McMenemy Terapkan 3-4-3 di Timnas Indonesia, Mengapa?


  •    Gerry Putra
  •    15/06/19 - 13:53
  •    1818

Gerry Putra/Bolalob

Pelatih Simon McMeneny punya alasan mengapa menerapkan pola 3-4-3 untuk Timnas Indonesia. Pola itu berbeda ketika dirinya menangani Bhayangkara FC dengan menggunakan 4-4-2 diamond.

Formasi memang menarik diungkap, terlebih untuk penggemar sepak bola era milenial. McMenemy menerapkan formasi dan pola berbeda di timnas yang tentu juga tak sama dengan era Luis Milla.




"Di Bhayangkara saya pakai formasi 4-4-2 diamond karena waktu itu kita berlimpah pemain tengah. Tetapi kita punya kekurangan di pemain sayap," kata McMenemy dalam jumpa pers di SUGBK, Jumat (14/6/2019).

"Ketika saya masuk timnas kemarin saat TC di Australia, kita coba 4-4-2 lumayan berhasil, tetapi ketika babak kedua kita ubah jadi 3-4-3,"

"Nah, disitulah kita bisa menguasai lebih banyak bola, terus permainan juga kita lebih kuasai, nah dari situ saya mulai berpikir mungkin ini adalah formasi yang cocok buat Indonesia,"

"Kalau saya pakai 4-4-2 diamond, pemain terluar atau pemain sisi lapangan tidak akan banyak mendapat kesempatan untuk masuk ke dalam bentuk yang saya inginkan. Seperti contohnya Febri (Hariyadi), Riko (Simanjuntak), dan Andik (Vermansah) buat saya itu cocok buat Indonesia," tuturnya. halaman 2 dari 2
Taktik 3-4-3 menjadi keyakinan McMenemy saat menang 2-0 atas Myanmar. Ia menilai, timnas bisa menang besar dengan menggunakan taktik itu.

"Saat melawan Myanmar, semestinya kita bisa menang empat sampai lima kosong kita pakai fomasi 3-4-3, dan berhasil,"

"Kita bisa lihat dan waktu itu memang pembedanya adalah ada Manahati (Lesthusen). Sekarang Manahati nggak ada itu juga bagian dari keputusan saya untuk tidak membawa dia karena alasan indisipliner."

"Buat saya ketika sudah menjadi pemain timnas Anda harus tetap menjadi pemain timnas, baik ketika lagi di timnas maupun ketika lagi di klub," imbuhnya.

Tapi, McMenemy belum bisa membocorkan bakal kembali menggunakan 3-4-3 saat berhadapan dengan Republik Vanuatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/6/2019).

"Saya harap ketika lawan Vanuatu nanti kita tetap bisa bermain sesuai dengan yang saya inginkan," pungkasnya.







Berita Terkait


1571356801989

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?