Nasib Miris Pelatih Berprestasi di Tengah Isu Match Fixing


  •    Kukuh Wahyudi
  •    11/01/19 - 18:30
  •    2084

Kompas.com

Usai acara Mata Najwa dengan topik "PSSI Bisa Apa Jilid 2, pemerintah turun tangan memerangi match fixing di dunia sepak bola dalam negeri. Lewat Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola, pemberantasan mafia bola mulai bergerak.

Hasilnya pun sudah terlihat. Ternyata memang benar adanya bahwa ada "permainan" kotor di sepak bola Tanah Air. Tak tanggung-tanggung, beberapa pejabat teras PSSI pun telah ditetapkan menjadi tersangka.

Namun, ada dua efek dari penemuan-penemuan match fixing ini. Bagi pelaku bal-balan dalam negeri yang memang tulus menginginkan perbaikan, pasti sangat senang karena negara terjun langsung dalam hal ini. Mereka yakin ada secercah harapan di sepak bola Indonesia untuk bersih dari mafia.

Tapi di sisi lain, ada efek yang tak terduga.




"Saya kasihan buat teman-teman saya yang sudah meraih prestasi. Dengan adanya penemuan ini, mereka jadi tak bangga lagi. Mereka khawatir kalau prestasi yang mereka capai ternyata bukan murni kerja keras," ucap Fakhri Husaini, eks pelatih timnas U-16 kepada Bolalob.

"Padahal, sangat banyak teman-teman saya yang memiliki integritas. Jadi, saya berharap PSSI harus mendukung kerja Satgas ini agar sepak bola Indonesia cepat maju," kata Fakhri melanjutkan.
halaman 2 dari 2
Salah satu contoh kasus yang dimaksud Fakhri pun hadir di Liga 1 musim lalu. Pelatih PSIS, Jafri Sastra, kecewa lantaran penampilan timnya di Liga 1 2018 disebut hasil dari skenario.

Pasalnya, mulai pekan ke-21, sepak terjang PSIS melonjak tajam. Dari tim papan bawah, naik cepat hingga akhirnya finis di posisi 10 di partai ke-34.

"Ada yang bilang ini skenario. Mereka tidak tahu betapa mati-matiannya kami untuk meraih poin demi poin. Mereka yang mengatakan seperti itu tidak merasakan perjuangan pemain. Kasian pemain yang sudah berjuang di lapangan tapi dituduh seperti itu," kata Jafri Sastra beberapa waktu lalu.







Berita Terkait


1547735402167

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?