Oleksandr Zinchenko, Jimat Kemenangan Pep Guardiola di Manchester City


  •    Robert
  •    01/05/19 - 12:40
  •    2251

Bolalob

Butuh konsistensi dan keberuntungan untuk bisa meraih kemenangan di 20 pertandingan yang anda jalani sebagai pesepakbola profesional tentunya. Namun hal ini dimiliki oleh Oleksandr Zinchenko bersama dengan Manchester City.

Pemain berusia 22 tahun ini sebenarnya adalah seorang gelandang serang, namun manajer City, Pep Guardiola melihatnya sebagai solusi sementara di posisi bek kiri. Setelah Benjamin Mendy dan Fabian Delph menepi karena cedera.




Zinchenko mulai dipercaya tampil sebagai pemain utama City pada final Piala Liga Inggris melawan Chelsea, 24 Februari lalu, pemain asal Ukraina ini bermain selama 120 menit.


"Tentu saja sebuah kebanggaan bila Pep Guardiola membicarakan saya. Namun, saya tidak membaca berita apapun dan hanya fokus pada performa sendiri. Impian saya adalah bermain di sini dan sangat senang bisa menjadi bagian Manchester City," ujar Zinchenko saat itu.

"Saat menjadi pemain inti secara terus-menerus, Anda akan mendapatkan ritme permainan. Saya tentu ingin bermain lebih banyak lagi. Untuk itu, saya harus terus bekerja keras," lanjutnya. halaman 2 dari 5
Jadi Siapa Sih Zinchenko?

Karirnya dimulai di Shakhtar Donetsk tetapi berakhir dengan perselisihan ketika ia meminta untuk pergi dan ditahan untuk kontraknya. Dengan adanya perang di Ukraina, orang tua Zinchenko memutuskan untuk pindah ke kota Ufa, Rusia ketika dia berusia 16.


Perselisihan dengan Shaktar membuat Zinchenko sempat tak bermain selama 18 bulan sebelum dia bergabung Ufa.

“Di Shakhtar, situasinya sangat sulit bagi saya. Saya memiliki dua tahun tersisa di kontrak saya dan mereka mengatakan saya harus melanjutkannya. Impian saya adalah bermain di tim utama tetapi Anda bisa membayangkan betapa sulitnya itu karena tim mereka adalah Fernandinho, Douglas Costa, [Henrikh] Mkhitaryan. Itu adalah tim yang sulit dipercaya," ujar Zinchenko kepada Telegraph.

Zinchenko bermain dua musim di Ufa dan memainkan total 33 pertandingan. Ia pun mulai dipanggil ke timnas Ukraina saat masih muda.
halaman 3 dari 5
Pelajaran Berharga di Belanda

Penampilan apik Zinchenko di ajang Euro 2016 bersama Ukraina membuat City menebusnya dengan banderol 1.3 juta pounds dari klub Rusia FK Ufa. Zinchenko telah memecahkan rekor Andriy Shevchenko sebagai pemain termuda yang bisa mencetak gol untuk timnas ketika menang 4-3 lawan Romania pada bulan Mei tahun 2016 silam.

Sulit bersaing dengan nama-nama besar di lini tengah City membuat ia menjalani masa pinjaman ke PSV.


Dia bermain dengan status pinjaman musim lalu di PSV Eindhoven yang membantunya beradaptasi dengan kehidupan di Eropa barat, dan dia mengakui mendapat perbedaan budaya yang cukup drastis.

“Ketika saya bergabung dengan City di tahun 2016, situasinya ketika itu adalah saya ingin berada disini tetapi pada akhirnya kami memutuskan bagi saya untuk pergi dan dipinjamkan bersama PSV Eindhoven,” ujar Zinchenko pada laman resmi klub.

“Sejujurnya, saya mengalami masa sulit ketika saya bersama PSV di Belanda. Saya tidak bermain disana karena beberapa alasan dan saya marah sedih selama beberapa bulan.

“Setelah itu saya menganalisa diri saya dan tidak ada untungnya (untuk bersedih). Anda harus bersikap profesional dan menerima situasi Anda kemudian memperbaiki diri. Hanya dengan cara ini Anda bisa menjadi pemain bagus, pemain top."
halaman 4 dari 5
Kepercayaan dari Guardiola

Guardiola telah menjadi teladan dalam menangani kemajuan yang dilakukan Zinchenko. Sikap positif yang dimiliki oleh Zinchenko dipuji oleh sang manajer. Dimainkan atau hanya dicadangkan, pemain asal Ukraina itu tak marah apalagi dendam.

“Dia itu luar biasa. Saya kira Aleks membuktikan pikiran saya sebelumnya tentang arti penting menjadi orang yang baik, pemain yang baik. Pada awal musim, dia dapat pergi, tapi dia bertahan. Pada delapan laga awal, dia bahkan tak bermain semenit pun,” urai Pep Guardiola.


“Saya tak pernah sekali pun melihat raut muka buruk ataupun satu sesi latihan yang buruk dari dia. Setelah pertandingan, sulit bagi mereka yang tak bermain dan mereka biasanya ingin menunjukkan kekecewaan mereka. Lalu, sebelum laga, mereka berbaik-baik lagi kepada saya. Dia tidak seperti itu. Dia selalu menunjukkan perilaku dan suasana hati yang bagus. Selalu positif dan tersenyum.”

Posisi aslinya sebagai pemain menyerang membuat Zinchenko bisa tampil lebih mobile sebagai seorang bek serang modern. Ia sangat cocok dalam formasi yang dimainkan oleh Guardiola.

Sebagai bek kiri, dia tahu kapan dia harus naik membantu serangan dan mengoper bola ke area berbahaya tetapi juga kapan harus menahan diri untuk naik. halaman 5 dari 5
Eksperimen Guardiola

Zinchenko mengatakan bahwa penampilan apiknya sebagai bek kiri musim ini akan sempurna jika City memenangi gelar tentunya.

"Ini hanya akan menjadi musim yang fantastis bagi saya jika kami memenangkan gelar," kata Zinchenko.


Pemain ini memiliki bakat dewasa sebelum waktunya. Namun, harus diakui bahwa dia masih memiliki banyak bakat untuk lebih baik lagi. Zinchenko harus fokus pada aspek-aspek seperti disiplin dalam bertahan, satu pada yang, akselerasi, dan fisik, untuk meningkatkan kemampuannya.

Trek rekor Guardiola dalam mengubah posisi bermain pemainnya tak perlu diragukan. Lihat saja Javier Mascherano yang memiliki peran baru di Barcelona, lalu ada Philipp Lahm yang merupakan salah satu bek kanan terbaik di dunia namun ia tempatkan di lini tengah.

Eksperimen Guardiola lainnya juga sukses kepada Javi Martinez, David Alaba dan Joshua Kimmich.
Terakhir diubah:  05/05/19 - 16:26







Berita Terkait


1562312401848

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?