Lucas Moura Pesepakbola Jalanan Yang Mencuri Hati Sir Alex Ferguson


  •    Robert
  •    09/05/19 - 13:46
  •    5209

Bolalob

Pemain depan Tottenham Hotspur, Lucas Moura, menjadi aktor antagonis bagi Ajax setelah memborong tiga gol dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions di Stadion Johan Cruijff ArenA, Rabu (8/5/2019) waktu setempat atau Kamis dini hari WIB.

Pertandingan antara Ajax dan Tottenham dimenangi tim tamu dengan skor 3-2. Seluruh gol The Lilywhites dicetak oleh Moura (menit ke-55, 59', 90+6'). Ajax sempat unggul dua gol melalui Matthijs de Ligt (5') dan Hakim Ziyech (35').

"Mustahil untuk menjelaskan apa yang saya rasakan," kata Lucas Moura usai laga kepada BT Sport.

"Saya sangat bahagia dan sangat bangga dengan rekan satu tim saya."


"Kami memberikan segalanya di atas lapangan dan pantas untuk mendapatkan momen ini. Kami adalah keluarga."

"Tak mungkin untuk menjelaskannya. Hadiah besar dari Tuhan yang ingin saya nikmati bersama dengan rekan setim, teman, dan keluarga. Sepak bola begitu luar biasa bisa memberi kami momen seperti ini. Momen terbaik dalam hidup saya, dalam karier saya."


Musim ini adalah musim pertama Moura bermain penuh bersama Tottenham. Ia baru didatangkan Spurs dari Paris Saint-Germain (PSG) pada Januari 2018 silam.


halaman 2 dari 4
Pemain kelahiran13 Agustus 1992 ini sejatinya memiliki label wonderkid, saat masih bermain untuk Sao Paulo beberapa tahun lalu. Tiga tim Brasil dilaluinya saat masih berstatus pemain akademi, mulai dari Juventus-SP, Corinthians dan Sao Paulo.

Di tahun 2012 menjadi puncak permainannya bersama Sao Paolo, ia bermain 60 pertandingan dengan mencetak 16 gol. Klub top Eropa pun mengantre tanda-tangan pemain yang menginjak usia 19 tahun kala itu.

Ia pun ambil bagian di ajang Olimpiade 2012 di London bersama Brasil. Pemandu bakat Manchester United pun memberi lampu hijau kepada Sir Alex Ferguson untuk merekrutnya di musim panas kala itu.


Akan tetapi, segalanya berubah dalam waktu 48 jam. Tepatnya pada 8 Agustus, Paris Saint Germain tiba-tiba datang dan langsung mengalahkan tawaran 35 juta pounds milik United.  Sebelumnya United telah membuat Inter klub Italia undur diri dengan tawaran tersebut.

“Dia (Moura) adalah sayap kanan yang sangat berbakat ketika masih bermain di Sao Paulo. Kami beberapa kali menaikkan tawaran dari 24 juta pounds yang kemudian kami naikkan menjadi 30 juta dan 35 juta. Tetapi PSG berhasil mengalahkan kami dengan tawaran 45 juta pounds. Saya dan David (Gill) tidak siap dengan tawaran yang tinggi seperti itu,” tutur Sir Alex dalam buku autobiografinya “Leading”.

Ternyata tak hanya Sir Alex yang menjadi penggemar Moura, manajer Jose Mourinho juga sempat memiliki peluang merekrut pemain Brasil itu pada saat menangani Real Madrid.

“Siapa yang menelepon Lucas Moura untuk bermain di sana (Real Madrid)? Bukan Florentino Perez yang ingin merekrutnya melainkan Jose Mourinho. Dia begitu bergairah terhadap Lucas Moura. Jadi, Manchester United kembali menginginkan Lucas kembali,” tutur Wagner Ribeiro, agen dari Moura. halaman 3 dari 4
Bersama PSG, Moura sukses meraih total 16 trofi dalam enam musim di Paris. Namun kedatangan Neymar, Kylian Mbappe, Julian Draxler membuat posisi lini depan PSG semakin sesak untuk dirinya. Sampai pada akhirnya, Tottenham Hotspur datang pada Januari 2018 dan merekrutnya dengan nilai 25 juta pounds.

Masa kecil Moura di Sao Paulo lekat dengan kekerasan dan sepakbola jalanan. Ia tumbuh di daerah miskin di kota paling berbahaya di Brasil, yang selalu memiliki catatan angka pembunuhan tertinggi di Amerika Selatan. Sepak bola adalah pelariannya dari dunia hitam.


"Sangat sulit ketika saya masih muda karena ada masalah dengan kekerasan, geng, senjata, narkoba - kehidupan kriminal," katanya dalam wawancara dengan MSN beberapa waktu lalu.

“Saya punya teman yang memilih kehidupan kriminal. Beberapa dari mereka ada di penjara dan beberapa dari mereka sudah mati. Mereka memilih cara yang buruk.

“Saya bermain banyak sepakbola di jalan. Impian saya adalah menjadi pemain bola - itulah mengapa saya tidak melakukan hal yang buruk. Saya selalu percaya bahwa saya dapat mewujudkan impian saya dan memberikan kehidupan lain kepada keluarga saya. Orang tua saya menunjukkan kepada saya cara yang baik. Pendidikan yang saya miliki bersama mereka dan impian saya untuk menjadi pesepakbola tidak pernah membiarkan saya keluar jalur. Tidak mungkin membayangkan melakukan hal lain karena saya selalu berpikir bahwa saya akan menjadi pemain sepakbola." halaman 4 dari 4
Berkat bakatnya, orang tua Lucas - yang memiliki pekerjaan penata rambut dan pekerja pabrik - dan ketiga saudara kandungnya telah pindah ke wilayah yang lebih aman di Sao Paulo tetapi ia tetap khawatir tentang keselamatan mereka.

Gaya permainan Spurs yang telah dibangun Mauricio Pochettino membuat Moura mudah dalam menunjukan potensiinya di liga baru seperti Inggris. Memang tak mudah baginya untuk beradaptasi di liga baru, namun ia sanggup memiliki kontribusi bagi Spurs dengan terbantu banyak pemain latin di tim ini.


Dua golnya ke gawang Manchester United Agustus 2018 lalu membawa ia kembali ke skuat timnas Brasil untuk pertama kalinya dalam dua tahun.

“Sangat bagus untuk kembali ke tim nasional. Tentu saja, datang ke sini untuk bermain di Liga Premier adalah keputusan yang bagus, ”katanya.

“Saya memiliki lima tahun yang sangat bahagia di Paris, saya memenangkan banyak trofi, belajar banyak hal dan sekarang merupakan tantangan baru. Ini bagus untuk saya, tidak hanya sebagai pemain bola tapi juga sebagai pribadi."

Sepanjang musim ini Moura menjadi pemain andalan Pochettino dengan total penampilan 47 laga di semua kompetisi. Pelatih Brasil, Tite pun dipastikan akan membawanya masuk ke skuat Copa America musim panas ini.
Terakhir diubah:  11/05/19 - 16:11







Berita Terkait


1563451801712

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?