Berkaca dari Jepang Untuk Sepak Bola Nasional yang Lebih Baik


  •    Murfi Aji
  •    28/11/18 - 20:00
  •    2280

(Bolalob)

Timnas Indonesia harus tersingkir pada fase grup Piala AFF 2018. Hasil tersebut jelas menjadi salah satu kegagalan besar bagi sepak bola Indonesia yang terlihat semakin tidak bertaji di level Asia Tenggara.

Piala AFF sebelumnya menjadi salah satu peluang Timnas Indonesia untuk bisa meraih gelar juara. Setidaknya sudah lima kali skaut Garuda mampu menembus partai final Piala AFF meski belum mampu meraih gelar juara.

Terbaru, Timnas Indonesia harus puas mengakhiri Piala AFF dengan berada di posisi keempat dari lima peserta Grup B Piala AFF 2018. Indonesia hanya unggul dari Timor Leste yang berada di posisi kelima.




Sejumlah hal sebelum Piala AFF bergulir dianggap menjadi sumber kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018.

Kisruh perpanjangan kontrak Luis Milla yang tak kunjung usai hingga akhirnya Bima Sakti dipilih sebagai pengganti menjadi salah satu fakto yang dianggap sumber kegagalan, namun tampaknya masih akan tetap sulit untuk meraih prestasi jika perkembangan sepak bola Indonesia masih jalan di tempat.

Melihat permasalahan yang ada di sepak bola nasional memang tidak akan ada habisnya, namun sejumlah solusi sebenarnya sudah bisa dilakukan untuk membangun sepak bola Indonesia. halaman 2 dari 4
Mulai Tertinggal di Level Asia Tenggara

Timnas Indonesia di level U-16 dan U-19 memang meraih prestasi yang cukup bagus dalam satu tahun terakhir, namun ketika naik tingkatan prestasi seperti masih belum dalam cakupan. Sedangkan sejumlah tim dari Asia Tenggara seperti Malaysia dan Vietnam sudah mampu menunjukkan taji mereka di level Asia.

Piala Asia U-23 2018 menjadi salah satu bukti negara Asia Tenggara mampu bicara banyak. Pada ajang tersebut Vietnam terbukti mampu menembus partai final meski akhirnya harus takluk dari Uzbekistan.

Pada level Piala Asia 2019, tiga negara di Asia Tenggara yaitu Thailand, Vietnam dan Filipina juga mampu tampil di putaran final.

Sejumlah target dan perbaikan sudah seharusnya menjadi tolok ukur pencapaian sebuah federasi dalam membangun sepak bola. Digelarnya Liga 1 U-19 dan U-16 pada 2018 juga layaknya tetap patut mendapatkan apresiasi. halaman 3 dari 4
Liga yang Berkualitas

Dalam mengelola liga, PSSI tidak perlu berkaca terlalu jauh ke liga top Eropa namun liga Jepang atau J-League sudah bisa menjadi contoh yang layak untuk ditiru.

Semua tim di J-League harus memiliki sejumlah aturan dasar yang harus dipatuhi seperti klub yang ikut harus memiliki stadion sendiri yang berlokasi di kota asal klub dan berkapasitas minimal 15.000 penonton. Selain itu klub juga harus memiliki sponsor finansial.




Klub juga diharuskan untuk memiliki sistem pembinaan muda dan waktu yang lebih dari satu tahun.

Sistem yang dianut Jepang sejak 1992 tersebut kini sudah mulai terlihat hasilnya. Prestasi memang bukan target utama bagi federasi Jepang, namun proses semakin baik dari tahun ke tahun menjadi sebuah tuntutan. Jepang bahkan memiliki target 100 tahun sejak 1992 untuk memiliki 100 klub profesional.

Pada Piala Dunia 2018, Jepang mampu lolos ke babak 16 besar dan berhadapan dengan Belgia. Sempat unggul 2-0, Jepang akhirnya harus pulang setelah takluk dengan skor 3-2 pada akhir laga. halaman 4 dari 4
Pelatih Berkualitas

Selain kompetisi yang terstruktur dan konsisten, dari sektor pelatih juga dipastikan akan menjadi titik berat pengembangan sepak bola. Indra Sjafri bahkan pernah membandingkan jumlah pelatih di Indonesia dan Jepang.

"Sama-sama kita ketahui, Indonesia belum punya satupun pelatih A pro. Jepang sudah punya 700. Saya yakin Indonesia sepak bolanya akan jauh lebih maju jika pengelolaannya sama seperti Jepang," kata Indra.




Sosok pelatih jelas dibutuhkan untuk bisa meningkatkan kualitas sepak bola para pemain. Mulai dari teknik dasar hingga taktik di lapangan harus diajarkan untuk membentuk pemain yang berkualitas.

Jumlah pelatih berkualitas yang semakin banyak dipastikan akan berpengaruh terhadap kualitas para pemain Indonesia.


Galeri Foto: Perjuangan Timnas Indonesia Hadapi Filipina di Piala AFF 2018

Terakhir diubah:  29/11/18 - 00:29







Berita Terkait


1544260202423

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?