Semangat Kartini Bikin Tania Rasidi Sukses di Basket dan Pekerjaan


  •    Gerry Putra
  •    21/04/19 - 15:31
  •    482

Semangat Kartini Bikin Tania Rasidi Sukses di Basket dan Pekerjaan
Gerry Putra/Bolalob

Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April. Perjuangan putri Jepara, Jawa Tengah, bernama Raden Adjeng Kartini pada masa kini selalu dikenang oleh bangsa Indonesia.

Sosoknya dianggap sebagai pejuang emansipasi wanita. Kartini yang hidup di lingkungan merasa kebebasannya untuk mengenal pendidikan terbatasi dengan adanya perbedaan gender.

Pemikiran terbuka Kartini mendapat tantangan dari tradisi. Meski demikian, semangatkanya tidak pernah padam dalam menyuarakan emansipasi wanita.




Kartini wafat saat usianya 25 tahun. Namun, semangatnya tidak pernah padam hingga saat ini. Surat-surat Kartni dalam pemikirannya dirangkum dengan buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Buah perjuangan Kartini saat ini tercermin dari banyaknya wanita yang dapat mengenyam pendidikan tinggi. Dalam bidang olahraga, wanita juga memiliki peranan penting.

Tania Rasidi. Dia adalah atlet basket klub Merpati. Berkat perananan Kartini di masa lalu, Tania juga mampu mengenyam pendudikan tinggi dengan memperoeh gelar S1 Psikologi dan S2 Magister Manajemen di Universitas Gajah Mada (UGM).

Menariknya, Tania menyelesaikan gelar sarjananya seiring dengan profesinya sebagaui atlet basket. Dua hal yang dilalui berbuah manis. Selain berprestasi di basket, Tania juga sukes lolos penerimaan pegawai Bank Indonesia.

"Saya masuk ke Bank Indonesia melalui jalur atlet. Sebelumnya Bank Indonesia memang membuka jalur tersebut dan beberapa atlet lainnya masuk sebabgai angkatan pertama," ujar Tania kepada Bolalob, di Bank Indonesia, beberapa waktu lalu.

Tania tak lantas meninggalkan basket begitu masuk ke Bank Indonesia. Ia masih menjadi anggota klub Merpati yang berkiprah di kompetisi basket putri.

Menjadi pegawai Bank Indonesia sangatlah berat, terlebih Tania masuk lewat jalur atlet. Tania harus memberikan prestasi sebagai tolak ukur penilaian kerja di Bank Indonesia.

"Di Bank Indonesia memang ada dispensasi waktu. Ada penilaiannya juga dari kantor soal prestasi, jadi kita harus bisa memberikan prestasi di klub dan itu dilihat Bank Indonesia,"

Saat ini, Tania terbilang berhasil menjalani dua profesi sebagai atlet dan pegawai Bank Indonesia. Dua pekerjaan tersebut mampu dilakoni atlet berusia 27 tahun itu.

"Atlet itu mudah dibentuk. Seperti saya dan lainnya tentu sudah tahu bagaimana menjaga kedisiplinan dan membagi waktu. Kesempatan yang diberikan (dari Bank Indonesia) juga membuat masa depan atlet lebih terjamin," ujar Tania.

Tania akan terus menjalani profesinya hingga dirinya kuat. Basket merupakan olahraga yang dicintainya dan bekerja di Bank Indonesia merupakan buah dari pendidikan dan prestasi yang dicapainya.

Kartini menjadi pembukan Tania dan atlet-atlet putri lainnya untuk bisa menembus batas gender. Tania menjadi cerminan, atlet putri bisa berhasil dalam menjalankan profesi yang dicintainnya.
Terakhir diubah:  21/04/19 - 19:13






Video Trending



Berita Terkait


1534772654552

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?