Legenda MU Bandingkan Filosofi Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solksjaer


  •    Tjatur Wiharyo
  •    12/02/19 - 07:10
  •    380

(Ole Gunnar Solksjaer. /AFP)

Sejak Jose Mourinho digantikan Ole Gunnar Solksjaer pada 19 Desember 2019, Manchester United bermain sebelas kali dengan rekor sepuluh kali menang dan sekali seri. Sebelumnya, MU melakoni 24 pertandingan dengan rekor sepuluh kali menang dan tujuh kali kalah.

Legenda Manchester United Karel Poborsky menilai, ada perbedaan antara Mourinho dan Solksjaer. Filosofi Solksjaer, menurut Poborsky, diikuti oleh para pemain MU.

"Saya kurang mengenal Jose Mourinho dan Louis van Gaal, tetapi saya kenal Ole dan saya pernah bermain bersamanya. Ole orang yang luar biasa, sangat positif, ramah dengan semua orang, dan seorang pelatih yang bagus. Sekarang, semua kembali bersemangat dan saya berharap mereka finis di empat besar," ujar Poborsky kepada Bolalob, di Jakarta, Minggu (10/2/2019).

"Mourinho dan Van Gaal menyiapkan tim untuk bertahan, sementara Solksjaer membuat timnya berpikir jika kami kebobolan dua gol, kami harus membalas tiga gol. Ini filosofinya dan semua pemain ikut berpikir seperti itu. Saya ikut senang untuk Ole," lanjut Poborsky.




Poborsky bermain untuk MU pada 1996-1998. Sementara itu, Solksjaer sudah berseragam MU sejak 1996 hingga gantung sepatu pada 2007. Poborsky dan Solksjaer membantu MU menjuarai Premier League 1996-1997.

Setelah gantung sepatu di Ceske Budejovice pada 2007, Poborsky masih aktif dalam sejumlah aktivitas sepak bola. Poborsky berada di Jakarta juga karena sepak bola. Pria kelahiran Jindrichuv Hradec pada 30 Maret 1972 ini datang untuk berbagi ilmu dan pengalaman dengan peserta Bintang Lapangan.

Bintang Lapangan merupakan acara seleksi pemain yang diselenggarakan Home Credit bersama Asia Football School dan Bolalob.

Seleksi akan digelar di tiga kota. Setelah Jakarta, seleksi akan digelar di Stadion Ngurah Rai, Denpasar pada 23-24 Februari dan kemudian di Stadion Arcamanik, Bandung, pada 9-10 Maret 2019.

Dari seleksi di tiga kota itu akan dipilih 36 pemain untuk bersaing pada seleksi babak grand final yang akan digelar, di Jakarta, 4-7 April 2019. Dari seleksi pada babak grand final, akan dipilih enam orang untuk mendapatkan beasiswa di Asia Football School selama satu tahun dan kesempatan bertanding di Liga Internasional di Singapura, pada 19-21 April 2019.

Dari seleksi di Jakarta, terpilih 12 pemain U-12 dan U-14 untuk tampil pada seleksi grand final. Mereka adalah Arlyansah Abdulmanan, Ji Dabin, Faiz Akhdan, Wildan Arif, Rizky Abdulmanan, Bima Andika, Farel Adriyansah, Eros Dermawan, Rully, M. Farid Fakhrudin, Muhammad Keano Abrar, dan Yoga Aji Saputra.

Untuk seleksi di Denpasar, pada 23-24 Februari 2019, pendaftaran sudah dibuka dan bisa dilakukan mulai sekarang. Pendaftaran dilakukan secara online, melalui Bintang Lapangan.

Karel Poborsky tidak terlibat dalam seleksi di Denpasar maupun di Bandung. Namun, rencananya, ia akan kembali terlibat pada seleksi grand final.


Galeri Pertandingan Pro Futsal League 2019 - Grup B : Devina Kamiada FC VS Vamos FC Mataram








Berita Terkait


1550530802670

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?