Respons PSSI Soal Penangkapan Wasit Nurul oleh Satgas Anti Mafia Bola


  •    Gerry Putra
  •    08/01/19 - 16:40
  •    1783

Istimewa

Wasit Nurul Safarid ditangkap Satgas Anti Mafia Bola di Garut, Jawa Barat pada Senin (7/1/2019). Nurul terlibat dalam pengaturan skor pertandingan Persibara Banjarnegara versus Persekabpas Pasuruan.

Dikabarkan wasit Nurul menerima uang 45 juta dan terlibat pertemuan dengan beberapa tersangka, seperti mantan komisi wasit Priyanto, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng, anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto, wasit Anik Yuni Artika Sari, dua asisten wasit, cadangan wasit, serta pengamat pertandingan.




Terkuaknya praktik pengaturan skor pertandingan berdasarkan adanya laporan dari manajer Persibara, Lasmi Indriyani. Menurut pengakuannya, ia kerap ditawari oleh tersangka, terutama untuk tuan rumah pertandingan di Liga 3.

Mendapat berita penangkapan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha berikan respons. Ia menyambut positif langkah Satgas Anti Mafia Bola yang menangkap Nuru Safarid.

"Setiap hal yang berkaitan dengan hukum positif yang harus ditegakkan oleh Kepolisian RI, PSSI menghargai hal tersebut," ujar Ratu Tisha saat ditemui wartawan, di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

"Ikuti proses hukumnya dengan baik, baik itu mengenai hukum individu per individu," kata Ratu Tisha.

Ratu Tisha menambahkan juga peran dari Komite Wasit yang ada di PSSI. Lebih lanjut, jika ada wasit secara individual melakukan jenis pelanggaran, maka akan dilanjutkan ke Komite Disiplin.

"Kalau Komite Wasit itu berkaitan secara teknis. Mereka seluruh wasit yang ada akan mendapat evaluasi per pekan setelah pertandingan,"

"Jadi tempatnya itu, apabila ada pelanggaran disiplin maka akan dilanjutkan ke Komite Disiplin," ucapnya.







Berita Terkait


1570714425972

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?