Uang Tunai Rp 300 Juta Dibawa Satgas Anti Mafia dari Kediaman Joko Driyono


  •    Robert
  •    17/02/19 - 06:30
  •    342

Merdeka

Satgas Anti Mafia Bola baru saja menetapkan Plt Ketum PSSI, Joko Driyono sebagai tersangka kasus pengaturan skor yang terjadi di Indonesia.

Polisi melihat setidaknya ada dua hal yang akan diteliti dalam pemeriksaan Jokdri tersebut. Hal pertama berkaitan dengan dugaan perusakan serta pencurian barang bukti tadi.

Satgas menyita beberapa bukti dari penggeledahan apartemen Jokdri di Rasuna, Kuningan pada Kamis (14/2/2019) malam. Di antaranya, bukti transfer dan uang tunai sebesar Rp 300 juta.

"Banyak sekali. Ada yg sampai Rp 500 juta bukti transfer, Rp 300 juta uang cash, saat ini belum bisa dijelaskan karena saat ini masih dipelajari Kombes Royke Kasub Satgas Gakum," kata Hendro Pandowo Ketua Satgas Anti Mafia Bola, dalam sesi konferensi pers di Mabes Polri pada Sabtu (16/2), dikutip dari laman Detik.




Penetapan Jokdri sebagai tersangka adalah berkaitan dengan laporan Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indriyani. Pada 16 Desember 2018 silam, melaporkan terjadinya pengaturan skor di Liga 3 kepada kepolisian.

"Ada kaitannya, semua bukti yang dihancurkan itu adalah data-data yang dibutuhkan oleh penyidik Satgas Anti Mafia untuk mengungkapkan membongkar terjadinya pengaturan skor yang didalami saat ini. Kami awalnya laporan dari laporan polisi bu Lasmi," kata Hendro.

Jokdri terancam tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan/atau memasuki dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti yang telah terpasang garis polisi oleh penguasa umum. Hal itu berdasarkan pasal 363 KUHP dan/atau pasal 265 KUHP dan/atau pasal 233 KUHP dengan ancaman penjara 2 tahun 8 bulan dan empat tahun.
Terakhir diubah:  17/02/19 - 16:02







Berita Terkait


1552986003050

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?