Disoraki Suporter untuk Mundur sebagai Pelatih Timnas, Begini Respon Simon Mcmenemy


  •    Rizqi Ariandi
  •    10/09/19 - 22:56
  •    10516

Robert/Bolalob

Timnas Indonesia kembali memetik hasil buruk di ajang Pra-Piala Dunia (PPD) 2022. Setelah dikalahkan Malaysia, tim Garuda harus mengakui keunggulan Thailand, 0-3, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Kekalahan itu membuat Indonesia terpuruk di posisi juru kunci tanpa mengoleksi poin. Indonesia gagal memanfaatkan status laga kandang saat menjamu Malaysia dan Thailand.

Pelatih Timnas Indonesia, Simon Mcmenemy mengatakan tim asuhannya memulai babak pertama dengan baik. Indonesia mendapat beberapa peluang dan berhasil menahan imbang Thailand tanpa gol.

"Kami memulai pertandingan dengan mental bagus, percaya diri. Babak pertama kami bermain baik. Saya sedikit mengubah taktik di awal babak pertama, saya putuskan sedikit bertahan dan memperkuat lini tengah supaya mereka (Thailand) tidak bisa menguasai lapangan tengah," kata Simon.

"Namun, di babak kedua kami membuat kesalahan sendiri. Itu yang membuat kita kalah. Di level internasional, kesalahan kecil bisa sangat menyakitkan. Kami memiliki tiga sampai empat peluang, tapi sayang tidak bisa menjadi gol," kata Simon menambahkan.




Simon memahami dua kekalahan yang didapat timnas dari Malaysia dan Thailand membuat suporter kecewa. Pada laga tadi, teriakan 'Simon out' menggema dari berbagai sudut tribun. Namun, Simon menolak untuk meletakan jabatannya.

"Ya, tentu saja (masih pantas). Kecewa, setiap orang bebas berpendapat. Saya mewakili semua pendukung Indonesia yang mencapai 250 juta orang. Mereka punya opini masing-masing. Saya tahu di sepak bola seperti ini. Saya sudah prediksi sebelumnya," kata Simon.

Simon mengatakan hal tersebut tidak mengganggunya karena itu bagian dari risiko pekerjaan. Namun, Simon menyayangkan sikap penggemar yang meneriaki para pemain Timnas Indonesia dengan teriakan 'boooo'.

"Saya kaget dengan cemoohan kepada para pemain. Terkadang ekspektasi mereka terlalu tinggi dan tidak realistis. Kalau suporter mengeluh kenapa kita tidak menang di Pra-Piala Dunia mungkin kita tidak di 'planet' yang sama," ujarnya.







Berita Terkait


1568620802363

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?