Andy Robertson, Dari Klub Amatir Hingga Tampil Dua Kali di Final Liga Champions


  •    Robert
  •    24/05/19 - 21:10
  •    1733

Bolalob

Delapan musim lalu Andy Robertson masih bermain untuk sebuah klub amatir di Glasgow, Skotlandia hingga memiliki pekerjaan sampingan sebagai penerima telepon. Namun saat ini ia adalah salah satu bek kiri terbaik dunia yang pernah ada dan bersiap tampil di final Liga Champions kedua dalam dua musim terakhir bersama Liverpool.

Dari kasta terendah dan dilepas oleh akademi Celtic hingga pindah ke Anfield dengan banderol 10 juta pound dua musim silam telah dijalani oleh Robertson.

Bagaimana waktu telah berubah untuk Robertson, yang baru lima tahun yang lalu bermain-main untuk Queen's Park dan bekerja penuh waktu di Hampden Park untuk menjadi penerima telepon.

"Queen's Park adalah klub amatir sehingga Anda tidak dibayar," katanya.

“Saya bekerja di sisi korporat. Dimana tugas saya adalah menerima panggilan dan pesanan tiket untuk konser dan pertandingan sepak bola.


“Ada seorang pria bernama Andrew McGlennan yang telah bekerja di Queens Park selama bertahun-tahun. Dia mempekerjakan anak laki-laki disitu."

“Dia menjaga saya dan memastikan saya memiliki sejumlah uang di saku saya. Dia tahu mimpi saya dan selalu membantu saya. Begitu juga ibu dan ayah saya.

"Kami berlatih dua kali seminggu di malam hari dan bermain di sebuah pertandingan pada hari Sabtu, jadi saya bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore dan harus berlatih pada jam 6 sore."

Robertson, yang melakukan debutnya untuk Queen's Park melawan Berwick Rangers pada Juli 2012 di depan hanya sekitar 300an suporter, dan masih berusia 18 tahun saat itu. Dia setuju dengan orangtuanya untuk memberikannya satu tahun lagi untuk mengejar ambisinya sebagai pemain profesional. halaman 2 dari 5
Pijakan Semusim di Dundee

Robertson sempat ingin kuliah dan menjadi guru olah raga, namun di tahun 2013 tawaran dari Dundee United datang untuknya. Manajer Dundee saat itu Jackie McNamara menjadikan Robertson pilihan utama sepanjang musim.


Pada akhir musim itu ia dinobatkan sebagai Pemain Muda terbaik di liga Skotlandia, dan melakukan debut seniornya untuk timnas Skotlandia.

Klub-klub Inggris mencium bakatnya dan pada Juli 2014 Hull City merekrutnya dengan nilai 3 juta poundsterling.

“Saya berhasil masuk dan melakukan segala sesuatu yang mungkin tidak mereka kira. Itu sempurna bagi saya," ujarnya.

“Mereka memberi saya dua tahun - tahun pertama untuk mencoba dan menetap, dan kemudian musim kedua untuk benar-benar bermain penuh.

“Tapi untungnya di musim pertama, dimana saya baru saja ingin mencari permainan ideal ada tawaran dari Inggris. Steve Bruce berhasil menghubungi saya."


“Saya menjadi pemain Hull. Itu mungkin sama lagi. Saya hanya sebagai pemain cadangan."

“Saya ingat Liam Rosenior cedera sehari sebelum Liga Premier dimulai. Steve Bruce memberi saya anggukan dan berkata: 'Ayo, lakukan apa yang bisa kamu lakukan'."

Dalam tiga musimnya di Hull City, Robertson merasakan naik-turun degradasi dan promosi ke Liga Primer. Namun hal itu membuat permainannya makin matang. halaman 3 dari 5
Tawaran Liverpool Datang Untuknya

Total 115 pertandingan dimainkan oleh Robertson dalam tiga musim. Sebuah menit bermain yang membuat Juergen Klopp terpesona dan memboyongnya di tahun 2017 lalu.

"Ketika Liverpool datang untuk Anda, itu bukan pilihan, Anda tidak perlu memikirkannya," ujar Robertson.

“Pertama kali saya berbicara dengan manajer saya, ia menjelaskan rencananya. Jelas saya sudah bermain melawan timnya dan tahu betapa sulitnya melawan tim Jurgen Klopp.


“Untuk akhirnya berakhir di jersey Liverpool adalah suatu kehormatan besar, tetapi lega juga saya telah melewati spekualsi transfer itu.

"Aku tidak bisa menunggu untuk sampai di sini begitu nilai transfer disetujui. Saya ingin menjadi bagian dari tim itu dan mempersulit tim lawan untuk menghancurkan dan mengalahkan kami. "

Pertemuan pertamanya dengan Klopp didominasi dengan pembicaraan tentang rintangan yang harus diatasi dalam karir Robertson sejauh ini.

"Manajer itu bertanya kepada saya tentang kisah saya. Dia menyukai perjalanan saya dari bagian paling bawah sepakbola Skotlandia ke tempat saya sekarang. Itulah yang telah mendorong saya sepanjang setiap musim."

Publik Anfield menghargai kualitas kinerja bek sayap dan keuletannya dalam bermain. Robertson brilian, ia unggul di sisi pertahanan permainan dan memberikan serangan berbahaya dengan over lap dari belakang. Dirinya juga memiliki umpan silang yang tepat.

Sekarang sulit membayangkan Liverpool tanpa bek sayapnya ini, dan Robertson mendapat status sebagai pemain favorit dari para penggemar berkat penampilannya yang tak kenal lelah. Satu-satunya hal yang lebih luar biasa daripada penampilannya untuk Liverpool adalah lintasan karier Robertson.

Musim 2018/19 menjadi tahun terbaik bagi Robertson, dimana ia bermain sebanyak 46 pertandingan di semua kompetisi. halaman 4 dari 5
Kapten Skotlandia Yang Baru

Pada September 2018 lalu pelatih Sktolandia Alex McLeish menjadikan Robertson sebagai kapten anyar untuk negaranya.

“Ini adalah kehormatan besar bagi saya dan keluarga saya - ini adalah hari yang menyenangkan bagi kami," ujarnya usai didapuk sebagai kapten baru Skotlandia.


"Saya berharap untuk memimpin tim pada hari Jumat, dan memimpin mereka di masa depan."

"Mungkin itu puncak karier saya. Saya berharap dapat mencoba memimpin negara ini kembali ke turnamen besar."

Total Robertson sudah memiliki 24 caps bersama Skotlandia dan mencetak dua gol. Robertson mencetak gol internasional pertamanya dalam pertandingan persahabatan melawan Inggris di Celtic Park pada November 2014, mencetak satu-satunya gol Skotlandia saat mereka dikalahkan 3-1. halaman 5 dari 5
Final Liga Champions Kedua

Pada 2 Juni mendatang Liverpool akan kembali tampil di final Liga Champions dan akan berhadapan dengan Tottenham Hotspur.

Musim lalu Robertson tampil saat The Reds berhadapan dengan Real Madrid. Saat itu ia mengawal salah satu pemain terbaik dunia yakni Cristiano Ronaldo. Liverpool takluk dengan skor 1-3 dari Madrid.


Namun musim ini Liverpool kembali tampil di partai puncak setelah melakukan comeback luar biasa dari Barcelona di babak semifinal. Dari tertinggal tiga gol di Nou Camp, mereka sukses menang 4-0 di Anfield.

Robertson yang mendapat cedera di leg kedua sukses menahan pemain terbaik dunia lainnya yakni Lionel Messi. Tak ada yang bisa mengira jalan hidup seseorang, seperti Robertson yang sempat dibuang oleh Celtic di usia 15 tahun dan saat ini berada di permainan terbaiknya bersama Liverpool.
Terakhir diubah:  27/05/19 - 10:23







Berita Terkait


1568898602438

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?