Transformasi dalam Bermain dan Keputusannya untuk Menjadi Three Lions, Siapa Sih Declan Rice?


  •    Robert
  •    14/03/19 - 18:40
  •    368

Bolalob

Declan Rice menjadi santapan halaman utama media Inggris pada bulan lalu, setelah dirinya memutuskan untuk beralih kewarganegaraan dari Republik Irlandia ke Inggris. Padahal dirinya sudah bermain tiga kali bersama Rep Irlandia di tahun 2018. Namun ia hanya bertanding saat Irlandia menjalani laga uji coba. Ia juga sempat bermain di level junior untuk Irlandia.

“Seperti banyak orang di seluruh dunia, saya menganggap diri saya sebagai warga negara campuran. Saya bangga menjadi orang Inggris yang lahir dan besar di London. Namun, saya juga bangga dengan warisan keluarga saya dan koneksi saya dengan Irlandia,” tulisnya saat itu.




Sejak musim lalu Rice bertransformasi menjadi seorang gelandang bertahan komplit, dimana pada level junior ia adalah seorang bek tengah.

Puncaknya adalah pada musim ini sejak West Ham kedatangan manajer Manuel Pellegrini.



"Dia pemain yang lengkap," kata Pellegrini. “Itu adalah pemain yang, bagi saya, adalah gelandang bertahan Inggris terbaik. Hal penting lainnya adalah ia berusaha belajar setiap hari.

“Dia adalah pemain muda yang baru saja memulai karirnya. Dia harus berusaha untuk terus mendengarkan, terus melakukan hal-hal yang dia lakukan setiap hari, bermain dan mendapatkan pengalaman yang dia butuhkan."

Panggilan Timnas Inggris pun datang untuk Rice, dimana Pelatih Three Lions, Gareth Southgate memasukan namanya untuk ajang kualifikasi Piala Eropa 2020 bulan ini.

Berikut Fakta-fakta Menarik Declan Rice: halaman 2 dari 3
1. Langganan Timnas Rep Irlandia Sejak Junior



Rice lahir di Kingston, Inggris, tapi darah Irlandia juga mengalir di dalam tubuhnya. Darah Irlandia itu berasal dari kakeknya yang lahir Cork, Irlandia. Lantas, meskipun tumbuh dan berkembang di Inggris, saat timnas Irlandia membutuhkan jasanya, ia justru memilih bermain untuk timnas Irlandia--dari timnas Irlandia U-16, U-17, U-19, U-21, hingga timnas senior Irlandia dalam laga nonkompetitif.

2. Pemain Muda Terbaik Rep Irlandia 2018



Federasi sepakbola Republik Irlandia (FAI) memberi anugerah pemain muda terbaik 2018 pada Declan Rice, yang ironisnya baru saja memutuskan untuk membela Three Lions pada bulan lalu. Sebuah blunder tentunya oleh FAI untuk memberikan gelar tersebut.

3. Jebolan Akademi Chelsea



Rice berada di tim akademi Chelsea selama delapan tahun. Baru pada usia 14 tahun atau apda tahun 2014 dirinya bergabung dengan West Ham. Setahun berselang ia mendapat kontrak profesional di The Hammers. Ia mendapat debut di tim utama West Ham pada 19 Agustus 2017 dalam kekalahan 3-2 dari Southampton.

"Tidak ada yang lebih menyenangkan, bagi penggemar, pemilik atau manajer, untuk memiliki pemain akademi muda menerobos ke tim utama," kata pemilik klub David Gold.

“Namun, saya pikir kita harus realistis dan mengatakan itu sekarang hampir mustahil. Itu tidak akan terjadi secara teratur. Berbeda sekarang. Kami harus menghadapi kenyataan bahwa para pemain muda berusia 17, 18 dan 19 tahun tidak akan masuk ke tim utama Liga Premier. ” halaman 3 dari 3
4. Kontrak Jangka Panjang di West Ham



Pada Desember 2018 lalu, Rice mendapat kontrak selama enam tahun dari West Ham yang akan mengikatnya hingga tahun 2024 di London. Dengan opsi perpanjangan satu tahun kontrak.

Baru berusia 20 tahun namun Rice sudah memainkan 50 partai di Liga Primer dalam dua musim terakhir. Manajer Slaven Bilic dan David Moyes mengagumi kedewasaanya dalam bermain.

"Saya rasa saya akan bertindak sangat tidak hormat kepada West Ham dan rekan-rekan saya jika saya mempertimbangkan pergi dari klub ini," uajr Rice Desember 2018 lalu.

"Sejak awal keinginan saya selalu bermain untuk klub ini. Klub ini adalah tempat terbaik bagi saya."

5. Gaya Bermain



Pellegrini, manajer baru di West Ham juga menyadari keterampilan dan potensinya sebagai gelandang bertahan. Jika Anda memiliki niat untuk bermain di lini tengah, Anda harus pandai mengendalikan bola dan dalam sentuhan pertama. Rice hebat pada sentuhan pertama meski sedang dalam tekanan lawan.

Dia punya kebiasaan untuk pergi ke mana bola berada, sehingga ia bermain di semua lini tengah dan sekali lagi dengan keterampilan hebat dalam sentuhan pertama ia dapat membantu timnya untuk unggul di garis lawan.

"Musim lalu saya bermain di tiga (di belakang) tetapi sekarang Manuel telah datang dan melihat peluang bagi saya untuk bermain di tengah. Dia telah melihat kemampuan saya, dan saya memiliki pola pikir defensif, dan berpikir saya bisa melakukan pekerjaan dan telah saya lakukan, "kata Rice.



"Anda bermain dengan pemain kelas dunia setiap minggu sehingga Anda harus siap dan berkonsentrasi selama 90 menit penuh."

Bukan tak mungkin dalam beberapa musim mendatang Rice akan berada di klub top Eropa jika terus mengasah kemampuannya sebagai gelandang bertahan modern.
Terakhir diubah:  17/03/19 - 12:10







Berita Terkait


1553188996940

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?