INJURY TIME: Klub Semenjana yang Semakin Bernilai Usai Dibobol City 6 Kali


  •    Gabriel A. Rachdyatmaka
  •    17/05/19 - 18:30
  •    1412

Bolalob.com/Jones

Tak ada kejaiban di Wembley. Watford takluk telak 0-6 di kaki Manchester City. Tapi tak juga ada sesal karena tak tergoda menurunkan kiper terbaik yang dimiliki Watford, Ben Foster. 

Enam gol yang melesak ke gawang Gomes justru menguatkan penghargaan Watford pada salah seorang pemain yang paling berjasa mengantarkan mereka ke babak final. Memang Watford gagal menang, tetapi ada hal lain yang juga sangat berharga bagi Watford: penghargaan pada mereka yang berjasa dalam perjalanan panjang mereka.

[Rebut peluangmu sekecil apapun! Begitu kita diajarkan jika ingin menjadi yang tercepat, terdepan, terbaik. Lantas, masihkah prinsip itu perlu kita pegang saat menyadari ada orang lain yang lebih layak diberi jalan menuju tangga puncak sukses? Haruskah kita menyingkir, atau melangkah maju tanpa rasa
bersalah?]

Pagi itu televisi di rumah kami tidak berfungsi. Padahal, salah satu ritual Pho adalah menonton acara favoritnya sambil sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

“Ya sudah mas Pho lihat youtube di handphone PaPho saja,” kata saya tak tega.

Tawaran murah hati yang seharusnya dia terima mengingat tidak setiap saat dia diijinkan memainkan gadget kami. Tapi, jawaban anak yang belum genap 5 tahun itu mengejutkan saya.

“Tidak, terima kasih PaPho... Kata Mama, mas Pho tidak boleh nonton handphone pagi-pagi dan harus ijin dulu...”

Pho kukuh menolak meski saya membujuknya dan menegaskan dia sudah mendapatkan ijin dari saya. Gagal. Dia bergeming, meski dengan mimik muka menahan kecewa. Pagi itu Pho lebih memilih sedih daripada senang di atas ingkar janji pada ibunya dan menikmati kesempatan yang bukan miliknya…

Kesempatan emas akan jadi hambar jika diraih di atas derita pihak lain.

Injury Time



Hari Minggu besok, 18 Mei 2019, Ben Foster mungkin juga akan merasa kecewa jika akhirnya duduk di bangku cadangan Watford saat klubnya tampil di final paling bergengsi di Inggris, Piala FA, melawan klub terbaik Inggris musim ini, Manchester City, di salah satu stadion terbaik di dunia, Stadion Wembley.

Di usianya yang sudah 36 tahun, ini adalah kesempatan langka yang pantas untuk diperjuangkan menjadi bagian sebuah tim kejutan yang berpotensi menggagalkan ambisi treble winners Manchester City.

Bakal menjadi catatan istimewa mendekati sempurna untuk kiper yang sudah mendekati usia pensiun.

Sejak bergabung dengan Watford awal musim ini, Ben memang diposisikan sebagai kiper utama dan sejauh ini tampil cukup gemilang membawa klubnya berada di papan tengah Premier League.

Masalahnya, manajer Watford, Javi Gracia, sejak awal sudah menunjuk Heurelho Gomes sebagai kiper utama di ajang Piala Liga dan Piala FA. Dan, faktanya, eks kiper Tottenham Hotspur ini tampil gemilang membawa Watford melaju sampai babak puncak Piala FA. Kiper plontos berusia 38 tahun yang memang sudah menjadi kesayangan publik sejak 5 musim lalu yang berencana pensiun usai menyelesaikan seluruh tugasnya musim ini.




Javi Gracia sempat tergoda untuk menunjuk Ben Foster sebagai kiper utama melawan City. Bagaimanapun adalah sangat rasional menurunkan pemain terbaik demi kesempatan menjadi juara di kompetisi bergengsi melawan klub terbaik musim ini. Kabarnya manajer asal Spanyol itu baru memilih kiper yang akan turun di detik-detik terakhir.

Tak mudah menjatuhkan pilihan pada kiper utama yang tentu secara teknis lebih mumpuni atau kiper kedua yang bagaimanapun punya jasa besar mengantarkan Watford sampai ke babak final. 

Untunglah Gracia mendengar suara hati Ben Foster soal siapa yang harus turun berlaga. Ben Foster, yang terpaksa membatalkan tiket liburannya karena tak menyangka timnya bakal melaju ke Final Piala FA, mengaku amat sangat bisa menerima jika tidak dipilih sebagai kiper utama. Bahkan menurut eks kiper Manchester United dan tim nasional Inggris ini, sebaiknya Javi Gracia tetap memilih Gomes dalam pertandingan yang sangat bergengsi itu.

“Piala FA adalah milik Gomes,” tegas Ben Foster kepada media. “Akan menjadi salah jika mengambil haknya saat ini. Gomes layak tampil di final. Ketika seorang kiper tampil di setiap tahapan kompetisi, itu adalah sungguh haknya untuk tampil sampai akhir. Sejak awal saya tahu Gomes akan selalu berada di bawah mistar gawang Watford di Piala Liga dan Piala FA.” halaman 2 dari 2
Bagi Ben Foster, kehadirannya di partai final melawan City tak akan memberi banyak perbedaan.

“Bagi tim seperti kami, akan sangat berbeda hasilnya jika kami mengganti outfield player. Tapi jika mengganti kiper, tak akan banyak pengaruhnya. Apalagi sejauh ini Gomes tampil luar biasa dan masih bisa memberikan penampilan luar biasa kepada Watford,” katanya memuji Gomes yang sempat tercatat 8 kali menjaga gawang timnas Brasil. 




Meski, jujur, Ben Foster mengaku tidak mudah baginya duduk di bangku cadangan. Waktu Watford melakukan comeback gemilang di babak semifinal melawan Wolves, dia kesulitan menahan diri untuk tidak bereaksi berlebihan mengikuti situasi di lapangan.

“Saya melompat-lompat tak karuan di bench,” katanya. “Saya tanpa sadar menarik, memeluk, mengekspresikan ketegangan dengan orang-orang di sekitar saya. Tapi pada akhirnya adalah sebuah perasaan lega luar biasa karena kami mampu melaju ke final sebagai sebuah tim.”

Nyaris semua pengamat tak berani menjagokan Watford bakal mampu menekuk Manchester City dfi partai final. Di atas kertas, City memang jauh di atas mereka: berjarak 10 peringkat di klasemen akhir Liga Inggris, terpaut 48 poin, 2 kali menang atas Watford musim ini, dan pembelian termahal City musim depan – Riyad Mahrez – seharga 60 juta pounds jauh lebih mahal dari harga seluruh pemain Watford!

Hanya keajaiban - plus kerja keras dan keberuntungan - yang dianggap bakal menggagalkan anak asuh Pep Guardiola memastikan gelar ketiga atau treble winner dengan memastikan kemenangan meyakinkan.

Dan, hasilnya, persis seperti prediksi pengamat. City menang telak 6 gol. Raheem Sterling dan Gabriel Jesus mencetak masing-masing 2 gol, plus tambahan 2 gol dari David Silva dan Kevin de Bruyne.

Kalah atau menang, dengan kekompakan yang terwujud dalam sikap tak egois Ben Foster, Watford punya banyak hal yang bisa dibanggakan. Juga modal besar untuk melanjutkan perjalanan panjang ke depan sebagai tim yang siap kembali menghadirkan kejutan-kejutan besar musim depan. 

Seterkejut saya di pagi itu yang akhirnya tetap gagal membujuk Pho melanggar janjinya kepada Mamanya dan sesekali mendapatkan bonus nonton handphone kegemarannya. Pagi itu dia memberi pelajaran pada Bapaknya yang justru lebih sering bersikap egois dan tidak mau mengalah padanya…

Egois atau empati tak mengenal usia. Balita pun bisa jauh lebih empatik dari kita para orangtua.

Injury Time



Jakarta, 17/05/19 – twitter: @angrydebritto

[Disklaimer: Tulisan ini adalah opini pribadi penulis. Tidak terkait dengan kebijakan redaksi media yang memuatnya, dalam hal ini Bolalob.com.]
Terakhir diubah:  19/05/19 - 09:58







Berita Terkait


1563414002005

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?