Nasib Ezra Walian Tidak Seberuntung 5 Pesepak Bola Terkenal Dunia Ini


  •    Okky Herman Dilaga
  •    22/03/19 - 12:45
  •    464

Nasib Ezra Walian Tidak Seberuntung 5 Pesepak Bola Terkenal Dunia Ini
Striker tim nasional Indonesia, Ezra Walian. (Bolalob)

Ezra Walian, saat ini, harus mengubur mimpi tampil bersama tim nasional Indonesia pada kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Vietnam, 22-26 Maret 2019.

Ezra tidak mendapat restu dari FIFA untuk membela timnas Indonesia. Hal itu merupakan lanjutan dari permintaan AFC mengenai dokumen resmi yang menjelaskan Ezra boleh bermain untuk timnas Indonesia.




Saat masih berusia muda, Ezra memang pernah membela Belanda U-17. Dia tampil dua kali pada ajang kualifikasi Piala Eropa U-17 2014.

Namun, Ezra tidak pernah dipanggil memperkuat tim senior Belanda. Pada 20 Maret 2017, Ezra mendapatkan paspor Indonesia melalui program naturalisasi.

Dia menjalani debut saat timnas Indonesia menghadapi Myanmar pada laga persahabatan, 21 Maret 2017. Ezra juga menjadi bagian timnas Indonesia pada SEA Games 2017 cabang sepak bola putra.

Kini, status Ezra dipermasalahkan FIFA. Meski demikian, FIFA masih memberikan kesempatan bagi PSSI untuk membuktikan keabsahan status Ezra.

Uniknya, Ezra bukan pemain pertama yang berpindah asosiasi pada dunia sepak bola. Ada beberapa pesepak bola tenar yang juga pindah asosiasi, meski sempat bermain untuk negara terdahulunya.

Berikut ini adalah lima pemain ternama tersebut: halaman 2 dari 6


1. Diego Costa (Brasil ke Spanyol)



Diego Costa merupakan pemain murni keturunan Brasil. Dia lahir di Lagarto, sebuah wilayah di Sergipe, Brasil.

Pada usia 18 tahun, Diego Costa terbang menuju Eropa untuk gabung Sporting Braga. Pada 2007, dia melanjutkan petualangan bersama klub Spanyol, Atletico Madrid.

Diego Costa menghabiskan waktu lama bermain di Spanyol. Pada 2013, RFEF (Federasi Sepak Bola Spanyol) mengizinkan Diego Costa membela timnas Spanyol karena sudah memiliki paspor negara itu.

Diego Costa sebenarnya sempat membela timnas Brasil pada laga uji coba melawan Italia dan Rusia, Maret 2013. Namun, FIFA tetap memperbolehkan sang pemain membela Spanyol karena saat berseragam Brasil, dia hanya menjalani laga uji coba. halaman 3 dari 6


2. Wilfried Zaha (Inggris ke Pantai Gading)



Wilfried Zaha lahir di ibu kota Pantai Gading, Abidjan, pada 10 November 1992. Pada usia empat tahun, Zaha beserta keluarganya berimigrasi menuju Inggris.

Besar di Inggris membuat Zaha memiliki paspor negara tersebut. Dia pun menjadi bagian Inggris U-19 dan U-21.

Zaha kemudian dipanggil memperkuat timnas Inggris senior pada 2012. Dia menjalani debut melawan Swedia pada pertandingan persahabatan.

Empat tahun kemudian, Zaha memutuskan berganti asosiasi menjadi Pantai Gading. FIFA meluluskan permintaan Federasi Sepak Bola Pantai Gading yang ingin mengubah asosiasi Zaha. halaman 4 dari 6


3. Roman Neustadter (Jerman ke Rusia)



Roman Neustadter lahir di Dnipropetrovsk, Ukraina, pada 31 tahun lalu. Dari garis keturunan, tempat lahir, dan tumbuh hingga dewasa, Neustadter bisa membela Ukraina, Rusia, Kyrgystan, Kazakhstan, dan Jerman.

Neustadter memilih Jerman pada usia muda. Dia menjalani debut bersama tim senior Jerman pada 2012.

Empat tahun berselang, Neustadter memutuskan membela Rusia. FIFA meluluskan permintaan Rusia karena Neustadter hanya tampil pada laga-laga persahabatan saat membela Jerman. halaman 5 dari 6


4. Kevin Prince-Boateng (Jerman ke Ghana)



Kevin-Prince Boateng lahir di Jerman, dengan memiliki ibu asli Jerman dan ayah dari Ghana. Kakak tiri Jerome Boateng itu besar di Berlin, ibu kota Jerman.

Pada usia muda, Boateng sempat membela Jerman U-19 dan U-21. Namun, Boateng tidak pernah mendapat kesempatan dipanggil tim senior Jerman.

Memasuki tahun 2010, Boateng pindah membela Ghana, untuk ajang Piala Dunia 2010. Hingga kini, dia tetap berseragam Ghana, sementara Jerome Boateng memilih Jerman. halaman 6 dari 6


5. Nacer Chadli (Maroko ke Belgia)



Nacer Chadli lahir dan tumbuh besar di Belgia. Dia memiliki garis keturunan Maroko dari sang ayah.

Pada 2010, Chadli memperkuat Maroko pada pertandingan uji coba melawan Irlandia Utara. Dia bahkan dinobatkan sebagai pemain terbaik pada laga tersebut.

Akan tetapi, setahun kemudian, Chadli menentukan pilihan lain. Dia tergoda berganti asosiasi setelah mendapat panggilan memperkuat timnas Belgia.

Hingga kini, Chadli sudah menjalani 54 pertandingan dan mencetak enam gol untuk Belgia di berbagai ajang.
Terakhir diubah:  22/03/19 - 12:46






Video Trending



Berita Terkait


1579674601651

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?