Review WPFL 2019: Tak Ada Perubahan, Perbedaan Kualitas Pemain Masih Jomplang


  •    Dwi Anggoro
  •    13/04/19 - 13:20
  •    145

Bolalob

Women Pro Futsal League (WPFL) 2019 telah selesai dengan Kebumen Angels keluar sebagai juara baru.

Kebumen berhasil menjadi juara dengan poin 40 dari hasil 13 kali menang dan 1 kali imbang. Mereka tampil perkasa tanpa terkalahkan di liga musim ini.

Penampilan kebumen memang luar biasa dimusim ini. Mereka berhasil mengalahkan juara bertahan UPI Bandung yang menjadi langkah awal mereka menjadi juara, Tapi, konsistensi yang jadi senjata utama Kebumen bisa menjadi juara.

Permainan menyerang membuat Kebumen hampir selelu berpesta gol ke gawang lawan-lawannya. Pengalaman musim lalu yang gagal menjadi juara karena imbang melawan tim yang seharusnya bisa dikalahkan menjadi pembelajaran berharga bagi Citra Adisti dan kawan-kawan. Alhasil, sepanjang musim Kebumen fokus dan tidak meremehkan lawan untuk meraih kemenangan, baik lawan tim besar maupun kecil.


halaman 2 dari 3
Baca selengkapnya Selengkapnya  
Sementara peforma juara bertahan UPI Bandung tidaklah buruk. Mereka menjadi runner-up dengan poin 37 dari hasil 12 kali menang, 1 kali imbang, dan 1 kali kalah. Satu-satunya kekalahan dari sang juara Kebumen. Satu laga yang menjadi penentu di musim ini.

Di peringkat ketiga ada Jaya Kencana Pusaka. Mendapat tambahan dari sisi finansial, tim yang kini berada di Kendal, Jawa Tengah ini menjadi tim terkuat ketiga di musim ini. JK Psuaka hanya kalah dari Kebumen dan UPI. Dan musim depan, bisa menjadi salah satu favorit juara selain Kebumen dan UPI.

Di peringkat keempat ada Netic Ladies Cibinong. Sempat terpuruk di awal musim, Netic berhasil bangkit berkat kegemilangan Maya Muharina Fajriah. Maya menjadi sosok kunci tim asal Bogor ini kembali finish di empat besar.

Dua tim lain, yaitu Pansa FC Bantul dan Putri Musi Rawas menggenapi enam tim yang mampu bertahan di WPFL 2019. Pansa kedatangan pelatih anyar, Yolla Hendro dan sempat membuat kejutan masuk tiga besar. Tapi, perbedaan kualitas dengan tim diatasnya membuat mereka finish diperingkat kelima.

Sebaliknya, Putri Musi menjalani persaingan yang sangat ketat dengan Banteng Muda Putri dan Meta Putri Surabaya di zona degradasi. Kemenangan Putri atas Banteng dan Meta menjadi kunci mereka bisa bertahan.

Secara keseluruhan masih ada perbedaan kualitas antara tim papan atas dengan tim papan bawah. Tim-tim promosi atau pun tim yang baru muncul ke tingkat nasional memiliki banyak PR terutama dalam kualitas pemain yang membuat mereka sulit bersaing di papan atas dan cenderung berjuang untuk lolos dari zona degradasi.

Semoga ini jadi catatan bagi Federasi Futsal Indonesia (FFI) untuk bekerja keras memajukan futsal putri di daerah agar bisa menyetarakan kualitas antar pemain di setiap tim di liga pro. halaman 3 dari 3
Baca selengkapnya Selengkapnya  


TOP 10 SAVES : Pro Futsal League 2019








Berita Terkait


1569637202485

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?