Selain Iwan Bule, Dua CEO Ini Calonkan Diri Jadi Ketum PSSI


  •    Murtianto
  •    10/09/19 - 11:30
  •    953

antaranews.com

Selain Mochamad Iriawan atau Iwan Bule, kini muncul dua CEO, yaitu CEO Nine Sport Inc Arif Putra Wicaksono dan CEO Bandung Premier League Doni Setiabudi yang mencalonkan diri masing-masing menjadi ketua umum dan wakil ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) periode terkini.

Deklarasi itu dilakukan Arif dan Doni di Jakarta, Senin (9/9/2019). Keduanya menawarkan program pembangunan infrastruktur sepak bola dengan pembiayaan yang diklaim sesuai dengan aturan FIFA Club Licensing.

Jika terpilih, mereka juga menargetkan timnas Indonesia berjaya di Piala AFF tahun 2022 dengan materi pemain muda. Arif dan Doni menjanjikan pelatih sekaliber Frank de Boer menjadi juru taktik timnas Indonesia.




Sementara terkait infrastruktur, Arif dan Doni yang memilih tema kampanye 'ABDI (Arif Bersama Doni Independen) untuk PSSI 2.0' ini menyebut bahwa ada dua skema pembiayaan yang bisa disediakan.

Pertama, dengan investasi asing yang datang dari perusahaan Eropa. Mereka menyebut bahwa perusahaan itu siap membiayai pembangunan beberapa stadion di Indonesia.

Kedua yaitu dengan skema kredit usaha rakyat (KUR). Hal ini dinilai mereka sebagai cara untuk menyejahterakan masyarakat akar rumput.

Dengan demikian, untuk sementara ada tiga nama yang telah mengemukakan ke publik tentang pencalonan diri menjadi ketua umum dan wakil ketua umum PSSI. Sebelum ini, Komisaris Jenderal Polisi Mochamad Iriawan, biasa disapa Iwan Bule, yang berduet dengan Mayor Jenderal TNI Cucu Sumantri. Kemudian ada CEO klub Liga Australia Brisbane Roar Rahim Soekasah yang juga menyatakan tertarik untuk menjadi ketua umum PSSI.

Ada pun kongres pemilihan 15 anggota komite eksekutif (Exco) PSSI, termasuk ketua umum, rencananya dilakukan pada 2 November 2019. halaman 2 dari 2


Nanya Kode Plat Nomor ke Pemain Bola Polisi, Begini Jadinya!

Terakhir diubah:  10/09/19 - 14:36





Video Trending



Berita Terkait


1582693201940

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?