Masa Depan Real Madrid Ada di Pundak Vinicius Junior


  •    Robert
  •    07/02/19 - 06:00
  •    504

Bolalob

Ketika pertama kali tiba di Real Madrid, Vinicius Junior tak langsung tampil di tim utama, walau ia membawa banderol 45 juta euro dalam dirinya. Wonderkid Brasil ini lebih dulu beradaptasi sepakbola Spanyol bersama tim Castilla. Disana ia belajar banyak bersama dengan pelatih saat itu Santiago Solari, yang saat ini berada di tim utama El Real.




Perlahan tapi pasti, Vinicius mulai mendapatkan menit bermain yang reguler di tim utama Madrid, sejak kedatangan Solari untuk menggantikan Julen Lopetegui di kursi pelatih. Menurut laman Opta, Vinicius sudah mencatat enam assist dalam enam penampilan starter di Copa Del Rey, lima kemenangan didapat oleh Madrid di turnamen itu. Ia juga terlibat dalam empat gol Madrid di emapt pertandingan terakhir di Santiago Bernabeu. Daya ledak dan keberanian pemain kelahiran Sao Goncalo, Rio de Janiero ini mulai terasa.

halaman 2 dari 5
Jadi Siapa Sih Vinicius Junior?

Vinicius berada di Flamengo sejak usia 10 tahun dan pada umur 13 tahun ia mulai tampil di tim U-15 klub tersebut dibawa arahan pelatih Claudio Cacapa.

"Ayahnya datang kepada kami ketika dia baru berusia lima tahun dan sejak itu ia selalu tampil pada tingkat yang lebih tinggi dari anak-anak seusianya," kata Cacau, seorang guru di Escolinha Fla Sao Goncalo, sekolah yang berafiliasi dengan Flamengo yang membesarkan Vinicius, tahun lalu

"Satu hal yang aneh tentang Vinicius adalah bahwa, jika kita membiarkannya, dia akan berlatih dengan setiap kelompok umur. Dia sepertinya tidak pernah lelah. Sampai hari ini, dia kembali dan mengunjungi kami, membawa medali dan berbagi pengalamannya dengan anak-anak. Kami benar-benar mengagumi kenyataan bahwa dia selalu kembali ke sini. "

Dia dengan cepat menjadi bintang dari 'Generasi kelahiran 2000', pemain yang lahir pada pergantian milenium, dimana ia memimpin tim ke Copa Votorantim yang bergengsi pada 2015.

Penampilan yang mengesankan berlanjut ke junior Campeonato Carioca (kejuaraan negara bagian Rio), di mana ia dijuluki 'pemilik bola' saat ia mengendalikan permainan, mencetak 10 gol tampil kreatif di lini serang.

Semua hal itu terjadi di Copa Sao Paulo, turnamen yunior paling terkenal di Brasil, pada Januari tahun lalu di mana Vinicius membuat kesan terbesar, yang saat itu berusia 16 tahun mendominasi sejumlah lawan yang hingga tiga tahun lebih tua darinya.


Penampilannya menarik perhatian media nasional, karena ia dibandingkan dengan daftar terkenal mantan bintang Copa Sao Paulo, termasuk Rai, Rivaldo, Djalminha, Neymar, Lucas Moura dan Gabriel Jesus.

"Kami sangat bangga melihat dia bangkit, tidak hanya untuk Flamengo, tetapi juga dengan tim nasional," kata Cacau. "Dia sudah bermain di U-17 dan kami berharap suatu hari ia bisa membawa banyak kesenangan bagi Flamengo dan Selecao. "

Vinicius masih jauh dari pemain pertama yang menarik minat besar dari Eropa pada usia muda. Philippe Coutinho menegosiasikan kepindahan ke Eropa sebelum ulang tahunnya yang ke-18, sementara Neymar diundang ke Real Madrid pada usia 13 tahun.

Ia melakukan debut pada 13 Mei 2017 di laga derby melawan rival sekota Flamengo, Atletico Mineiro. Ia baru bermain di menit ke-82.

Namun meski bermain di 10 menit menjelang laga berakhir, ia sukses mematahkan rekor megabintang Barcelona, Neymar sebagai pemain termuda yang ambil bagian dalam laga derby di liga Brasil.

Sebagai tambahan informasi, Neymar melakukan debutnya bersama Santos di usia 17 tahun, sedangkan Vinicius melakukan debutnya di usia 16 tahun.

Dalam dua musim di tim utama Flamengo, Vinicius sudah mendapatkan jam terbang cukup banyak, yakni 69 pertandingan dan mencetak 14 gol. Modal yang cukup untuk dibawanya ke kancah La Liga. halaman 3 dari 5
Dapat Sanjungan di Ruang Ganti

Berkat penampilan impresif Vinicius, pelatih Los Blancos Santiago Solari tak sungkan melemparkan pujian kepadanya. Penyerang remaja asal Brasil ini disebut Solari sebagai sosok yang dicintai oleh fans dan terutama rekan-rekan setimnya.

"Dia tampil sangat bagus dan mendapat aplaus dari publik Santiago Bernabeu. Dia memberikan respons yang bagus, saat bertanding maupun latihan," tuturnya.

"Kami senang dengan kehadirannya di skuat dan juga performanya hari ini. Dia selalu mendapat dukungan dari seluruh pemain senior di skuat, yang selalu membimbing dan mencintainya," imbuh Solari.


Solari mencatatkan debutnya bersama Real Madrid kala timmya berhadapan dengan tuan rumah Melilla di ajang leg pertama 32 besar Copa del Rey pada Kamis (1/11/2018). Mantan pelatih tim Castilla itu membawa Los Blancos menang telak 0-4. Usai lagai, Solari menyoroti kebangkitan Madrid dan penampilan cemerlang bintang muda Vinicius. Dimana ini adalah debut pertama Vinicus kala tampil sebagai starter Madrid.

“Dia bermain sembilan puluh menit, dia memiliki talenta yang baik dan baru saja bergabung. Saat ini dia tinggal di negara baru, harus beradaptasi dengan gaya permainan sepak bola seperti Real Madrid. Kita semua melihat talentanya, tetapi dalam sepak bola ada banyak hal lain. Saya senang dengan tim secara keseluruhan karena mereka sudah bekerja keras,” halaman 4 dari 5
Gaya Bermain

Mirip dengan Marco Asensio, Vinicius memiliki perubahan kecepatan yang memperdaya pemain bertahan, meninggalkan pemain di belakangnya. Di lini depan, ini sangat menghancurkan, karena kemampuan untuk mengubah arah dengan cepat menarik banyak sekali pelanggaran.


Fleksibilitas Vinícius adalah hal lain yang menonjol. Wonderkid itu dapat bermain di kedua sayap, memiliki ukuran untuk meneror bek belakang, dan kecepatan untuk meneror bek tengah. Tetapi manajer Brasil U-17 memberinya lebih banyak kebebasan dari itu, memungkinkan Vinícius berkeliaran dalam peran second striker.

Dia lebih dari mampu memainkan umpan diagonal panjang, beralih bermain, serta melesat bola vertikal mematikan di atas pertahanan untuk sesama rekan serang.

Vinícius menggunakan tubuh dan fisiknya secara luar biasa. Meskipun tidak terlalu tinggi pada postur 176 cm, Vinícius menggunakan keseimbangan dan pusat gravitasi yang rendah namun kuat untuk mempertahankan penguasaan bola. Setiap kali Vinícius atau rekan satu tim lainnya kehilangan bola, ia langsung bertanggung jawab untuk merebut bola kembali. Kesediaan untuk mempertahankan sayap serta keinginan untuk menekan tinggi adalah sifat yang jarang Anda temukan pada penyerang muda. halaman 5 dari 5
Masa Depan Brasil

Vinicius sukses membawa dua trofi kejuaraan Amerika Selatan bersama dengan tim U-15 dan 17 dalam periode dua tahun, yakni 2015-2017. Tak hanya sukses menjuarai turnamen tersebut, ia juga sukses mencetak tujuh gol dan terpilih menjadi pemain terbaik.


Berkat penampilan apiknya di Madrid, bukan tak mungkin dalam waktu dekat Tite akan memanggilnya untuk memperkuat timnas senior. Apalagi Neymar sedang mengalami cedera.

"Kami memiliki 14 pemain baru bersama kami dalam enam pertandingan terakhir kami yang belum pernah memiliki caps timnas Brasil. Ini adalah masa transisi dan peluang juga.

"Ketika saya berbicara tentang peluang, saya suka mengulangi hal-hal. Ini bukan ujian. Tes adalah bagi mereka yang tidak memiliki kualitas, peluang adalah bagi mereka yang memiliki kualitas.

"Vinicius adalah di antara mereka yang mungkin memiliki kesempatan. Brasil terbuka sampai saat terakhir."

Penggemar Madrid tidak punya pilihan selain bersabar dengan karir Vinicius dan mempercayai manajemen klub yang telah mengumpulkan banyak talenta muda yang luar biasa dalam skuad.

Mendapat tekanan dalam pundak seseorang pada usia semuda itu pasti sangat sulit, dan menambahkan tekanan itu tidak akan membantu perkembangan Vinícius Júnior sedikit pun.
Terakhir diubah:  08/02/19 - 14:40







Berita Terkait


1555731601769

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?