2 Pemain Indonesia Cetak Sejarah di Eropa pada Hari Ibu 2018


  •    Tjatur Wiharyo
  •    23/12/18 - 22:10
  •    4125

Peserta Program Vamos Indonesia. /Vamos Indonesia

Sebanyak dua pemain Indonesia mencetak sejarah di dunia sepak bola Eropa, pada 22 Desember 2018. Mereka adalah Egy Maulana Vikri dan Muhammad Reza Kusuma.

Egy Maulana Vikri tampil bersama tim utama Lechia Gdansk pada pertandingan Ekstraklasa, di Stadion Energa Gdansk, Sabtu (22/12/2018) atau Minggu dini hari WIB. Ini adalah penampilan perdana Egy di Ekstraklasa.

Pada laga yang dimenangi Lechia Gdansk 4-0 itu, Egy masuk menggantikan Lukas Haraslin pada menit ke-82 dan bermain hingga laga usai. Dengan hasil itu, Lechia Gdansk merebut kembali posisi puncak klasemen yang sempat diambil alih Legia Warsawa. Lechia Gdansk menguasai klasemen dengan nilai 42 atau unggul tiga poin dari Legia Warsawa.




Beberapa jam sebelum itu, Muhammad Reza Kusuma juga menandai debutnya di Spanyol. Muhammad Reza Kusuma menorehkan debut di Division De Honor Juvenil bersama Club Internacional De La Amistad (CIA Palencia) pada Sabtu (22/12/2018) sore WIB, dengan Real Madrid sebagai lawannya. Pada laga yang dimenangi Real Madrid 2-1 itu, Reza bermain sebagai pengganti pada sekitar menit ke-75. halaman 2 dari 4
Divisi Juvenil de Honor merupakan kasta tertinggi pada level U-19 di Spanyol. Keberadaan Reza di kompetisi itu bersama CIA Palencia merupakan hasil program Vamos Indonesia. Dalam satu musim, satu tim peserta Juvenil de Honor bermain 30 kali.

Saat ini, ada delapan anak Indonesia yang berada di Spanyol untuk mengikuti program Vamos Indonesia, yaitu Irsyad Furqoni Ravaes, Nikola Filipovic Hutahayan, Reza, Raflyandi Yusuf, Romzie Naga Al Fikri, Mohammad Afganiladin, Aditya Affasa Riawan, dan Helmy Putra Damanik.

Dari delapan orang itu, ada tiga anak yang sudah mendapatkan lisensi berupa kartu Ficha untuk tampil pada pertandingan resmi, seperti Juvenil de Honor. Tiga orang anak tersebut adalah Reza, Helmy, dan Romzie. Reza dan Helmy berada di CIA Palencia, sementara Romzie berada di Club San Juanillo B. Lima pemain lain masih menunggu kartu Ficha mereka keluar.

Program tersebut didukung secara finansial oleh beberapa orang yang sama-sama memiliki visi membangun Tim Nasional Indonesia yang tangguh dan kompetitif. Vamos Indonesia berharap ada semakin banyak anak muda Indonesia bermain sepak bola di Spanyol.

"Di Spanyol tidak ada titip-titipan. Reza tadi mendapat kesempatan bermain, itu karena ia dianggap mampu oleh pelatihnya bukan karena ada pesan dari siapa pun. Dengan kata lain, anak-anak Indonesia sebetulnya mampu bersaing dengan anak-anak di Eropa," ujar Project Director Vamos Indonesia, Fanny Riawan.

"Jika di setiap klub Juvenil de Honor ada tiga anak Indonesia dan mereka bermain 30 kali dalam satu musim kompetisi, kita akan memiliki Tim Nasional yang tangguh karena mereka akan bermain dengan mental dan cara berpikir Eropa. Nantinya, kita tidak perlu lagi melakukan naturalisasi pemain," lanjut Fanny. halaman 3 dari 4
Fanny menyampaikan hal itu pada acara nonton bareng pertandingan CIA vs Real Madrid, di Kemayoran, Sabtu (22/12/2018) sore. Acara tersebut diikuti oleh sejumlah orang tua anak-anak peserta program Vamos Indonesia. 

Kepada orang tua pemain, Fanny mengingatkan tujuan program Vamos Indonesia bukanlah mencari kemenangan, melainkan anak-anak bisa belajar dan merasakan atmosfer kompetisi yang kompetitif. Hal tersebut, menurut Fanny, akan menjadi fondasi dasar bagi Timnas Indonesia untuk bisa bersaing di level dunia.

"Kalah dan menang itu biasa. Namun, kalau kita kalah pada pertandingan yang fair dan kompetitif, kita akan belajar untuk menjadi lebih baik. Melihat permainan Real Madrid tadi, kekalahan 1-2 yang dialami CIA bukanlah hal memalukan," ujar Fanny.

"Kita memang tidak ingin membentuk satu tim pemain Indonesia untuk berkompetisi di liga luar negeri karena jika begitu, mentalitas dan cara berpikir pemain kita akan sama. Namun, jika anak-anak kita bermain di tim luar negeri secara terpisah-pisah, mereka akan belajar soal mental dan cara berpikir pemain Eropa. Mereka akan merasakan bahwa untuk mendapatkan jatah bermain, mereka harus bekerja keras dan bersaing dengan teman-teman sendiri," tambah Fanny. halaman 4 dari 4


Sepatu Bola Dengan Kemasan Paling Unik! - Mizuno Wave Cup Legend Rivaldo 2002

Terakhir diubah:  20/01/19 - 16:57





Video Trending



Berita Terkait


1587713401449

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?