Dokumen yang Hancur Tak Terkait dengan Match-Fixing


  •    Gerry Putra
  •    19/06/19 - 13:30
  •    339

Rissalah Maulana/Bolalob

Joko Driyono selaku eks Plt Ketua Umum PSSI kembali menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (18/6).

Dalam agenda tersebut Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan empat saksi yakni Herwindyo, Subekti, Abdul Gofur, dan Kokoh Afiat (Direktur Utama Persija Jakarta).

Berdasarkan keterangan para saksi, dugaan pengaturan skor yang dilakukan Joko Driyono itu tidak ada. Barang bukti yang disita Satgas Antimafia Bola dari eks kantor Liga Indonesia juga tak ada hubungannya dengan match-fixing.




Menurut Kokoh, bekas kertas sobekan yang dibawa Satgas Anti Mafia Bola, merupakan dokumen keuangan PT Liga Indonesia (LI), yang dulu menjadi operator kompetisi.

Saat ini PT Liga Indonesia Baru (LIB), yang dipercaya memegang kompetisi untuk menggantikan PT LI.

"Sejak awal tahun 2016, PT LI sudah berhenti dan tidak menjadi operator lagi. Diganti dengan PT LIB. Saksi dan terdakwa (Joko Driyono) sama sekali tidak menjadi pengurus dalam perusahaan operator kompetisi tersebut," ujar Kokoh. halaman 2 dari 2
Sementara Mustofa Abidin, selaku kuasa hukum Jokdri mengaku puas dengan pengakuan para saksi yang dihadirkan. Ia berkeyakinan kliennya tidak tersangkut match-fixing.

"Bukti-bukti yang dihadirkan pun tidak ada kaitannya dengan laporan pengaturan laga di Persibara Banjarnegara. Jadi, tidak ada keterlibatan klien kami dengan mafia bola atau match fixing," ujar Mustofa.

Persidangan berikutnya, bakal digelar Kamis (20/6). Tidak ada pemanggilan saksi lagi karena Majelis Hakim tinggal meminta keterangan akhir dari terdakwa Jokdri.

“JPU merasa sudah cukup menghadirkan saksi. Begitu pun kami selaku kuasa hukum. Jadi sidang pemeriksaan selesai ditutup keterangan terdakwa pada Kamis nanti. Agendanya tunggal itu saja," katanya.







Berita Terkait


1562673602134

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?