara tersebut berjalan baik."Saat di Iran, mereka hanya main liga di Ibukota Iran yaitu Teheran. Lalu saya beri saran kepada mereka agar liga digelar di beberapa kota, setelah itu pemenangnya main di teheran di babak nasional," ujar Vic Hermans."Sama seperti di Thailand di mana liganya hanya main di satu tempat saja yaitu di Bangkok. Setelah saya beri saran maka mereka akhirnya bermain dengan sistem tandang dan kandang," lanjut pelatih asal Belanda.[suggestedarticle]Selain itu, rentang waktu kompetisi profesional juga harus mengikuti kalender AFC dan FIFA serta tidak hanya berjalan selama empat bulan saja seperti liga di Indonesia yang menurutnya kurang bagus."Saat ini kompetisi di Thailand cukup bagus dan mereka berjalan selama delapan bulan. Itu pun dipotong dengan agenda timnas futsalnya. Jadi dari durasi delapan bulan liga tetap berjalan selama empat bulan, namun dengan rentang waktu yang berjarak,"Vic Hermans berharap dirinya serta Federasi Futsal Indonesia serta pemilik klub futsal bisa berada dalam satu ruangan untuk mencari solusi atas bagaimana kompetisi yang sehat dan baik bagi tim maupun pemain.
1504682101473 false