Diogo Jota, Pembuktian Serigala Portugal di West Midlands


  •    Robert
  •    15/05/19 - 09:10
  •    640

Bolalob

Wolverhampton Wanderers menjalani musim yang konsisten dan bertahan di Liga Primer Inggris dengan finis di posisi ketujuh pada musim 2018/19. Ini adalah pencapaian terbaik dalam sejarah klub dalam 39 tahun terakhir.

Total 16 kemenangan dan sembilan hasil imbang menghasilkan 57 poin dan itu sudah cukup bagi tim asuhan Nuno Espirito Santo untuk menghindari demam satu musim bagi tim promosi.

Sebagai tim promosi, Wolves bermain pragmatis dan mementingkan bermain aman. Serangan balik menjadi andalan Wolves sepanjang musim ini. Satu sosok yang menjadi figur penting bagi Wolves musim ini adalah Diogo Jota. Gelandang serang Portugal berusia 22 tahun ini membuktikan pilihan yang ia ambil untuk menerima pinangan Wolves pada musim lalu bukanlah sebuah perjudian.




Tanpa mengesampingkan peran top skor Raul Jimenez, Matt Doherty sebagai bek impresif dan motor di lini tengah dalam duet Ruben Neves dan Joao Moutinho, peran Jota sebagai breaker dalam serangan balik sangat krusial bagi permainan Wolves.

Total sembilan gol dan lima assist diciptakan oleh Jota sepanjang musim ini. Ini adalah kelanjutan dalam karir mengkilap Jota di Championship Division pada musim lalu. Dimana ia mencetak 17 gol saat masih berstatus pemain pinjaman dari Atletico Madrid.
halaman 2 dari 6
Keraguan dari Keluarga

Jota awalnya tiba di Wolves dengan status pinjaman dari Atletico Madrid pada Juli 2017 dan ia ditebus secara permanen pada Januari 2018.

"Banyak orang mengkritik saya," ujar Jota kepada BBC ketika menerima tawaran dari Wolves pada tahun 2017 lalu.

"Tak hanya dari publik dan media, namun keluarga saya juga datang menanyakan keputusan ini."

"Tak mengkritik saya, tapi bertanya 'mengapa kamu melakukan ini?'," ujarnya.

"Ayahku selalu mendukungku, dan seluruh keluargaku, tetapi pamanku berusaha mengatakan 'Kenapa kamu melakukan ini?' Itu adalah bagian dari permainan."


Jota memiliki alasan kuat bahwa keputusannya datang ke West Midlands dan bermain di kasta kedua sepakbola Inggris adalah tepat. Dirinya melihat proyek besar yang dikerjakan investor klub dan juga sosok pelatih, yang juga satu kompatriotnya.

"Mereka mengatakan 'kamu akan pergi dari klub Liga Champions ke divisi yang lebih rendah di negara lain, apakah kamu gila?'

"Saya berkata, 'Tidak, saya percaya pada proyek dan kemudian, jika semuanya berjalan dengan baik, seperti yang saya harapkan, musim depan Anda memiliki alasan'.

"Untungnya, semuanya berjalan dengan baik dan kita di sini sekarang, dan semua orang mengerti sekarang."

Di musim peminjamannya, Jota bermain 46 kali dan mencetak 18 gol; angka yang cukup produktif buat gelandang serang. halaman 3 dari 6
Perubahan Formasi Jadi Kunci

Nuno Espirito Santo memperoleh tiket promosi dengan memainkan tiga pemain depan, tetapi mengutak-atik sistemnya sejak paruh pertama musim ini menjadi 3-5-2. Konekso Jota dan Raul Jimenez menjadi pembeda di paruh kedua musim ini.

"Sepak bola selalu ditemukan kembali dan orang-orang selalu menemukan solusi dan kami menemukan milik kami," kata Jota soal duetnya dengan Jimenez. “Ini sedang bekerja saat ini dan kita hanya perlu terus berjalan.


“Kami saling memahami dengan baik yang baik untuk satu sama lain dan tim. Tapi kami tahu tanpa kontribusi dari pemain lain bahwa tidak ada yang mungkin."

Mereka adalah dua pemain depan asli, Jota dengan kecepatan dan tekniknya dalam melewati lawan. Sementara Jimenez adalah striker yang memiliki penyelesaian yang baik di depan gawang.

Keduanya mencetak satu gol untuk satu sama lain dalam kemenangan 2-0 melawan Cardiff pada bulan Maret dan Jota yang mengatur Jimenez untuk gol vital lain melawan Watford bulan lalu. Jota telah membantu lima gol Liga Primer untuk mitranya. Itu adalah assist terbanyak yang diberikan pemain mana pun untuk pemain lain dalam kompetisi selama lima bulan terakhir. halaman 4 dari 6
Gerbong Portugal Bantu Adaptasi

Setidaknya ada delapan pemain Portugal yang datang ke Wolves pada musim lalu. Hal ini membuat adaptasi Jota berjalan dengan baik.

“Sudah cepat, terutama karena dikelola oleh seorang pelatih yang sudah saya kenal,” kata Jota kepada Record publikasi Portugis.

“Konsep permainan yang dia coba terapkan di Wolves mirip dengan apa yang dia miliki di Porto. Gagasannya identik. Ini mendukung adaptasi saya. Tentu saja faktanya ada beberapa orang Portugis di pasukan juga membantu saya."


“Kami berbicara banyak bahasa Portugis di ruang ganti tetapi kami mencoba untuk membagi semuanya, yaitu untuk mengekspresikan diri dalam bahasa Inggris sehingga tidak ada divisi.

Jota juga memiliki testimoni yang baik untuk para pendukung Wolves, mengatakan: “Para penggemar sangat mendukung kami, kadang-kadang bahkan setelah imbang.

“Dribble segera disambut tepuk tangan, bahkan jika itu dilakukan di lini tengah. Sepak bola dijalani dengan intens." halaman 5 dari 6
Menikmati Menjadi Tim Non Unggulan

Wolves telah sangat mengesankan melawan tim-tim top musim ini, mengalahkan Chelsea, Spurs dan Liverpool dan mengambil poin dari Arsenal, Manchester City dan Manchester United.

Wolves nampak nyaman menjadi status non unggulan, tapi itu adalah peran yang diemban Jota. Memang, ia digunakan untuk mendukung tim yang tidak diunggulkan ketika menonton sepak bola Inggris di TV sebagai seorang anak.

"Saya suka menonton tim kecil yang berusaha mengalahkan tim besar," katanya. "Saya mendukung mereka, tidak peduli siapa. Saya ingat Everton selalu bersikap keras."

"Anda dapat membandingkan Wolves dengan (itu). Sekarang saya melakukan apa yang saya suka tonton sebagai seorang anak. Saya akan pergi ke rumah kakek saya, dia memiliki saluran TV Olahraga yang akan mengirimkan pertandingan Liga Premier Inggris."

"Saya akan menonton pertandingan Sabtu dan Minggu, saya ingin melihatnya dan bermimpi saya akan menjadi bagian dari itu suatu hari. Sekarang, jadi aku sangat senang tentang itu."

Hubungan Baik dengan Dua Sosok Pelatih

Hubungan baik Jota dengan Nuno sudah didapat sejak mereka bersama di FC Porto. Dan mengatakan Nuno adalah figur ayah baginya.

"Setiap pemain di sini mempercayainya dan dia tahu dia bisa mempercayai kita."

Pengaruh lain adalah sosok pelatih asal Argentina Diego Simeone, meskipun ia menjalani waktu yang singkat di Atletico Madrid.''


“Saya bekerja di sana sebulan,” kenang Jota. “Simeone adalah salah satu orang tersulit untuk melakukan pra-musim bersama. Kami bangun jam 7 pagi - sarapan kecil, lalu lapangan golf. Tidak ada yang bermain! Anda hanya perlu berlari, lari, lari. Kemudian sarapan yang layak sebelum 20 stasiun di gym. Ada pelatihan di sore hari - sentuhan taktis dan latihan pergi, tetapi dalam posisi Anda. Ada seorang pria muntah di sesi latihan pertama. Itu terjadi jika Anda belum siap. Dia membantu saya memahami cara kerja Atletico. Tentu saja, Anda tidak bisa menyukai cara mereka bermain tetapi apa yang mereka lakukan, mereka melakukannya dengan sangat baik."

Kecepatan dan teknik tinggi menjadi kelebihan Jota dalam bermain. Ia lebih nyaman bermain sebagi striker kedua dibelakang Raul Jimenez. Menurut catatan Who Scored, ia mencetak tujuh gol dalam lima assist saat bermain sebagai sseorang striker.

Harga Jota pun saat ini naik mencapai 16 juta pounds seperti dilansir dari laman Transfermarkt. halaman 6 dari 6
Samai Rekor Ronaldo

Jota mencetak hattrick kala menghadapi Leicester pada Januari lalu. Hattrick-nya ini bahkan mencatatkan rekor tersendiri. Ia adalah satu-satunya pemain Portugal, setelah Cristiano Ronaldo 11 tahun lalu, yang berhasil mencetak hattrick di Premier League.


Jota pun menjadi pemain Wolves pertama yang mencetak hattrick di Premier League, sementara di kompetisi tertinggi sepakbola Inggris, Jota memecahkan hattrick John Richards yang dicetak pada tahun 1977, juga sama-sama menghadapi Leicester.

Saat ini Wolves berharap bahwa Manchester City bisa mengalahkan Watford di final Piala FA, dimana itu akan mendatangkan tiket Liga Europa pada timnya musim depan.
Terakhir diubah:  16/05/19 - 10:05







Berita Terkait


1557015001492

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?