Jadi Rekrutan Pertama Manchester United, Siapa Sih Daniel James?


  •    Okky Herman Dilaga
  •    13/06/19 - 11:40
  •    818

Bolalob

Hidup berjalan terasa cepat bagi beberapa orang. Menyia-nyiakan hidup sedetik pun bukan hal yang bijak bagi mereka, khususnya untuk Daniel James.

Tepat setahun lalu, mayoritas pencinta sepak bola tidak kenal dengan James. Mungkin, "James" yang familiar di telinga hanyalah James Rodriguez, pemain Real Madrid yang sedang mengadu nasib di Bayern Munchen.




Sekarang, bukan James versi Rodriguez yang menarik untuk dibicarakan. Menyasar lebih jauh, bukan pula James versi Bond 007 yang masih sibuk mencari sosok pengganti Daniel Craig.

Entah kebetulan atau tidak, sosok pemeran James Bond terakhir, Daniel Craig, memiliki nama depan yang sama dengan James tenar saat ini. Daniel James, pemuda berusia 21 tahun yang masuk berita utama media-media Inggris sepanjang sepekan lalu.

James secara resmi melakukan langkah besar dalam karier sepak bola. Dari tim sekelas Swansea City, James melompat menuju Manchester United.

Manchester United yang sedang mencari jati diri demi kembali berjaya harus rela merogoh kocek 15 juta poundsterling. Nilai transfer yang mungkin "bukan apa-apa" pada era sepak bola modern.

Akan tetapi, pertanyaan datang ketika nama James muncul menjadi pemain pertama yang didatangkan Manchester United pada musim ini. Padahal, banyak kalangan menganggap, The Red Devils sebenarnya butuh sosok pemain belakang tangguh, ketimbang pemain sayap yang terlalu banyak dimiliki saat ini. halaman 2 dari 5
Panen pujian



Salahkah keputusan Manchester United merekrut James? Bagi sang legenda, Ryan Giggs, yang juga pelatih James di tim nasional Wales, keputusan itu tidak salah.

"Dan (panggilan Daniel James) baik-baik saja. Dia berlatih dengan baik dan memiliki level di atas rata-rata. Saran saya, nikmati tantangan itu, jadilah diri sendiri, dan Anda akan baik-baik saja," kata Giggs.

Giggs merupakan sosok yang memberikan James kesempatan merasakan debut internasional di tim senior. Momen itu terjadi saat Wales menghadapi Albania pada November 2018.

Selanjutnya, James langsung berkontribusi positif untuk Wales pada laga melawan Slovakia, tiga hari kemudian. Dia mencetak gol semata wayang pada laga tersebut.

Pujian kepada James juga datang dari pelatih tim nasional Hungaria, Marco Rossi. Sebelum Hungaria mengalahkan Wales, 1-0, Rossi sempat mewaspadai kualitas James.

"Dalam setahun terakhir, saya tidak tahu pemain yang membuat saya terkesan. Kecepatan dan kemampuan James sangat unik. Itu yang membuatnya dibeli Manchester United," ujar Rossi. halaman 3 dari 5
Bikin Hull City gigit jari



Sepanjang musim 2018-2019, James mencuri perhatian lewat permainan memikat bersama Swansea City. Dia tampil dalam 38 pertandingan di berbagai ajang.

Total penampilan itu jauh lebih banyak ketimbang tiga tahun sebelumnya. Bayangkan, selama tiga tahun (satu tahun di antaranya dipinjamkan ke Shrewsbury Town) di Swansea City, James hanya bermain sebanyak sekali!

Swansea City tentu sangat beruntung memiliki James. Dibeli dengan hanya 72.000 poundsterling dari Hull City, James kini bernilai 15 juta poundsterling.

Jumlah uang yang mungkin saja bisa dimiliki Hull City bila James bisa terus berada di klub itu. Ya, James kali pertama menimba ilmu di Hull City pada usia sembilan tahun.

Penemu bakat James, Tony Pennock, merasa kecewa gagal mempertahankan anak didiknya itu dari godaan Swansea City.

"Saya berharap James mendapatkan karier yang baik. Kami kecewa kehilangannya, namun saya tidak melihat hal itu sebagai perekrutan," kata Pennock. halaman 4 dari 5
Persaingan di sayap



Kini, tantangan besar akan dihadapi James. James tidak lagi bermain untuk Swansea City, apalagi Hull City yang belum mempunyai nama besar di Inggris.

Akan tetapi, James bakal tampil di depan hadapan 74.995 pendukung yang memadati Stadion Old Trafford, markas Manchester United. Tidak ada kata gugup dan kikuk. Tekanan besar bakal menanti James.

"Ini menjadi hari terindah dalam hidup saya dan tidak sabar menjalani tantangan ke depan. Premier League adalah liga terbaik dunia dan Manchester United merupakan tim yang tepat untuk mengembangkan karier saya," kata James.

"Saya beserta seluruh keluarga sangat bangga dengan momen ini. Sayangnya, saya tidak bisa membagi pengalaman ini dengan ayah," lanjut James yang baru saja kehilangan ayahnya karena meninggal dunia.

Ditambah, James biasa beroperasi sebagai pemain sayap. Deretan pesaing James jauh lebih tenar, Anthony Martial, Marcus Rashford, Jesse Lingard, hingga pemain bergaji tertinggi di seantero Inggris, Alexis Sanchez.

Jika ingin meningkatkan kemampuan sebagai pemain hebat, James harus menunjukkan diri mampu bersaing memperebutkan posisi pemain inti. Bila gagal, James bisa saja layu sebelum berkembang. halaman 5 dari 5
Terakhir diubah:  15/06/19 - 12:26







Berita Terkait


1560834602100

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?