Ketum KONI Terpilih Bicara Masalah Timnas Futsal dengan Klub-klub PFL


  •    Gerry Putra
  •    09/07/19 - 21:40
  •    688

Kukuh Wahyudi/Bolalob

Ketua Umum KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia), Marciano Norman, berbicara tentang masalah antara Timnas Futsal Indonesia dan klub-klub Pro Futsal League.

Masalah timbul karena waktu pemusatan latihan (TC) timnas futsal yang bentrok dengan beberapa latihan klub jelang kompetisi dan juga AFC Futsal Club Championship. Pemain berada di dua pilihan, yakni timnas yang merupakan tugas negara dan klub yang menggaji pemain.

Sejauh ini ada beberapa pemain yang mengundurkan diri dari timnas karena berbagai alasan. Kiper Adixi Lenzivio bahkan tak diizinkan klub sepak bola, Persija, untuk bergabung ke skuat Kensuke Takahasi karena dibutuhkan di Liga 1 2019.




Tak hanya itu, enam pemain Vamos Mataram juga sempat harus memilih antara TC Timnas Futsal Indonesia atau latihan bersama klubnya. Enam pemain itu adalah Syahidansyah Lubis, Iqbal Aliefian, Nandi Sukmawijaya, Marvin Alexa, Anzar, dan kiper Muhammad Nizar.

Marciano selaku Ketua Umum KONI terpilih periode 2019-2023 melihat, masalah itu tidak bisa dikesampingkan. Ia menilai atlet juga harus sejahtera untuk bisa total membela negara.

"Masalah itu tidak bisa dikesampingkan. Atlet mendapat uang dari klub, mungkin lebih besar daripada di timnas. Tapi ke depan, jangan selalu mempersiapkan prestasi tapi juga persiapkan kesejahteraan atlet," ujar Marciano di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

"Saat ini memang pelatnas di beberapa cabor (cabang olahraga) sedang berjalan. Namun, kita juga harus concern dengan pendidikan atlet,"

"Kita mau atlet saat nanti pensiun bisa mendapat hidup yang layak. Hal itu agar mantap atlet tetap terhormat setelah tak lagi aktif," tuturnya.







Berita Terkait


1563523802433

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?