Mantan Tukang Sapu Jalan Turut Loloskan Iran ke 16 Besar Piala Asia 2019


  •    Tjatur Wiharyo
  •    13/01/19 - 17:30
  •    1.003

Mantan Tukang Sapu Jalan Turut Loloskan Iran ke 16 Besar Piala Asia 2019
Alireza Beiranvand. /Fox Sports Asia

Iran sudah memastikan diri masuk 16 besar Piala Asia 2019 dengan nilai enam dari dua laga fase grup. Setelah menang 5-0 atas Yaman, Iran menundukkan Vietnam 2-0.

Gol ke gawang Yaman diciptakan oleh Mehdi Taremi (12', 25') Ashkan Dejagah (23') Sardar Azmoun (53'), dan Saman Ghoddos (78'), sementara gol ke gawang Vietnam dicetak Sardar Azmoun (38', 69').

Iran bersaing ketat dengan Irak. Keduanya menguasai dua besar klasemen Grup D dengan nilai sama. Keduanya akan bertemu pada laga terakhir fase grup untuk menentukan juara grup, di Al-Maktoum Stadium, Dubai, pada 16 Januari 2019.




Keberhasilan Iran membukukan cleansheet dalam dua pertandingan tak lepas dari performa kiper Alireza Beiranvand. Pada laga melawan Yaman, Alireza tidak banyak beraksi. Namun, saat melawan Vietnam ia setidaknya dua kali mengantisipasi tembakan jitu lawan, yaitu tembakan Nguyen Cong Phuong pada menit ke-52 dan Nguyen Quang Hai pada menit ke-76.

Meski kalah pamor dari Sardar Azmoun, Alireza Beiranvand bakal menjadi tumpuan Iran saat melawan Irak. Irak sudah mencetak enam gol dalam dua laga terakhir dan menjadi salah satu tim pencetak gol terbanyak, bersama Iran dan Arab Saudi, yang ada di grup Edan berpotensi menjadi lawan Iran pada 16 besar. halaman 2 dari 3
Nama Alireza dikenal lebih luas setelah penampilannya pada Piala Dunia 2018. Berada segrup dengan Spanyol dan Portugal, Iran melangkah pulang membawa cerita menang 1-0 atas Maroko, imbang 1-1 dengan Portugal, dan kalah 0-1 dari Spanyol.

Kiper Alireza Beiranvand boleh jadi adalah salah satu pemain Iran yang bisa mewarisi cerita menarik. Ketika melawan Portugal, ia menahan tembakan penalti Cristiano Ronaldo.

Melihat masa lalu, Beiranvand mungkin tidak pernah berpikir tampil di Piala Dunia dan bertemu dengan juara Piala Eropa 2016 dan mengantisipasi tembakan dari pemain terbaiknya.

Saat masih kecil, Beiranvand sudah menjadi penggembala domba dan sempat melakukan sejumlah pekerjaan yang berbeda-beda saat remaja.

Beiranvand memiliki orang tua yang berprofesi sebagai gembala domba. Sejak kecil Beiranvand yang merupakan akan pertama sudah dibiasakan membantu orang tua menggembala domba yang merupakan sumber mata pencaharian mereka.




Berawal dari cita-citanya ingin menjadi pemain sepak bola profesional, Beiranvand meninggalkan tempat tinggalnya di Lorestan untuk menuju Tehran agar mendapat peluang lebih besar mewujudkan cita-citanya. Terlebih Ayah Beiranvand sempat marah besar karena tidak mengizinkan Beiranvand untuk menjadi pesepakbola profesional.

Kehidupan Beiranvand di Tehran tidak mudah bahkan ia sempat dikira seorang pengemis karena tidur di depan pintu klub. Banyak orang yang memberikan koin pada malam hari karena menganggap Beiranvand seorang pengemis. Tapi Beiranvand justru bersyukur karena uang tersebut bisa digunakan membeli sarapan.

Beiranvand sempat beberapa kali mendapat pekerjaan seperti buruh pabrik, tukang cuci mobil, bekerja di restoran pizza dan tukang sapu jalanan setelah bergabung dengan klub Iran, Naft U-23.

Perjalanan karier Beiranvand bersama Naft U-23 sempat pupus setelah dicoret dari skuad karena ia mengalami cedera. Namun siapa sangka tim senior Naft justru merekrutnya. Enam musim membela Naft, Beiranvand akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan klub papan atas, Persepolis FC pada 2016.

Sejak 2015, Beiranvand selalu menjadi pilihan utama di tim nasional Timnas Iran. halaman 3 dari 3
Terakhir diubah:  13/01/19 - 19:20






Video Trending



Berita Terkait


1549431602620

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?