Krisna Adi Jalani Perawatan, Polisi Lakukan Penjagaan


  •    Tjatur Wiharyo
  •    26/12/18 - 00:50
  •    857

(Ilustrasi Aceh United vs PS Mojokerto Putra. /Liga Indonesia)

Penyerang PS Mojokerto Putra Krisna Adi menjalani perawatan di Rumah Sakit dr Sardjito, Yogyakarta, setelah mengalami kecelakaan, pada Minggu (23/12/2018) dini hari WIB. Menurut kakak Krisna Adi, Johan Arga Pramudya, kamar perawatan adiknya dijaga sejumlah polisi.

"Betul ada pihak kepolisian dari Polda DIY yang berjaga. Setahu saya memang kalau ada kecelakaan paling diminta keterangan saksi bagaimana kronologinya. Jadi saya sedikit bingung dengan situasi sekarang," ujar Johan Arga, seperti dilansir Indosport, Selasa (25/12/2018).




Krisna Adi merupakan penyerang PSMP Mojokerto, yang mendapat sanksi larangan bermain seumur hidup dari Komisi Disiplin PSSI pada Sabtu (22/12/2018).. Krisna Adi dihukum karena dinilai terlibat dalam pengaturan skor (match fixing).

"Kami memiliki bukti-bukti yang kuat dari sejumlah pelanggaran match fixing yang dilakukan PS Mojokerto Putra. Demikian halnya dengan saudara Krisna Adi Darma," ujar Ketua Komite Disiplin PSSI Asep Edwin.

"Karena itu merujuk kepada pasal 72 jo.pasal 141 Kode Disiplin PSSI, PS Mojokerto Putra dihukum larangan ikut serta dalam kompetisi PSSI tahun 2019 yang dilaksanakan PSSI dan Krisna Adi Darma dilarang beraktifitas dalam kegiatan sepak bola di lingkungan PSSI seumur hidup," lanjut Asep. halaman 2 dari 3
Pengaturan skor itu terjadi pada semifinal Liga 2 antara PS Mojokerto Putra dan Aceh United, pada 19 November 2018. Ketika Aceh United unggul 3-2 pada menit ke-87, PS Mojokerto Putra mendapatkan penalti. Hadiah penalti itu dieksekusi oleh Krisna. Namun, tembakan Krisna yang dilepaskan dari titik penalti meleset jauh dari sasaran.

Berkaitan dengan kecelakaan yang dialami Krisna Adi, menurut Johan Arga, kecelakaan terjadi setelah Krisna Adi pulang dari rumahnya, di Yogyakarta, pada Minggu (23/12/2018). Krisna mengalami cedera pada kepala yang membuatnya menjalani operasi untuk mengatasi pendarahan.

"Krisna mengalami kecelakaan usai pulang dari rumah saya jam dua pagi. Dia berboncengan dengan temannya dan duduk di belakang tanpa mengenakan helm.Kedatangannya ke rumah saya tadi malam tak lain untuk membicarakan hukumannya. Dia sudah tahu soal hukumannya sejak Kamis lalu, sebelum diumumkan oleh PSSI," kata Johan Arga, Minggu (23/12/2018) malam.

"Saya dapat kabar kalau mereka mengalami kecelakaan dan menabrak bus yang sedang parkir di pinggir jalan. Temannya di depan mengalami patah tulang tangan, sementara adik saya luka di kepala," lanjut Johan. halaman 3 dari 3
Johan juga menjelaskan, bahwa Krisna Adi sudah menjalani operasi tahap pertama yaitu pengangkatan sebagian batok kepala untuk proses pembersihan. Selanjutnya, menurut Johan Arga, Krisna akan menjalani operasi pemasangan sebagian batok kepala setelah pembersihan selesai dan kemudian operasi rahang.

"Sampai siang ini sudah di angka Rp 30 juta. Itu baru sekali operasi karena masih ada dua tahapan serupa. Kami pihak keluarga terus mengusahan yang terbaik bagi Krisna dan untuk kesembuhan dia. Untuk durasi recovery sendiri waktunya tidak bisa ditentukan tergantung kondisi pasien. Kalau memang bagus, sebulan lagi lanjut operasi tahap kedua," ungkap Johan Arga.

"Kami semua dari keluarga bergantian menjaga Krisna di rumah sakit. Kami juga mohon doanya agar diberi kelancaran dan kesembuhan," tambah Johan Arga.




Sementara itu, menurut Tribunnews, sebelum kecelakaan terjadi, Krisna Adi telah membuat janji wawacara dengan salah satu media berkaitan dengan dugaan pengaturan skor yang melibatkannya.

Adi Krisna tersandung masalah pengaturan skor setidaknya karena gagal mencetak gol ketika mengeksekusi penalti, pada pertandingan 8 Besar Liga 2 2018 melawan Aceh United, di Stadion Cot Gapu, Aceh, Selasa (19/11/2018). Pada laga yang dimenangi Aceh United 3-2 itu, tembakan Krisna Adi dari titik penalti meleset jauh ke sisi kiri gawang.

Sejumlah kalangan menilai janggal kegagalan Krisna Adi dan mengaitkannya dengan tindakan pengaturan skor.

Selain menjatuhkan sanksi larangan bermain seumur hidup kepada Krisna Adi, Komdis PSSI juga menjatuhkan sanksi laranga bermain kepada klub PS Mojokerto Putra pada Liga 2 2019.


TOP 4 SAVES! Pro Futsal League 2019 - GRUP B Pekan 1








Berita Terkait


1546668001701

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?