Pengalaman Indra Sjafri Melihat Pembinaan Sepak Bola Usia Muda Polandia


  •    Gerry Putra
  •    27/11/18 - 20:30
  •    2536

(Bolalob)

Sepak bola Indonesia saat ini dirasa mencapai titik terburuk dalam hal prestasi di timnas senior. Evaluasi pun dirasa menjadi pekerjaan wajib bagi penampuk kepentingan sepak bola di Tanah Air, khsusunya PSSI.

Seperti diketahui saat ini Timnas Indonesia gagal mengulang prestasi Piala AFF 2016. Pada gelaran dua tahun lalu, Skuat Garuda berhasil menembus final meski kalah dari Thailand dengan skor agregat 2-3.

Kini, torehan prestasi timnas senior sama sekali tak menunjukkan kebanggaan, setidaknya bagi kaum milenial yang baru bersentuhan dengan sepak bola Indonesia.




Bicara milenial, acuan sepak bola modern saat ini sudah pasti mengarah ke benua Eropa. Benua biru memang dikenal punya sistem yang bagus dalam hal pembinaan sepak bola usia muda.

Mengapa usia muda? karena pelaku sepak bola di Eropa sadar betul bahwa keberhasilan suatu timnas adalah pembinaan yang bagus dan berjalan konsisten.

Pola Eropa melahirkan pesepak bola muda dirasakan oleh Indra Sjafri. Pelatih Timnas Indonesia U-19 pada Piala Asia U-19, Agustus lalu itu melihat ada poin penting dari pembinaan sepak bola Eropa dengan Indonesia.

Pengalaman Indra Sjafri melihat bagaimana sepak bola Polandia berjalan bisa dijadikan referensi. Ia melihat, sistem pembinaan di Polandia sama dengan sistem kebanyakan negara Eropa. Terutama hal talent scout yang membuat sepak bola Eropa banjir pemain berbakat.

"Ya saya lihat Lechia Gdasnk yang kini menjadi klub Egy Maulana Vikri, mereka punya akademi dan melakukan pembinaan usia muda yang bagus. Di Polandia, klub berpacu melahirkan pemain muda berkualitas," ujar Indra Sjafri kepada Bolalob, pekan lalu. halaman 2 dari 2
Peran penting pemandu bakat

Pelatih asal Sumatera Barat itu melihat talent scout atau yang dikenal dengan pemandu bakat punya peran tak biasa bagi perkembangan sepak bola usia muda. Menurutnya, sepak bola Eropa memandang penting tugas pemandu bakat.

Pasalnya, pemandu bakat dibutuhkan klub Eropa untuk menjaring pemain muda potensial. Pemain muda yang terjaring nantinya siap dibina dalam sistem kurikulum sepak bola yang ditetapkan federasi.

"Makanya pemain muda dari seluruh dunia yang bagus mereka ambil. Tim pemandu bakat itu penting sekali, mereka sangat rajin berburu pemain. Makanya setiap kompetisi usia muda di Polandia itu selalu ramai oleh pemandu bakat," cerita Indra.

Indra melihat hal tersebut harus diaplikasikan ke klub Indonesia. Maraknya turnamen usia muda yang ada di Indonesia akan percuma jika tidak ada pemandu bakat. 

"Jadi percuma jika banyak turnamen usia muda di Indonesia tapi tidak ada pemandu bakat. Seperti pesta tapi tidak ada gedungnya," tambahnya.

Tak hanya pemandu bakat saja. Indra menilai PSSI harus juga memperbanyak pelatih berkualitas. Perpaduan pemandu bakat dan pelatih merupakan hal wajib untuk bisa melahirkan pemain muda berkualitas.

"Pemandu bakat itu kan pemilihan pemain. Nah, pemain yang dijaring harus dikembangkan oleh pelatih. Pelatih ini juga harus berkualitas dan juga harus bisa melatih di kelompok usia yang ada,"

"Sekarang PSSI sudah concern dengan usia muda. Tapi itu tidak bisa langsung dinikmati, harus ada prosesnya. Kita butuh generasi baru sepak bola Indonesia yang berkualitas,"

"Kita harus siapkan dari sekarang dengan bina potensi yang ada dengan pembinaan terarah dan konsisten oleh pelatih, sekolah dan elite-elite akademi yang sekarang dimiliki klub profesional," tutup Indra.
Terakhir diubah:  28/11/18 - 11:18







Berita Terkait


1544253002320

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?