Dua GOR Bocor Jadi Rintangan PFL 2019


  •    Kukuh Wahyudi
  •    12/02/19 - 18:40

(Bolalob)

Ada sedikit catatan minor yang hadir dalam penyelenggaraan Pro Futsal League (PFL) 2019 hingga pekan IV Grup A dan B. Hal itu berkaitan dengan infrastruktur venue pertandingan.

Tercatat ada dua Gelanggang Olahraga (GOR) yang memiliki masalah hingga mengganggu jalannya pertandingan. Di Grup A ada GOR Pangsuma, Pontianak dan di Grup B ada GOR Saburai, Lampung.

Dua GOR tersebut memiliki masalah pada kondisi atapnya yang bocor. Alhasil, saat hujan tiba ada tetesan air yang jatuh dari lubang-lubang atap. Pertandingan pun terpaksa dihentikan atau ditunda hingga air tak menetes lagi.

Kondisi ini sebenarnya sangat disayangkan di tengah penyelenggaraan liga yang semakin meriah. Tim makin kompetitif, banyak muncul pemain muda berbakat, hingga hadirnya pemain asing dengan reputasi mentereng.

Di GOR Saburai saat berlangsung pekan IV Grup B, pertandingan terakhir bahkan tertunda hingga sekitar dua jam. Dari jadwal bermain pukul 20.00 WIB mundur hingga 22.00 WIB.

Lantas mengapa GOR dengan kualitas seperti itu tetap dipaksakan? Kalau tidak, maka euforia liga futal hanya dirasakan di Istora Senayan, Jakarta, saja. Pasalnya, hanya arena itulah yang memiliki fasilitas paling ideal dalam penyelenggaraan liga futsal.




halaman 2 dari 2
Jadi, mau tidak mau Federsi Futsal Indonesia (FFI) memaksakan kualitas GOR yang "seadanya" di daerah-daerah demi menumbuhkan euforia futsal di seluruh penjuru Tanah Air. Tujuannya tentu demi perkembangan futsal nasional.

Tuan rumah Grup IV Grup B, Giga FC Kota Metro, buka suara soal kondisi kandangnya itu.

"Kalau hujan memang masih bocor. Tapi, GOR itulah yang terbaik yang bisa digunakan. Tapi, di akhir bulan ini seharusnya sudah mulai direnovasi. Jika tahun depan kami dipercaya lagi, maka kondisi GOR dipastikan bisa lebih baik," kata Reza Mahesa, Owner Giga FC Kota Metro kepada Bolalob.

Sebelumnya, Kancil BBK Pontianak yang berkandang di GOR Pangsuma pada pekan III Grup A juga menjanjikan bakal ada proses renovasinya GOR-nya.

"GOR Pangsuma dibangun pada 1983 sehingga kondisinya memang seperti ini. Gubernur berjanji tahun ini akan ada renovasi yang akan dilakukan," ucap Haryadi Zuriansyah, Manajer Kancil BBK beberapa waktu lalu.

Pada dasarnya, masalah GOR bocor memang tak bisa dibebankan kepada klub tuan rumah. Pasalnya, GOR yang mereka gunakan adalah milik pemerintah daerah yang disewa. Yang bisa dilakukan klub mungkin hanya mendorong pihak pemerintah daerah bahkan pusat untuk sama-sama menjaga dan merawat GOR yang sudah ada. 
Terakhir diubah:  12/02/19 - 18:44







Berita Terkait


1550380801812

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?