Sampai Kapan Mau Pakai Andritany Ardhiyasa, McMenemy?


  •    Robert
  •    11/09/19 - 16:30
  •    7890

Robert/Bolalob

Dua laga dijalani Timnas Indonesia berujung dengan kekalahan, walau tampil di hadapan publik sendiri di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Di laga pertama babak kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Indonesia takluk 2-3 dari Malaysia, yang terbaru pada Selasa (10/9) malam, Skuat Garuda kembali takluk 3-0 kali ini oleh Thailand.

Sorakan nada kekecewaan bergema di Stadion GBK, dimana dialamatkan dengan jelas kepada satu nama yaitu Andritany Ardhiyasa. Sang penjaga gawang sekaligus kapten mendapat cibiran setiap kali mendapatkan bola, bahkan sebuah penyelamatan dari tendangan pemain Thailand!

"Para pemain diteriaki dan disoraki oleh suporter sendiri ketika mereka berjuang dan bermain kemarin, padahal mereka berjuang dengan sangat bagus," ujar Simon McMenemy.

"Semua di bawah tekanan karena kami bermain di hadapan 250 juta penduduk," ucap Simon McMenemy.

Kiper berusia 27 tahun ini sudah kebobolan enam gol dalam dua laga dari negara tetangga. Di laga melawan Malaysia dirinya gagal megantisipasi gol kedua Malaysia, sementara saat melawan Thailand, dua kali Andritany melakukan kesalahan yang berujung pada dua gol tim tamu.




Bola tendangan Andritany gagal menemui rekannya, Thailand dengan cepat melakukan serangan balik dan mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Supachok Sarachat, yang melakukan akselerasi sebelum melepaskan tendangan melengkung yang merobek gawang Timnas.

Andritany kembali melakukan kesalahan dengan menekel Supachok Sarachat di kotak pinalti. Tentu keputusan itu dinilai buruk untuk sebuah kiper di panggung internasional.

Ironi memang, namun pemilihan kiper Persija Jakarta sebagai penjaga gawang nomor satu Timnas memang menjadi perdebatan. Andritany dinilai sudah tak lagi mengkilap di jajaran Liga 1 musim ini. Lihat saja posisi Persija di klasemen dan jumlah gol yang dialami oleh Macan Kemayoran.

Andritany sendiri sempat mengalami cedera cukup parah yakni patah tangan kiri pada bulan Juni lalu, yang memaksanya absen beberapa bulan. Cedera patah tangan didapat Andritanya saat membawa Persija menang 2-1 atas Borneo FC pada semifinal leg perdana Piala Indonesia 2018. halaman 2 dari 3
BUKAN YANG TERBAIK DI LIGA 1 MUSIM INI

Sepanjang tahun 2019 ini, Andritany total memainkan 18 pertandingan di semua kompetisi bersama Persija, gawangnya sudah kebobolan 22 gol. Di kancah Liga 1, dalam delapan partai ia kebobolan 9 gol.

Dari deretan 20 kiper dengan torehan clean sheet terbaik, dirinya hanya berada di urutan ke-16 dengan dua kali. Andritany bahkan kalah dengan Shahr Ginanjar rekannya di Persija yang mendapatkan 3 kali clean sheet dari enam partai.

Wawan Hendrawan sukses menorehkan cleen sheet 7 partai dari 15 laga yang ia lakoni bersama Bali United. Di urutan selanjutnya ada Rivki Mokodompit (PSM Makassar) dan Nadeo Argawinata (Borneo FC) dengan masing-masing 5 clean sheet.

Masih ingat dalam hingatan ketika Andritany hanya menjadi deputi Kurnia Meiga di Piala AFF 2016, ia tak kunjung mendapatkan posisi utama meski rekannya melakukan beberapa kesalahan di turnamen itu. Pelatih Timnas saat itu, Alfred Riedl nampak tak menggubris kritik yang dihujani kepada Kurnia Meiga, dan terus mencadangkan Andritany. halaman 3 dari 3
Andritany mulai menjadi kiper utama Timnas Indonesia di ajang Asian Games 2018 dan Piala AFF 2018, atau pada era kepelatihan Luis Milla dan Bima Sakti. Namun rapornya juga tak begitu cemerlang.

Entah sampai kapan Simon McMenemy akan terus memainkan Andritanya sebagai pilihan nomor satu, atau dirinya sudah terlanjur memberikan jabatan kapten sehingga sulit untuk menggantinya dengan pemain lain?


Pelatih asal Skotlandia itu pun membela Andritany yang seharusnya tidak layak mendapat cemoohan suporter.

"Kiper adalah posisi tersulit dalam sepak bola. Dia bisa melakukan 4-5 penyelamatan, tapi satu kesalahan saja bisa berbuah gol," ucap Simon McMenemy.

"Kalau pemain lain, dia melakukan kesalahan bisa dilapis pemain lain. Tapi kiper hidup di ujung tanduk. Kadang dia pahlawan, tapi kadang dia dicaci. Saya rasa tidak layak dia disoraki," ucap Simon McMenemy.







Berita Terkait


1568281201523

End of content

No more pages to load



Kamu dapat 6


Apa Ini?