Bos Napoli Doakan Sarri Gagal di Juventus


  •    Rifqi Fadhillah
  •    23/06/19 - 14:00
  •    342

Fox Sports Asia

Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis berharap agar pelatih Maurizio Sarri gagal meraih gelar juara di klub barunya, Juventus. De Laurentiis pun tak percaya lagi terhadap kecintaan Sarri kepada Napoli.

Seperti diketahui, Sarri memilih klub Juventus sebagai tempat pelabuhannya melanjutkan karir usai hengkang dari Chelsea akhir musim lalu. Hal ini membuat Sarri kembali lagi ke kompetisi Seri A, setelah sebelumnya sempat menangani Napoli.

Keputusan Sarri pindah ke Juventus ini turut direspon oleh Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis. Sarri dan De Laurentiis sendiri pernah terlibat kerjasama di Napoli selama tiga tahun (2015-2018).




De Laurentiis menghormati keputusan Sarri untuk pindah ke rivalnya di Seri A. Meski begitu, De Laurentiis mengharapkan agar Sarri gagal memenangkan gelar apapun di Juventus.

"Maurizio adalah pelatih bagus, saya melihat banyak darinya," ujar De Laurentiis kepada Corriere della Sera.

"Saya tidak terkejut, sepakbola tidak lagi hanya soal ikon. Ia tidak memenangkan apa pun di sini [Napoli] dan mungkin juga tidak di Turin. Ia adalah rival dan saya hanya bisa mengharapkan itu [ia tidak menjadi juara].”

"Saya penuh kebebasan, oleh karena itu saya menghormati pilihannya. Setiap orang bisa melakukan apa pun yang mereka mau, tapi mereka harus mengemban tanggung jawab.” ucapnya.

halaman 2 dari 2
Selain itu, De Laurentiis juga menyindir Sarri yang dianggapnya tak setia dengan pindah ke rival dari klub yang pernah dibelanya.

"Saya tidak pernah percaya pada cinta mutlak Sarri kepada Napoli dan waktu telah membuktikan itu benar. Saya sering menegaskan bahwa saya mendukung monogami, saya percaya pada pernikahan dan saya berada di Napoli selama 15 tahun, meski ada beberapa sektor menentang saya.” ungkapnya.

"Argumen bisa terjadi, tapi hal yang penting adalah tetap setia pada warna klub kami. Milik saya adalah pilihan dari dalam hati dan itu akan tetap sama.”

"Ia [Sarri] bekerja 15 jam per hari dan hanya memikirkan lapangan. Ia tidak punya waktu untuk hubungan kemanusiaan, setidaknya di tempak kerjanya." pungkas De Laurentiis.







Berita Terkait


1563154202198

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?