Jalan Terjal Wesley Moraes, Buruh Pabrik Hingga Jadi Pemain Termahal Aston Villa


  •    Robert
  •    29/07/19 - 21:40
  •    1612

Bolalob

Aston Villa menjadikan striker asal Brasil, Wesley Moraes rekrutan termahal sepanjang sejarah klub dengan nilai 22 juta pounds (Rp 380 miliar). Harga Moraes melampaui Darren Bent yang direkrut Villa senilai £18 juta dari Sunderland pada tengah musim 2010-2011.

Tentu nama Moares asing bagi suporter kebanyakan, namun dia tak asing di ajang Liga Champions bersama dengan Club Brugge dalam beberapa musim terakhir.

"Saya benar-benar bahagia ketika mendengar Aston Villa tertarik pada saya dan dengan rekor transfer tersebut," ucap Moraes setelah meneken kontrak berdurasi lima tahun.




"Saya hanya berharap saya bisa menunjukkan alasannya di lapangan. Semoga saya bisa beradaptasi dengan cepat dan menunjukkan apa yang saya tawarkan," tutur pemain berusia 22 tahun itu.


Namun tak mudah untuk menjadi rekrutan termahal klub Liga Primer Inggris, perjalanan panjang nan kelam harus dilalui oleh Moares. Dirinya menempa awal karir di Brasil, lalu di Slovakia bersama AS Trencin dan kemudian akhirnya pindah ke Belgia.

Banyak fakta menarik dari sosok yang dilahirkan dengan perbedaan tiga sentimeter pada satu kakinya, yang menimbulkan kekhawatiran dia mudah mendapat cedera. halaman 2 dari 4
Buruh Pabrik di Brasil

Moares sudah menjadi seorang ayah sejak usia 16 tahun tak lama kemudian ia memiliki anak kedua di Brasil, tinggal di dekat ibunya sendiri. Kesulitan ekonomi membuat Moares harus mencari pekerjaan dan mulai melupakan mimpinya di sepakbola.


Hanya dua tahun setelah kelahiran anak keduanya, Moraes bekerja di bagian perakitan sekrup di sebuah pabrik dan berpenghasilan kurang dari £150 (Rp 2.5 juta) per bulan untuk menghidupi keluarganya.

Banyak yang menyamakan Moares dengan legenda Brasil, Garrincha. Keduanya memiliki perbedaan tinggi kaki dan Moares memiliki tiga sentimeter perbedaan pada kakinya. Hal itu sempat menjadi pertimbangan banyak klub Eropa dalam merekrutnya. halaman 3 dari 4
Dilahirkan Dengan Perbedaan Kaki

Masalah itu ditemukan oleh Club Brugge pada saat Moares melakukan tes medis. Moares mengasah teknik dan skillnya dengan bermain futsal di Itabuna selama enam tahun.

Dia kemudian mendapat undangan untuk trial dengan klub-klub Eropa termasuk dengan Atletico Madrid selama enam bulan, di mana dia bermain di sebuah turnamen internasional U-17 di Bilbao dan Kroasia. Klub Prancis, AS Nancy dan Evian juga pernah mengundang Moares sebagai trialist. Namun tak ada tawaran kontrak profesional yang datang padanya.


Klub Slovakia, AS Trencin menawarinya kontrak pro pada tahun 2015 setelah dirinya berada sebulan sebagai pemain trial. "Ini menarik karena Wesley seperti tertatih-tatih di atas lapangan dengan cara dia berjalan," kata Robert Rybnicek, manajer umum Trencin. "Tapi dia sangat cepat. Dia pria yang spesial."

Wesley melihat dirinya sebagai seorang gelandang serang, tetapi klub Slovakia justru melihat kekuatan dan kecepatannya dan menempatkannya sebagai seorang penyerang.

“Dia tidak ingin bermain seperti No. 9. Dia ingin bermain di tengah. Tetapi semua bakatnya yang ia miliki benar-benar menjadi seorang striker, ”kata Rybnicek.

“Kami mulai mengerjakannya dan memberinya kepercayaan bahwa di masa depan ini akan membuatnya menjadi pemain yang sangat baik untuk pasar internasional. Perlahan dia mulai percaya dan perkembangannya luar biasa. ”

Semusim di Slovakia membuat tawaran yang lebih besar datang padanya. Brugge pun merekrutnya pada Januari 2016 dan tak lama berselang ia mencetak gol di debut. halaman 4 dari 4
Mapan di Liga Belgia

Wesley dianggap spesial oleh semua staf di Club Brugge, tidak lebih dari manajer tim Devy Rigaux. Dalam kutipan yang disampaikannya di Guardian, dia berkata: "Pertama-tama para pendukung perlu memberikan sambutan hangat, Wesley terlihat sangat besar tetapi dia benar-benar membutuhkan dukungan. Dia mendapatkannya dari para suporter Brugge - dan setiap kali dia mengatakan kepada saya bahwa itu memberinya perasaan yang luar biasa ketika mereka menyebut namanya.

"Kedua, kami sudah mempersiapkannya dengan cara yang sangat baik tetapi tidak berpikir sejak awal bahwa ia akan menjadi striker nomor 1 di Liga Premier. Namun, beri dia waktu, dan saya benar-benar berharap dia menjadi pemain kunci untuk Aston Villa dan memiliki karir yang besar."


Tiga tahun di Belgia telah mengubahnya menjadi pemain depan mapan di Eropa, mencetak hampir 30 gol di dua musim terakhirnya di Liga Belgia.

Dua gelar Liga Belgia sukses diraih Moares bersama dengan Brugge, serta dua trofi lainnya. Moares perlu memperbaiki penempatan posisinya dalam bermain, tetapi semua orang bisa melihat potensinya.

Futsal telah membantu mengasah keterampilan teknisnya dan postur tinggi (193 cm) membuat ia kokoh dalam duel dengan bek lawan. Ia juga memiliki kecepatan dalam berlari dan mendominasi lawan.

"Dia membunuh pemain lain karena dia orang besar," kata Claudemir de Souza, pemain Brasil yang bermain bersama Wesley di Brugge.
Terakhir diubah:  30/07/19 - 09:36







Berita Terkait


1564978201924

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?