Terkesan Mendadak, Regulasi U-23 Diapresiasi Klub


  •    Kukuh Wahyudi
  •    17/04/19 - 19:30
  •    701

Hanif Sjahbandi, salah satu pilar U-23 yang bisa bersaing di tim utama Arema. (IG Hanif Sjahbandi)

Regulasi U-23 kembali diberlakukan lagi di Liga 1 2019. Namun, tidak seperti Liga 1 2017 yang mewajibkan pilar U-23 untuk bermain (dengan beberapa persyaratan). Kini, status regulasi U-23 sebenarya persis seperti di musim lalu.

Setiap tim wajib mendaftarkan setidaknya tujuh pemain U-23 dalam daftar pemain untuk Liga 1 2019. Namun, pemain tersebut tak diwajibkan turun dalam suatu pertandingan.

Meski hanya diteruskan, masih ada juga tim yang kurang siap mengantisipasi hal tersebut. Tapi, bukan berarti kesulitan menerapkannya, mereka hanya baru mendapatkan kepastian saat sudah mendekati sepak mula Liga 1.

"Regulasi U-23 sebenarya bukan perkara sulit. Pasalnya, kami memiliki banyak pemain untuk mengisi slot tersebut. Tapi, regulasi seperti ini butuh persiapan lebih panjang. Seharusnya dipastikan lebih awal agar bisa lebih maksimal untuk diterapkan," kata Haruna Soemitro, Manajer Madura United kepada Bolalob.




Hal serupa juga terjadi bagi Arema FC. Mereka belum lama mengetahui kepastian regulasi itu. Alhasil, saat ini mereka baru mengisi tiga pemain U-23 dalam sekuatnya.

"Kami tinggal mencari empat pemain saja. Namun, hal itu tidak akan sulit. Pasalnya, pembinaan pemain muda kami di akademi kan cukup berjalan lancar. Jadi, kami akan promosikan mereka," tutur Ruddy Widodo, General Manager Arema FC.

"Saya kira, penerapan regulasi ini cukup bagus. Pemain muda memiliki wadah mengembangkan diri," ujar Ruddy lagi. halaman 2 dari 2
Jika Madura dan Arema mungkin tak terlalu kaget dengan hal itu, berbeda dengan PSS. Tim promosi di Liga 1 2019 itu cukup kaget dengan penerapan regulasi itu.





Menurut sumber Bolalob dari lingkar dalam PSS, mereka sudah mengontrak banyak pemain tetapi hanya satu yang berstatus U-23. Alhasil, besar kemungkinan mereka harus membongkar komposisi pemainnya lagi demi memasuki enam pilar U-23 sisanya. Bagaimana caranya, biarlah menjadi dinamika di PSS dalam persiapan ke kasta elite.

Sementara itu, pelatih PSIS, Jafri Sastra, mengapresiasi regulasi U-23 terus diterapkan. Menurutnya, hal ini dapat berdampak positif untuk mengembangkan pemain-pemain muda yang sempat minim wadah di level profesional.

"Mungkin seharusnya kalau di level profesional tidak usah menggunakan regulasi itu. Tapi, saat ini Indonesia memang membutuhkannya. Pasalnya, kompetisi usia muda masih kurang baik jadi level pro pun harus ikut andil juga," ujar Jafri.







Berita Terkait


1555902002466

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?