Bintang Lapangan: Metamorfosis Anca, Dari Tukang Gocek Hingga Jadi 'Playmaker' Handal


  •    Rissalah Maulana
  •    09/01/19 - 21:54
  •    2550

(bolalob)

Pemain-pemain asal Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, mayoritas punya ciri khas kemampuan individu yang baik. Namun ini juga menjadi bumerang. Karena tanpa visi dan kecermatan yang baik, sebuah kemampuan individu yang baik tidak akan membuat tim meraih kemenangan.

Ini yang dilihat dari Ardiansyah Nur, pemain asal Makassar. Tumbuh berkembang dari lingkungan futsal Makassar yang mengandalkan kemampuan individu, Anca, panggilan akrabnya, memulai karirnya dengan karakter itu.

Sempat bergabung trial di Mataram FC NTB, Anca menjadi salah satu pemain yang punya kemampuan individu ciamik. Aksi-aksinya melewati pemain sempat menarik perhatian pecinta futsal. Debut di Antam di Pro Futsal League 2017, Anca juga mengandalkan kemampuan yang sama. Namun lama dirasakan, kemampuan tersebut dirasa tak membantu banyak untuk tim.

"Prosesnya memang dulu saya suka gocek-gocek sendiri sebelum masuk liga. Di Antam memang juga masih suka gocek-gocek dan sempat kaku juga karena pertama kali tampil di Liga. Perlahan saya sadar, saya melakukan itu karena belum paham futsal yang sebenarnya, yang bermain dengan sistem seperti formasi 1-2-1, 3-1 ataupun 4-0," ungkap Anca kepada Bolalob.


Ketidakpahaman akan sistem itu yang membuat Anca mengambil inisiatif sendiri, menggocek bola melewati lawan. Namun semua itu berubah kala dirinya masuk ke dalam skuat timnas futsal U-20. Adalah pelatih Victor Hermans yang kala itu membesut timnas senior dan U-20 yang membantunya berkembang.

"Coach Vic melatih sangat detail. Pemain dituntut bermain sederhana dengan sistem tiga kali sentuhan. Bahkan dalam latihan fun game, kami hanya boleh menyentuh bola tiga kali paling banyak. Taktik menyerang, bertahan serta sistemnya juga diajarkan," ujarnya.



Pemahaman tentang futsal Modern ini membuat Anca belajar banyak dan terus memahami bagaimana cara bermain futsal yang baik. "Dengan bermain simple dan cerdas dengan skema futsal modern ini, kita jadi bisa main di mana saja, dan dengan siapa saja," ungkap Anca.


Tak berhenti di skuat timnas futsal U-20, Anca juga ditempa oleh Yori van der Torren, asisten Vic Hermans di timnas, saat memperkuat Black Stee sejak musim 2018. Karena cara melatih tidak jauh berbeda. Anca terus mengasah kemampuan dan meningkatkan visi bermain.

Syukur, metamorfosis pemain kelahiran 27 agustus 1997 tersebut dari tukang gocek hingga jadi pemain dengan kemampuan membaca permainan serta memprediksi pergerakan kawan maupun lawan membuatnya menjadi salah satu kunci Black Steel selama dua musim ini. Di musim kedua pada PFL2019 ini, Anca berharap bisa membawa Black Steel meraih gelar juara.

Meski telah berkembang, Anca mengaku belum puas dan ingin terus belajar mendalami futsal lebih jauh.


Prestasi Anca

Runner-up LFN regional makassar 2015 bersama YNWA FC
Juara BIMP EAGA 2016 bersama tim Sulsel
Runner-up Piala Gubernur NTB CUP 2016 (Mataram FC)
Timnas U-20 2017 - 8 Besar AFC U-20 Futsal Championship 2017
Runner-up FFI Futsal Championship 2017 (Afp Sulsel)
Medali Emas Pomnas 2017 (Sulsel)
Terakhir diubah:  14/01/19 - 17:39







Berita Terkait


1552793538557

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?