Soal Bentrok Suporter Persik dan PSIM, PT Liga Indonesia Baru Tunggu Laporan


  •    Murtianto
  •    03/09/19 - 18:30
  •    622

antaranews.com

Operator Liga Indonesia 2, PT Liga Indonesia Baru (LIB) masih menunggu laporan resmi dari panpel, terkait bentrokan antar suporter Persik Kediri dan PSIM Yogyakarta usai pertandingan Liga 2 2019 di Stadion Brawijaya Kediri, Senin (2/9) malam.

"Kami sangat menyesalkan insiden tersebut. Kami akan menunggu laporan resmi dari beberapa pihak, diantaranya pengawas pertandingan. Setelah itu baru akan ditentukan langkah berikutnya," kata Direktur PT LIB Dirk Soplanit dalam keterangan resminya, Selasa (3/9).

Kerusuhan penonton dinilai oleh PT LIB sebagai hal yang mengagetkan, karena beberapa langkah antisipasi sudah dilakukan. Termasuk koordinasi antar-suporter kedua klub yang selama ini dikenal militan dalam memberikan dukungan saat bertanding.




Koordinasi, kata Soplanit, berdasarkan informasi yang diterima sudah dilakukan dengan kepengurusan kedua kelompok suporter. Hanya saja kondisi di lapangan berbeda hingga terjadi sebuah insiden.

"Perebutan posisi di klasemen sementara mulai ketat. Kami menyadari betul, hal itu membuat suporter lebih maksimal pada saat mendukung tim bertanding, termasuk dukungan pada laga tandang. Karena itu, apapun situasinya, kami mengimbau agar suporter bisa tertib dan saling menghormati. Sportivitas harus tetap dijaga," tambah Soplanit.

Persaingan di klasemen sementara Liga 2 2019 sangat ketat. Di grup timur misalnya, sampai dengan laga ke-13, Persik yang berhasil mengalahkan PSIM 2-0 pada pertandingan tersebut, bertengger di peringkat kedua dengan torehan 20 poin. Selisih satu poin dengan PSIM yang memuncaki klasemen sementara grup Timur dengan raihan 21 poin.

Sebelumnya Panitia Pelaksana Pertandingan Persik Kediri Widodo mengatakan, dari insiden tersebut ada beberapa orang yang mengalami luka. Beberapa korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kediri serta RS Gambiran Kediri.

"Kami belum hitung, belum cek ke rumah sakit. Tadi dari Gambiran (RSUD Gambiran Kediri) kirim empat orang, dari dokpol ke Bhayangkara (RS Bhayangkara Kediri) ada lima. Kemungkinan itu, saya kurang tahu persis kondisinya," kata Widodo.

Ia juga menyesalkan kejadian ini. Padahal, saat pertandingan berjalan dengan tertib dan justru setelah pertandingan selesai baru berbuat rusuh.







Berita Terkait


1570467205466

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?