Obituary George Toisutta: Jenderal yang Sempat Mengincar Posisi Ketum ke-14 PSSI


  •    Kukuh Wahyudi
  •    12/06/19 - 19:10
  •    463

Kompas

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI (Purn) George Toisutta, meninggal dunia pada Rabu (12/6/2019) sekitar pukul 05.25 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Penyebabnya adalah kanker usus yang diderita mantan Pangkostrad 2007-2009 itu.

Dalam rekam jejaknya, ternyata Jenderal asal Maluku itu tak hanya bergerak di ranah militer. Pada 2011, ia sempat terpanggil untuk mengurus sepak bola nasional dari kursi federasi.

Dengan semangat membara untuk membenahi dunia bal-balan Tanah Air yang dinilai jalan di tempat, ia pun melangkah ke bursa pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. 

“Ini kan tuntutan dari masyarakat pecinta sepak bola. Jika ini amanah dari mereka ya saya jalan,” katanya dikutip dari Antara (1/2/2011).

Peluangnya untuk maju ke kursi nomor satu PSSI perlahan mendapat dukungan dari pemilik suara, termasuk klub-klub kontestan kasta tertinggi kala itu, PSM, Persema, dan PSMS .




halaman 2 dari 3

Namanya menjadi salah satu dari empat bakal calon ketum PSSI saat itu. Selain dirinya, ada Arifin Panigoro, Nurdin Halid, dan Nirwan Bakrie.

Akan tetapi, langkahnya untuk menduduki Ketum ke-14 PSSI mendapatkan tantangan. Dirinya gagal lolos verifikasi sebagai calon resmi Ketum PSSI.

Dalam Surat Keputusan Komite Pemilihan Nomor 04/KP-Komek PSSI/II/2011, George Toisutta dinyatakan tidak lolos karena tidak memenuhi persyaratan aktif di sepak bola sekurang-kurangnya lima tahun. Data yang ia lampirkan seperti aktif mengurus PSAD, PS Bara Siliwangi, dan PS Bandung Raya tidak cukup di mata Komite Pemilihan PSSI.

Status klub yang dibina Toisutta di PSAD dinilai bukan anggota PSSI. PSAD belum pernah mendaftar dan diterima, serta terdaftar sebagai anggota PSSI.

Aktivitas Toisutta di Bara Siliwangi pun dinilai tidak memenuhi syarat. Kasusnya sama seperti PSAD.




Statusnya sebagai Wakil Ketua Umum PS Bandung Raya pun tidak dianggap. Padahal klub tersebut tak lain anggota biasa PSSI dan anggota PSSI Jabar di zona Divisi III (2011).

Tak lolos verifikasi, pihaknya pun mengajukan banding dengan membawa bukti-bukti baru, seperti status Bara Siliwangi yang merupakan anggota Pengcab PSS Kota Bandung.

Usaha banding itu membuahkan hasil positif. Ia lolos verifikasi dengan sarat yang sudah lengkap. Namun setelah lolos, dirinya justru dilarang FIFA untuk maju ke pemilihan bersama tiga kandidat lainnya. 

Dinamika pun terus berlanjut hingga akhirnya Ketum PSSI periode 2011-2015 jatuh ke tangan Djohar Arifin.

halaman 3 dari 3
View this post on Instagram

Tamu yang baik. Datang bersih, pulang juga bersih. 👏❤🇮🇩 . 📸 : @bangbes #timnas #bolalobfootball

A post shared by Bolalob.com (@bolalobfootball) on








Berita Terkait


1560691801736

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?