SISI LAIN - Simon McMenemy: Melamar via Facebook, Dipecat Lewat Twitter, Merajut Mimpi di Timnas Indonesia


  •    Kukuh Wahyudi
  •    17/04/19 - 21:00
  •    3554

Gerry Putra/Bolalob

Hari-hari ini nama Simon McMenemy makin sering diberitakan setelah resmi ditunjuk menjadi pelatih Timnas Indonesia. Pelatih yang telah malang-melintang dalam karier kepelatihannya dengan banyak kisah menarik di belakangnya. Di pundaknya lah kini kita menggantungkan harapan prestasi tim nasional sepakbola Indonesia.

Setelah gagal menjadi pesepak bola dan sempat putus asa sebagai pelatih muda, Simon McMenemy banting setir ke iklim perkantoran. Pada 2008, ia dipercaya menjabat Manajer Pengembangan Nike di Inggris. Saat itu, kepercayaan diri yang mulai berada dalam level terbawah mulai meninggi lagi.

Bersama produsen perlengkapan olahraga asal Amerika Serikat itu Simon kembali bergelut dengan pesepak-pesepak bola. Bukan hanya level amatir di mana ia pernah bergelut, tapi kali ini ia bergabul dengan orang-orang berlabel superstar.

Bekerja sama dengan bintang-bintang sepak bola dalam membuat iklan membuat gairah hidupnya kembali memuncak. Ia tercatat pernah bekerja bersama dengan Marco Materazzi, Alexander Pato, Gennaro Gattuso, Cesc Fabregas, Denilson, Theo Walcott, Robbie Keane, Gabby Angbonlahor, hingga Aaron Lennon.

Simon bahkan menjadikan pertemuannya dengan salah satu pesepak bola tersohor, Ronaldino, sebagai salah satu pengalaman paling menarik di hidupnya.

"Pada satu titik di Milan, saya sendirian berdiri di seberang Ronaldinho sedang ditonton diam-diam oleh 300 kru dan pendukung Milan. Mereka semua mengharapkan saya untuk mengarahkan bola yang sempurna ke dadanya dari jarak 40 yard," tulis Simon dalam web pribadinya.


halaman 2 dari 4


Simon McMenemy
menganggap pembuatan iklan itu sangat sulit karena ia harus memamerkan skill di depan orang paling jago di dunia.

Kehidupan menyenangkan itu berubah enam minggu kemudian. Ia mengalami patah kaki dan akhirnya dipecat Nike.

Setelah pulih, Simon kesulitan mendapatkan pekrjaan. Nyatanya, menempatkan nama Ronadinho di CV tak memudahkannya mencari kerja.

Butuh sembilan bulan sebelum ia akhirnya berlabuh sebagai Manajer Pengembangan Bisnis di perusahaan lokal. Di posisi itu, Simon menetap selama 14 bulan.

Akhirnya ia sadar pekerjaan itu bukanlah hidupnya. Dirinya butuh berada di lingkungan sepak bola.

Hingga akhirnya, Simon mengobrol di facebook bersama mantan anak didiknya. Obrolan iseng-iseng itu akhirnya menjadi tonggak sejarah.


halaman 3 dari 4
"Peluang "mengobrol" di facebook dengan pemain yang telah saya latih bertahun-tahun sebelumnya meyakinkan saya untuk melamar posisi pelatih kepala timnas Filipina," tulis Simon McMenemy.

"Saya tidak punya hak atau pengalaman untuk mendapatkan posisi seperti itu. Tapi tidak kurang mengurangi kepercayaan diri saya untuk bisa berada di pesawat menuju ke Manila," kata Simon melanjutkan.

Di Filipina ia bak dewa. Semua orang seolah baru mengetahui ada olahraga sepak bola di sana.

Pasalnya, Filipina yang sebelumnya di anggap negara pelengkap di Piala AFF dibawanya melaju hingga semifinal pada edisi 2010. Sejarah fantastis bagi negeri itu.

Namun, nasib pahit kembali menyelimutinya. Setelah berawal dari percakapan di facebook, ia dipecat oleh federasi sepak bola Filipina (PFF) lewat pengumuman di twitter tak lama setelah AFF. Simon dianggap tak memenuhi syarat lisensi sebagai pelatih timnas.

Sekitar delapan tahun berselang, ia kini telah berada di timnas suatu negara yang menghentikan langkahnya di Piala AFF 2010, Indonesia. halaman 4 dari 4







Berita Terkait


1556029802546

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?