Persipura Tidak Boleh Jadi Perseru atau Persiram (Bagian 3)


  •    Kukuh Wahyudi
  •    14/06/19 - 15:12
  •    1273

Bolalob

Persipura menjadi wakil Papua paling sukses selama gelaran Liga Indonesia (Sejak 1994). Tim berjulukan Mutiara Hitam itu sudah mengantongi empat gelar kasta tertinggi.

Raihan trofi pertama hadir di Divisi Utama 2005 dan tiga selanjutnya didapat pada Indonesia Super League (ISL) 2008/09, 2010/11, dan 2013. Bahkan selama memasuki era ISL, Boaz Solossa dkk. tak pernah lepas dari dua besar. Dari enam musim ISL, Persipura secara bergiliran menjadi juara dan runner up (2009/10, 2011/12, 2014).

Namun, kala memasuki era Liga 1, performa Persipura menurun.

Di Liga 1 2017 mereka finis di peringkat enam. Padahal di tahun sebelumnya, mereka menjadi juara turnamen panjang berlabel Indonesia Soccer Championship (ISC) A.

Pada 2018, kinerja Persipura terus merosot. Di akhir musim mereka hanya mampu finis di posisi ke-12. Pencapaian itu menjadi yang terburuk kedua selama mereka berkiprah di Liga Indonesia. Sebelumnya Persipura pernah finis di urutan ke-13 pada Divisi Utama 2004.


halaman 2 dari 3
Kondisi ini dikhawatirkan berbagai pihak. Salah satunya eks kapten sekaligus legenda Persipura, Eduard Ivakdalam.

"Bila prestasi tim terus menurun maka sponsor bakal berkurang. Hal itu berbahaya untuk tim sekelas Persipura. Sekrang pun dari Freeport dan Bank Papua sudah menurun jumlahnya (nilai sponsor)," kata Edu kepada Bolalob.

Hal senada juga dinyatakan oleh Sekretaris Persipura, Rocky Bebena. "Sekarang memang kondisinya sulit. Kami harus ikat pinggang. Kami pun sebenarnya terus berupaya mencari sponsor dari perusahaan lain, tapi nilainya tidak sebanding," tuturnya.

Edu tak mau apa yang dialami Perseru dan Persiram terjadi di Persipura, yaitu dijualnya klub mereka.

"Persipura harus lihat itu apa yang terjadi di Perseru dan Persiram. Persipura juga bisa habis kalau tidak berbenah. Sekarang kalau kita lihat, penonton saat Persipura main kandang sudah berkurang dibandingkan musim-musim sebelumnya. Pendapatkan klub akan semakin menipis," ujar Edu yang kini menjabat sebagai pelatih PON Papua itu. halaman 3 dari 3







Berita Terkait


1563606001335

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?