Mengenal Salman Alfarid: Penikmat Musik Indie dan Rencananya Saat Kuliah


  •    Kukuh Wahyudi
  •    16/08/19 - 13:00
  •    530

Muhammad Salman Alfarid. (Kukuh Wahyudi/Bolalob)

Muhammad Salman Alfarid, menjadi salah satu pemain penting di skuat Indonesia U-18 kala terjun di Piala AFF U-18 2019. Ia diplot untuk bertugas mengawal daerah kiri pertahanan timnas.

Di sela-sela perjuangannya, Bolalob berkesempatan mengobrol dengan Salman. Mulai dari perubahan posisi hingga artis favorit menjadi bahan perbincangan kami.

Simak hasil perbincangan kami sebagai sebagai berikut:




Bagaimana awalnya bisa kenal sepak bola?

Awal berkarier di sepak bola itu dari kelas 2 SD. Di belakang rumah (Jagakarsa, Jakarta Selatan) ada lapangan dan suka main sama  teman-teman di sana. 

Terus, abang daftar SSB (sekolah sepak bola) lebih dulu. Dari situ saya tambah suka sepak bola. Akhirnya pas kelas 3 SD, dalam diri saya sendiri suka sepak bola dan ingin gabung ke SSB. 

Selanjutnya saya masuk SSB Jayakarta di kawasan Ragunan. Di sana ikut-ikut tunamen, ikut festival, dari usia U-8 sampe U-12.

Pada usia 13 tahun saya pindah dari Jayakrta ke JFA (Jakarta Football Academy). Di JFA itu saya mengikuti Liga Top Skor dan Liga Kompas Gramedia. Dari Liga Kompas itu saya masuk tim yang berangkat ke Gothia Cup 2017 di Swedia 2017. Setelah pulang dari situ akhirnya masuk Diklat Ragunan.



Sudah berapa kali pindah posisi?

Saya sudah dua kali pindah posisi. Awal seleksi saya main sebagai gelandang bertahan. Terus saat mengikuti AFC U-16 Championship 2018 saya main di stoper kiri. Setelah itu saya main bek kiri. Saya jalani saja. Toh, saya bisa-bisa aja.



Momen paling membanggakan?

Paling membanggakan di sini (timnas). Bisa membela negara.



Momen menyedihkan?

Di timnas juga. Yang menyedihkan itu saat gugur di AFC U-16 Championship 2018. (kalah 2-3 dari Australia di perempatfinal.



Target lima tahun ke depan?

Target ke depannya ingin bawa timnas ke jenjang yang lebih tinggi lagi. Sebenrnya kan AFF ini ajang se-Asia Tenggara, tapi target kami semuanya itu di pentas AFC (AFC U-19 2019) nanti. Kalau masuk ke semifinal di sana kan bisa lolos ke Piala Dunia U-20.

halaman 2 dari 2


Lebih suka film atau musik?

Saya sebenarnya suka dua-duanya. Tapi kalau waktu senggang enakan nonton film. Saya lebih suka film action dan komedi.



Film kesukaan?

Film Uko Uwais.



Artis idola?

Kalau artis saya suka Adinda Thomas. Dia kan suka naik gunung dan saya suka trek-trek gitu juga. Bisa kali ya naik gunung bareng. He he he. 



Suka lagu apa?

Lagu-lagu yang santai saja. Kaya lagu indie gitu. Suka Payung Teduh, Danila juga. Kaya gitu-gitu lah. Di sekitar rumah banyak yang suka lagu itu soalnya. Saya jadi tahu dan suka.



Kalau kuliah mau ambil jurusan apa?

Kalau kuliah paling gak jauh-jauh dari kepelatihan. Kan di UNJ ada tuh. Kualiah biar sejajar  dengan sepak bola karena tidak selamanya main bola terus. Harus dapat ilmu dari kualiah.



Lawan terberat selama ini?

Semua lawan berat. Kaya lawan Laos saja berat. Mereka berusaha menghentikan tempo main kami dengan cara mengulur-ngulur waktu. 

Jadi, kami kebawa emosi dan hilang fokus. Sempat kesal sama kipernya karena kebanyakan drama.

Terakhir diubah:  18/08/19 - 19:49







Berita Terkait


1566181801773

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?